
" Ahhhh mantapnya bertambah dua kali lipat karena dimakan langsung dari pohonnya " kata Della.
" Sayang kamu puas kan ? ini semua Bunda lakukan untuk kamu lohh, tapi jangan bilang-bilang sama Ayah kamu yaa, nanti Bunda yang kena imbasnya padahal kan kamu yang mau, iyaa kan ? " kata Della sambil mengelus perutnya.
" Sayang ka...." kata Della terpotong karena teriakan Akhtar.
" Dellaa turun " teriak Akhtar datar.
" Mas Avatar " kata Della kaget.
" Turun sekarang ! " kata Akhtar datar, namun terdengar garang.
" Iyaaa iyaa ini juga mau turun " kata Della pasrah.
" Mas Avatar... Della nggak bisa turun sendiri ternyata tinggi banget " kata Della takut, sehingga membuat Akhtar langsung menghembuskan nafasnya kasar.
" Naiknya bisa giliran mau turun nggak bisa, gimana sih ? " kata Akhtar datar yang hanya dibalas cengiran khas Della.
" Nggak usah cengar-cengir ini nggak lucu " kata Akhtar sambil mengambil tangga agar Della bisa turun.
" Nggak mau turun pakai ini, maunya di gendong " kata Della sambil merentangkan tangannya kearah Akhtar.
" Nggak usah manja, buruan turun " kata Akhtar datar sambil memegang tangga tersebut, sehingga membuat Della mau tak mau langsung turun.
" Sayang kamu marah yaa ? " kata Della, namun tak ditanggapi oleh Akhtar.
" Sa....." kata Della terhenti karena Akhtar langsung masuk kedalam rumah meninggalkan Della.
" Kayaknya Ayah kamu benar-benar marah dehh sama Bunda Baby, padahal ini kan maunya kamu kesel deh " kata Della sambil mengelus perutnya, kemudian masuk menyusul Akhtar.
" Sayang jangan marah dong plisss " kata Della sambil duduk disamping Akhtar.
" Kamu mikir nggak sih kalau kamu sekarang sedang hamil, bagaimana jika terjadi apa-apa sama kandungan kamu saat kamu manjat tadi ? mikir Dell, sekarang kamu nggak sendiri lagi tapi di perut kamu ada baby kita " kata Akhtar kesal.
" Tapi kan ini keamauan baby juga Mas Avatar " kata Della berkaca-kaca.
" Memangnya nggak ada cara lain selain manjat ? kan kamu bisa minta tolong sama Bi inah " kata Akhtar datar sambil berjalan kearah kamar meninggalkan Della.
" Baby hiks..hiks gimana nih ? Ayah kayaknya marah besar sama Bunda, padahal kan Bunda cuman mau menuruti keinginan kamu hiks..hiks " kata Della sambil mengusap perutnya, kemudian berjalan menyusul Akhtar.
Saat Della membuka pintu kamar yang dilihat pertama kali adalah Akhtar yang sedang berbaring, sehingga membuat Della berjalan mengahampiri Akhtar, namun tiba-tiba perutnya langsung keram.
" Akkhhhhh " pekik Della sambil memegang perutnya, sehingga membuat Akhtar langsung terbangun dan buru-buru menghampiri Della.
" Perut aku keram Mas " kata Della sambil memegang perutnya, sehingga membuat Akhtar panik.
" Kita ke rumah sakit yaaa " kata Akhtar panik.
" Nggak usah Mas, kata Mommy Fiah perut keram hal yang wajar bagi Ibu hamil " kata Della, sehingga membuat Akhtar kembali duduk disamping Della sambil mengelus perut Della.
" Lahh kok sakitnya berkurang Mas, kayaknya baby kita kangen sama kamu dehh " kata Della.
" Kamu kangen sama Ayah Nak ? kamu kaget yaaa karena Ayah marah-marah sama Bunda ? maaf yaaa baby " kata Akhtar lembut sambil mencium perut Della lama, sehingga membuat Della tersenyum.
" Lain kali kalau mau apa-apa tunggu Ayah pulang dulu yaa Nak, biar Ayah yang cariin apapun yang kamu mau, supaya kejadian seperti tadi tidak terulang lagi " kata Akhtar sambil melirik Della.
" Maaf " kata Della sambil menunduk, sehingga membuat Akhtar langsung memeluk Della.
" Jangan lagi yaa, ini semua demi kabaikan kamu dan baby kita " kata Akhtar yang diangguki oleh Della.
" Janji yaa jangan di ulangi lagi " kata Akhtar.
" Hmmm janji " kata Della sambil mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingking Akhtar.
" Masih keram ? " kata Akhtar, sehingga membuat Della menggeleng cepat.
Sementara di tempat Afkar, kini Afkar sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah setelah pekerjaanya di kantor sudah selesai untuk hari ini.
Namun saat di perjalanan pulang tiba-tiba Afkar melihat beberapa siswa SMA sedang tawuran di jalan, sehingga membuat jalanan macet.
" Wahhh kayaknya seru tuhhh kalau gue ikutan " kata Afkar.
" Ehhh bentar-bentar ini pasti ulah si junior nihh, gue kan anak baik-baik dan nggak pernah ada niatan buat tawuran, okeee junior maaf yaa Nak kali ini permintaan kamu nggak Papa turutin dulu " kata Afkar.
" Ehhhh tapi kalau nggak di turutin nanti si junior malah ileran, kalau di turutin nanti gue yang malah kena omel sama si Ila. aduhhh junior kamu benar-benar buat Papa bimbang " kata Afkar sambil memijit kepalanya.
" Udaahh ahhhh mending gue turutin maunya junior aja daripada anak gue ileran, masalah Ila mah urusan belakangan kalau nggak ada yang ngasih tau gue ikut tawuran dia mana tau " kata Afkar sambil turun dari mobil kemudian berlari menghampiri para siswa SMA tersebut.
Baru saja Afkar mendekat dia sudah kena pukul duluan, sehingga membuat ujung bibirnya berdarah.
" Wahhhh berani lo yeee sama orang tua, walaupun muka gue masih imut-imut gini tapi umur gue lebih tua daripada lu, sopan dikit napa " kata Afkar sambil menunjuk siswa yang memukulinya.
" Ahhhhh berisik " kata Siswa tersebut sambil memukul kembali perut Afkar.