
" Yeeayyyy Bunda kita menang " kata Gibran sambil memeluk Della.
" Yeaaayyyyy kita menang Ayah kalah huuuuu " kata Della tak kalah heboh.
" Ternyata bahagia itu sangat sederhana " kata Akhtar dalam hati.
" Yaudah dehhh kalian berdua lanjut main yaa, Bunda mau masak dulu " kata Della.
" Mau di bantuin nggak ? " kata Akhtar.
" Gibran juga mau bantu " timpal Gibran, sehingga membuat Della terlihat berpikir.
" Mmm mending nggak usah dehh, nanti dapur Bunda berantakan karena kalian " kata Della sambil berjalan kearh dapur.
" Bunda " teriak Gibran, sehingga membuat Della menghentikan langkahnya.
" Iya, kenapa sayang ? " kata Della sambil berbalik kearah Gibran.
" Hati-hati yaa masaknya, jangan sampai kena cipratan minyak panas " kata Gibran, sehingga membuat Della terkekeh.
" Okee sayangkuuu " kata Della sambil melanjutkan langkahnya ke dapur.
" Ayah tadi Gibran dapat tugas " kata Gibran.
" Tugas apa Nak ? " kata Akhtar, sehingga membuat Gibran mengambil buku yang ada di depannya.
" Matematika, Ayah tau nggak ini jawabannya berapa ? " kata Gibran sambil menunjuk salah satu soal yang ada di bukunya.
" Gibran dengerin Ayah baik-baik Nak. gini dehh, kalau kamu nanya Ayah 1 + 1 terus Ayah jawab 2. Gibran dapat kepuasan nggak ? " tanya Akhtar, sehingga membuat Gibran menggeleng pelan.
" Jika seandainya kamu mencari jawabnnya sendiri. lebih merasa puas dengan yang mana ? " timpal Akhtar.
" Lebih puas kalau aku dapat sendiri, tapi Gibran nggak ngerti caranya Ayah " kata Gibran, sehingga membuat Akhtar mengelus kepala Gibran.
" Okee Ayah jelasin caranya, tapi setelah itu harus kerja sendiri ya, jangan minta jawaban sama Ayah " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran, sehingga membuat Akhtar menjelaskan cara kerja tugas Gibran sampai Gibran paham.
" Sayang minta tolong beliin shampo dong, aku mau mandi sore tapi baru inget ternyata shamponya habis " kata Della yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.
" Okee " kata Akhtar sambil berdiri dari duduknya.
" Sayang shamponya bukan merek yang dulu yaa, aku ganti shampo " kata Della.
" Terus merek shampo kamu yang sekarang apa ? " kata Akhtar sambil berbalik kearah Della.
" Aduhhh aku lupaa. iklannya gini nihh, Aku ? jadi duta shampo lain ? hahahahahah. gitu sayang " kata Della.
" Yang jelas dong sayang " kata Akhtar.
" Della benar-benar lupaa Mas, pokoknya yang iklannya Anggun C Sasmi " kata Della.
" Yaudah kalau gitu Ayah berangkat, Gibran mau nitip sesuatu Nak ? " kata Akhtar sambil beralih menatap Gibran.
" Gibran mau ikut " kata Gibran.
" Yaudah ayokk, pamit dulu sama Bunda " kata Akhtar, sehingga membuat Gibran segera menyalimi tangan Della.
" Jalan kaki ? " tanya Gibran sambil mendongakkan kepalanya menatap Akhtar.
" Iya kan supermarket nya dekat Nak " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran.
Saat sampai di supermarket Akhtar bingung shampo mana yang di maksud istrinya.
" Gibran tau nggak shampo yang di maksud Bunda yang mana ? " kata Akhtar.
" Nggak tauu " kata Gibran, sehingga membuat Akhtar bertanya ke salah satu pegawai yang ada di sana.
" Mbak maaf sebelumnya, tapi shampo yang iklannya Anggun itu yang mana ya Mbak ? yang jadi duta shampo lain katanya Mbak " kata Akhtar, sehingga membuat pegawai supermarket tersebut menahan tawanya.
" Ooo gitu yaa, makasih ya Mbak " kata Akhtar sambil mengambil shampo tersebut sambil menggandeng tangan Gibran.
" Suami Idaman " kata pegawai tersebut sambil terus memperhatikan Akhtar.
Sementara di rumah Afkar, Daff sedang menyusun kata-kata agar Papanya ingin menuruti kemauannya.
" Paaa...." panggil Daff.
" Apa ? " kata Afkar sambil beralih menatap Daff yang tengah duduk di sampingnya.
" Pasang Wi-fi enak nih kayaknya " kata Daff.
" Nggak yaaa, nggak adaa nanti kamu game terus lagi kerjaannya " kata Afkar sewot.
" Astaga Papa, Papa tuh jangan su'udzon dulu. Daff tuh punya kelas online, Ayah Akhtar aja udah pasang kemarin buat Gibran " protes Daff.
" Haddeeuuhhhh duit lagi astagaaa " kata Afkar dalam hati.
" Yaudah besok siang " kata Afkar.
" Ngapain besok siang ? " tanya Daff.
" Cariin jodoh buat kucing-kucing centil pengganti Elizabeth, yaaa pasang Wi-fi lahh " kata Afkar.
" Makasih Papa broooo, luv you " kata Daff sambil mencium pipi Afkar.
" Geli banget sumpah " gumam Afkar.
" Ehhhhh enaknya password Wi-fi nya apa yaa Daff ? " timpal Afkar.
" Pikir sendiri " kata Daff.
" Tega yaaa kamu beiibbb, udah Wi-fi Papa yang pasang, masa password di suruh mikir sendiri " kata Afkar.
" Yaaa bener dong passwordnya PIKIR SENDIRI " kata Daff sambil menekankan kata pikir sendiri.
" Bener-bener yeee lu Jaenuddin " kata Afkar kesal.
" Astaga Papa broooo, maksudnya passwordnya itu pikir sendiri, bukan Papa yang aku suruh mikir sendiri " kata Daff menjelaskan.
" Owwhhhh bilang dong " kata Afkar.
" Udah dehhh, udah nggak mood ganti aja Afkar 123 " kata Daff.
" Apaan Afkar 123, mau belajar menghitung lo " kata Afkar sewot.
" Terserah Papa brooo aja deh, Daff capek " kata Daff.
" Sayang di bersihin dong kalau makan, jangan di berantakin begini " kata Ila saat lewat di depan Daff dan Afkar.
" Rasain kena omel " ejek Afkar.
" Salahin Papa juga dong Ma, Papa kan juga ikut ngemil " kata Daff tak terima.
" Ayooo Pa beresin ntar banyak semut, nggak usah tidur sama aku kalau nggak di beresin " kata Ila sambil berjalan kearah kamar.
" Panik nggak.....panik nggak....panik lah masa enggak " kata Daff di sertai dengan muka tengilnya.
" Rasanya tangan ini ingin menonjoknya " gumam Afkar sambil menatap kearah Daff.
________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys🙏