Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 56



" Maaa jemput Daff yukk " kata Afkar sambil menatap Ila.


" Jemputnya besok pagi aja yaa Mas ini udah jam 2 pagi lo " kata Ila sambil melihat jam yang ada di dinding kamarnya.


" Kangen banget sumpah " kata Afkar sambil menghembuskan nafasnya kasar.


" Yaaa makanya kamu tidur dulu, besok pagi baru kita jemput nggak enak juga kan kalau kita datang jam 2 pagi ke rumah Kak Akhtar apalagi Della lagi hamil dan harus banyak-banyak istirahat, aku yakin Daff aman kok di sana " kata Ila.


" Telepon boleh nggak ? " kata Afkar sehingga membuat Ila menggeleng cepat.


" Jam segini Daff pasti udah tidur, heran banget dehh kalau lagi sama anaknya ribut mulu ehhhh giliran pisah baru beberapa jam udah kangen lagi " kata Ila sambil menggelengkan kepalanya.


" Yaaa karena Daff anak aku dan kesayangan aku " kata Afkar.


" Iyaaa iyaaa sekarang tidur dulu yaaa " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.


" Selamat tidur anak gantengku yang keberadaanya lumayan jauh dari Papa gantengnya " kata Afkar sambil memejamkan matanya.


" Dasar bucin " kata Ila dalam hati sambil ikut memejamkan matanya.


Keesolan harinya, pagi-pagi sekali Afkar sudah bergegas untuk menjemput Daff.


" Maaa berangkat yaaa " kata Afkar sambil mengambil kunci mobil.


" Ehhhh ini masih jam setengah 6 lo Paa, nggak kepagian ? " kata Ila.


" Sarapan dulu yaaa " timpal Ila.


" nanti aja pas balik Maaa " kata Afkar.


" Yaudah hati-hati " kata Ila sambil mencium punggung tangan Afkar.


" Iyaaa sayang " kata Afkar sambil memcium kening dan kedua pipi Ila.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini mobil Afkar sudah terparkir rapi di halaman rumah Akhtar.


" Assalamu'alaikum orang ganteng datang " kata Afkar bertepatan saat Akhtar membuka pintu rumahnya.


" Wa'alaikumsalam, ada apa ? " kata Akhtar.


" Anak gue mana Bang ? " kata Afkar.


" Masih tidur kayaknya " kata Akhtar.


" Mau jemput Daff " kata Della saat melihat Afkar duduk di samping suaminya.


" Yaiyalahhh gara-gara lu nggak ngijinin Daff balik ama gue, gue jadi kagak bisa tidur semalam " kata Afkar sewot.


" Dihhhh lebay " kata Della, sehingga membuat Afkar kesal.


" Ehhhh ada Papa " kata Daff yang sedang menuruni tangga bersama Gibran.


" Jaenuddin I miss you " kata Afkar berkaca-kaca saat melihat Daff.


" Gak usah sok pasang wajah melas dehhh, Papa kagak pantes " kata Daff, sehingga membuat Della terkekeh.


" Ngeselin banget sih " kata Afkar ketika Daff memasang wajah tengilnya.


" Yaaa lagian kenapa mukanya di gituin ? " kata Daff sambil duduk disamping Afkar.


" Papa tuhh kangen sama kamu, udahh ahhh kangennya Papa pending ajaa " kata Afkar.


" Dihhh ngambek kayak bocah " kata Daff yang lagi-lagi membuat Della tertawa.


" Kemarin malam kan kamu juga nggak bisa tidur Daff, gara-gara kangen sama Papa Afkar " celetuk Gibran, sehingga membuat Daff cengengesan.


" Yaaaa ketahuan dehhh, iyaaa Daff juga kangen sama Papa broo " kata Daff sambil memeluk Afkar.


" Nggak sarapan dulu Dek ? " kata Akhtar.


" Lain kali aja dehh, soalnya Ila juga lagi masak di rumah " kata Afkar yang diangguki oleh semuanya.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini Afkar dan Daff sudah sampai di rumah.


" Mamaaaaaa " teriak Daff sambil berlari menghampiri Ila.


" Haii sayang " kata Ila sambil mencium kedua pipi Daff secara bergantian.


" Sarapan dulu yukk " kata Ila.


" Maaa Daff mau sarapan ayam kriuk-kriuk " kata Daff.


" Mmmm kayaknya Mama juga mau nasi padang dehhh Daff " kata Ila sambil melirik kearah Afkar.


" Jadinya mau apa nih, Ayam kriuk-kriuk atau nasi padang ? " kata Afkar sambil memandang kearah Ila dan Daff secara bergantian.


" Nasi padang sama ayam kriuk-kriuk " kata Ila dan Daff bersamaan.


" Yaudah tunggu dulu, biar Papa pesenin bubur ayam " kata Afkar, sehingga membuat Ila dan Daff saling pandang.


" Papa nggak budek kan ? " tanya Daff.


" Telinga Papa masih berfungsi dengan baik kan ? " timpal Ila.


" Hehhhhh Markonah, Jaenuddin, ini tuhh masih pagi mana ada warung makan buka sepagi ini, yang biasanya buka pagi-pagi itu cuman tukang bubur " kata Afkar sewot.


" Yaaa juga yaaa, yaudah dehhh Mama siapin piringnya dulu " kata Ila sambil berjalan kearah dapur.


" Oiyyaaa btw Papa udah pasang Wi-fi loh di rumah " kata Afkar duduk di sofa sambil menyalakan TV.


" Kapan ? " kata Daff sambil duduk disamping Afkar.


" Kemarin malam pas kamu nginap di rumah Gibran " kata Afkar.


" Wahhhh pinjem hpnya dong Pa " kata Daff sambil mengambil ponsel di tangan Afkar.


" Mau ngapain ? " kata Afkar heran.


" Mau foto lahh, terus nanti Papa masukin di Instagram Papa " kata Daff sambil berpose di depan kamera.


" Mau lihat hasilnya nggak ? " kata Daff.


" Sok cakep banget sumpah, mana coba Papa lihat " kata Afkar, sehingga membuat Daff menyerahkan ponsel tersebut kepada Afka



" Beuuuhhhh gue akuin sih kalau lu cakep " kata Afkar.


" Daff cakep udah dari lahir kali Paa, seluruh alam semesta tau ituuu, oiyyaaa Papa broo password Wi-finya apa ? " kata Daff.


" Afkar imoeet, huruf E nya ada dua " kata Afkar, sehingga membuat Daff menatap aneh kearah Afkar.


" Hahhh ? " kata Daff.


" Yaaa Papa bingung Daff, Afkar 123 kayak apaan banget gitu lohh " kata Afkar menjelaskan.


" Papa, Afkar imoeet itu yang lebih apaan banget, Papa hidup di tahun berapa nulis imut masih imoeet " celetuk Daff.


" Nggak ada habisnya yaaa perkara Wi-fi " gumam Ila saat mendengar percakapan antara suami dan anaknya.


_______


Jangan lupa like, comment, and vote yaa guyss.