
" Maaa jemput Daff yukk " kata Afkar sambil menatap Ila.
" Jemputnya besok pagi aja yaa Mas ini udah jam 2 pagi lo " kata Ila sambil melihat jam yang ada di dinding kamarnya.
" Kangen banget sumpah " kata Afkar sambil menghembuskan nafasnya kasar.
" Yaaa makanya kamu tidur dulu, besok pagi baru kita jemput nggak enak juga kan kalau kita datang jam 2 pagi ke rumah Kak Akhtar apalagi Della lagi hamil dan harus banyak-banyak istirahat, aku yakin Daff aman kok di sana " kata Ila.
" Telepon boleh nggak ? " kata Afkar sehingga membuat Ila menggeleng cepat.
" Jam segini Daff pasti udah tidur, heran banget dehh kalau lagi sama anaknya ribut mulu ehhhh giliran pisah baru beberapa jam udah kangen lagi " kata Ila sambil menggelengkan kepalanya.
" Yaaa karena Daff anak aku dan kesayangan aku " kata Afkar.
" Iyaaa iyaaa sekarang tidur dulu yaaa " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.
" Selamat tidur anak gantengku yang keberadaanya lumayan jauh dari Papa gantengnya " kata Afkar sambil memejamkan matanya.
" Dasar bucin " kata Ila dalam hati sambil ikut memejamkan matanya.
Keesolan harinya, pagi-pagi sekali Afkar sudah bergegas untuk menjemput Daff.
" Maaa berangkat yaaa " kata Afkar sambil mengambil kunci mobil.
" Ehhhh ini masih jam setengah 6 lo Paa, nggak kepagian ? " kata Ila.
" Sarapan dulu yaaa " timpal Ila.
" nanti aja pas balik Maaa " kata Afkar.
" Yaudah hati-hati " kata Ila sambil mencium punggung tangan Afkar.
" Iyaaa sayang " kata Afkar sambil memcium kening dan kedua pipi Ila.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini mobil Afkar sudah terparkir rapi di halaman rumah Akhtar.
" Assalamu'alaikum orang ganteng datang " kata Afkar bertepatan saat Akhtar membuka pintu rumahnya.
" Wa'alaikumsalam, ada apa ? " kata Akhtar.
" Anak gue mana Bang ? " kata Afkar.
" Masih tidur kayaknya " kata Akhtar.
" Mau jemput Daff " kata Della saat melihat Afkar duduk di samping suaminya.
" Yaiyalahhh gara-gara lu nggak ngijinin Daff balik ama gue, gue jadi kagak bisa tidur semalam " kata Afkar sewot.
" Dihhhh lebay " kata Della, sehingga membuat Afkar kesal.
" Ehhhh ada Papa " kata Daff yang sedang menuruni tangga bersama Gibran.
" Jaenuddin I miss you " kata Afkar berkaca-kaca saat melihat Daff.
" Gak usah sok pasang wajah melas dehhh, Papa kagak pantes " kata Daff, sehingga membuat Della terkekeh.
" Ngeselin banget sih " kata Afkar ketika Daff memasang wajah tengilnya.
" Yaaa lagian kenapa mukanya di gituin ? " kata Daff sambil duduk disamping Afkar.
" Papa tuhh kangen sama kamu, udahh ahhh kangennya Papa pending ajaa " kata Afkar.
" Dihhh ngambek kayak bocah " kata Daff yang lagi-lagi membuat Della tertawa.
" Kemarin malam kan kamu juga nggak bisa tidur Daff, gara-gara kangen sama Papa Afkar " celetuk Gibran, sehingga membuat Daff cengengesan.
" Yaaaa ketahuan dehhh, iyaaa Daff juga kangen sama Papa broo " kata Daff sambil memeluk Afkar.
" Nggak sarapan dulu Dek ? " kata Akhtar.
" Lain kali aja dehh, soalnya Ila juga lagi masak di rumah " kata Afkar yang diangguki oleh semuanya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini Afkar dan Daff sudah sampai di rumah.
" Mamaaaaaa " teriak Daff sambil berlari menghampiri Ila.
" Haii sayang " kata Ila sambil mencium kedua pipi Daff secara bergantian.
" Sarapan dulu yukk " kata Ila.
" Maaa Daff mau sarapan ayam kriuk-kriuk " kata Daff.
" Mmmm kayaknya Mama juga mau nasi padang dehhh Daff " kata Ila sambil melirik kearah Afkar.
" Jadinya mau apa nih, Ayam kriuk-kriuk atau nasi padang ? " kata Afkar sambil memandang kearah Ila dan Daff secara bergantian.
" Nasi padang sama ayam kriuk-kriuk " kata Ila dan Daff bersamaan.
" Yaudah tunggu dulu, biar Papa pesenin bubur ayam " kata Afkar, sehingga membuat Ila dan Daff saling pandang.
" Papa nggak budek kan ? " tanya Daff.
" Telinga Papa masih berfungsi dengan baik kan ? " timpal Ila.
" Hehhhhh Markonah, Jaenuddin, ini tuhh masih pagi mana ada warung makan buka sepagi ini, yang biasanya buka pagi-pagi itu cuman tukang bubur " kata Afkar sewot.
" Yaaa juga yaaa, yaudah dehhh Mama siapin piringnya dulu " kata Ila sambil berjalan kearah dapur.
" Oiyyaaa btw Papa udah pasang Wi-fi loh di rumah " kata Afkar duduk di sofa sambil menyalakan TV.
" Kapan ? " kata Daff sambil duduk disamping Afkar.
" Kemarin malam pas kamu nginap di rumah Gibran " kata Afkar.
" Wahhhh pinjem hpnya dong Pa " kata Daff sambil mengambil ponsel di tangan Afkar.
" Mau ngapain ? " kata Afkar heran.
" Mau foto lahh, terus nanti Papa masukin di Instagram Papa " kata Daff sambil berpose di depan kamera.
" Mau lihat hasilnya nggak ? " kata Daff.
" Sok cakep banget sumpah, mana coba Papa lihat " kata Afkar, sehingga membuat Daff menyerahkan ponsel tersebut kepada Afka
" Beuuuhhhh gue akuin sih kalau lu cakep " kata Afkar.
" Daff cakep udah dari lahir kali Paa, seluruh alam semesta tau ituuu, oiyyaaa Papa broo password Wi-finya apa ? " kata Daff.
" Afkar imoeet, huruf E nya ada dua " kata Afkar, sehingga membuat Daff menatap aneh kearah Afkar.
" Hahhh ? " kata Daff.
" Yaaa Papa bingung Daff, Afkar 123 kayak apaan banget gitu lohh " kata Afkar menjelaskan.
" Papa, Afkar imoeet itu yang lebih apaan banget, Papa hidup di tahun berapa nulis imut masih imoeet " celetuk Daff.
" Nggak ada habisnya yaaa perkara Wi-fi " gumam Ila saat mendengar percakapan antara suami dan anaknya.
_______
Jangan lupa like, comment, and vote yaa guyss.