Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 53



" Yeeayyyy Bunda kita menang " kata Gibran sambil memeluk Della.


" Yeaaayyyyy kita menang Ayah kalah huuuuu " kata Della tak kalah heboh.


" Ternyata bahagia itu sangat sederhana " kata Akhtar dalam hati.


" Yaudah dehhh kalian berdua lanjut main yaa, Bunda mau masak dulu " kata Della.


" Mau di bantuin nggak ? " kata Akhtar.


" Gibran juga mau bantu " timpal Gibran, sehingga membuat Della terlihat berpikir.


" Mmm mending nggak usah dehh, nanti dapur Bunda berantakan karena kalian " kata Della sambil berjalan kearh dapur.


" Bunda " teriak Gibran, sehingga membuat Della menghentikan langkahnya.


" Iya, kenapa sayang ? " kata Della sambil berbalik kearah Gibran.


" Hati-hati yaa masaknya, jangan sampai kena cipratan minyak panas " kata Gibran, sehingga membuat Della terkekeh.


" Okee sayangkuuu " kata Della sambil melanjutkan langkahnya ke dapur.


" Ayah tadi Gibran dapat tugas " kata Gibran.


" Tugas apa Nak ? " kata Akhtar, sehingga membuat Gibran mengambil buku yang ada di depannya.


" Matematika, Ayah tau nggak ini jawabannya berapa ? " kata Gibran sambil menunjuk salah satu soal yang ada di bukunya.


" Gibran dengerin Ayah baik-baik Nak. gini dehh, kalau kamu nanya Ayah 1 + 1 terus Ayah jawab 2. Gibran dapat kepuasan nggak ? " tanya Akhtar, sehingga membuat Gibran menggeleng pelan.


" Jika seandainya kamu mencari jawabnnya sendiri. lebih merasa puas dengan yang mana ? " timpal Akhtar.


" Lebih puas kalau aku dapat sendiri, tapi Gibran nggak ngerti caranya Ayah " kata Gibran, sehingga membuat Akhtar mengelus kepala Gibran.


" Okee Ayah jelasin caranya, tapi setelah itu harus kerja sendiri ya, jangan minta jawaban sama Ayah " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran, sehingga membuat Akhtar menjelaskan cara kerja tugas Gibran sampai Gibran paham.


" Sayang minta tolong beliin shampo dong, aku mau mandi sore tapi baru inget ternyata shamponya habis " kata Della yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.


" Okee " kata Akhtar sambil berdiri dari duduknya.


" Sayang shamponya bukan merek yang dulu yaa, aku ganti shampo " kata Della.


" Terus merek shampo kamu yang sekarang apa ? " kata Akhtar sambil berbalik kearah Della.


" Aduhhh aku lupaa. iklannya gini nihh, Aku ? jadi duta shampo lain ? hahahahahah. gitu sayang " kata Della.


" Yang jelas dong sayang " kata Akhtar.


" Della benar-benar lupaa Mas, pokoknya yang iklannya Anggun C Sasmi " kata Della.


" Yaudah kalau gitu Ayah berangkat, Gibran mau nitip sesuatu Nak ? " kata Akhtar sambil beralih menatap Gibran.


" Gibran mau ikut " kata Gibran.


" Yaudah ayokk, pamit dulu sama Bunda " kata Akhtar, sehingga membuat Gibran segera menyalimi tangan Della.


" Jalan kaki ? " tanya Gibran sambil mendongakkan kepalanya menatap Akhtar.


" Iya kan supermarket nya dekat Nak " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran.


Saat sampai di supermarket Akhtar bingung shampo mana yang di maksud istrinya.


" Gibran tau nggak shampo yang di maksud Bunda yang mana ? " kata Akhtar.


" Nggak tauu " kata Gibran, sehingga membuat Akhtar bertanya ke salah satu pegawai yang ada di sana.


" Mbak maaf sebelumnya, tapi shampo yang iklannya Anggun itu yang mana ya Mbak ? yang jadi duta shampo lain katanya Mbak " kata Akhtar, sehingga membuat pegawai supermarket tersebut menahan tawanya.


" Ooo gitu yaa, makasih ya Mbak " kata Akhtar sambil mengambil shampo tersebut sambil menggandeng tangan Gibran.


" Suami Idaman " kata pegawai tersebut sambil terus memperhatikan Akhtar.


Sementara di rumah Afkar, Daff sedang menyusun kata-kata agar Papanya ingin menuruti kemauannya.


" Paaa...." panggil Daff.


" Apa ? " kata Afkar sambil beralih menatap Daff yang tengah duduk di sampingnya.


" Pasang Wi-fi enak nih kayaknya " kata Daff.


" Nggak yaaa, nggak adaa nanti kamu game terus lagi kerjaannya " kata Afkar sewot.


" Astaga Papa, Papa tuh jangan su'udzon dulu. Daff tuh punya kelas online, Ayah Akhtar aja udah pasang kemarin buat Gibran " protes Daff.


" Haddeeuuhhhh duit lagi astagaaa " kata Afkar dalam hati.


" Yaudah besok siang " kata Afkar.


" Ngapain besok siang ? " tanya Daff.


" Cariin jodoh buat kucing-kucing centil pengganti Elizabeth, yaaa pasang Wi-fi lahh " kata Afkar.


" Makasih Papa broooo, luv you " kata Daff sambil mencium pipi Afkar.


" Geli banget sumpah " gumam Afkar.


" Ehhhhh enaknya password Wi-fi nya apa yaa Daff ? " timpal Afkar.


" Pikir sendiri " kata Daff.


" Tega yaaa kamu beiibbb, udah Wi-fi Papa yang pasang, masa password di suruh mikir sendiri " kata Afkar.


" Yaaa bener dong passwordnya PIKIR SENDIRI " kata Daff sambil menekankan kata pikir sendiri.


" Bener-bener yeee lu Jaenuddin " kata Afkar kesal.


" Astaga Papa broooo, maksudnya passwordnya itu pikir sendiri, bukan Papa yang aku suruh mikir sendiri " kata Daff menjelaskan.


" Owwhhhh bilang dong " kata Afkar.


" Udah dehhh, udah nggak mood ganti aja Afkar 123 " kata Daff.


" Apaan Afkar 123, mau belajar menghitung lo " kata Afkar sewot.


" Terserah Papa brooo aja deh, Daff capek " kata Daff.


" Sayang di bersihin dong kalau makan, jangan di berantakin begini " kata Ila saat lewat di depan Daff dan Afkar.


" Rasain kena omel " ejek Afkar.


" Salahin Papa juga dong Ma, Papa kan juga ikut ngemil " kata Daff tak terima.


" Ayooo Pa beresin ntar banyak semut, nggak usah tidur sama aku kalau nggak di beresin " kata Ila sambil berjalan kearah kamar.


" Panik nggak.....panik nggak....panik lah masa enggak " kata Daff di sertai dengan muka tengilnya.


" Rasanya tangan ini ingin menonjoknya " gumam Afkar sambil menatap kearah Daff.


________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys🙏