Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 6



Keesokan harinya Afkar terbangun dari tidurnya dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari wajahnya, kemudian beralih menatap Ila yang masih tertidur pulas, sehingga membuat Afkar tidak tega membangunkan Ila.


" Ahhhh masih jam 4 pagi mending gue mandi sama sholat duluan, nanti aja bangunin Ila " kata Afkar sambil berjalan kekamar mandi.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Afkar langsung berjalan kearah Ila.


" Sayang bangun dulu yukk, ayooo sholat dulu " kata Afkar sambil menepuk pipi Ila pelan, sehingga membuat Ila menggeliat.


" Hmmmm udah pagi yaa " kata Ila dengan suara khas bangun tidur.


" Iyaaa tidurnya lanjut nanti lagi ya, sekarang mandi dulu abis tuh sholat subuh " kata Afkar yang diangguki oleh Ila.


" Bisa jalan ? atau mau digendong ? " kata Afkar.


" Aku bisa jalan sendiri kok " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.


Setelah selesai sholat, Afkar langsung turun kebawah untuk menyiapkan sarapan untuk Ila, namun terhenti karena ada yang mengetok pintu rumah, sehingga membuat Afkar berjalan kearah pintu.


" Assalamu'alaikum Den " kata Mbak Intan, asisten rumah tangga Fiah.


" Wa'alaikumsalam, ehhh Mbak Intan udah datang, masuk Mbak " kata Afkar.


" Aden lagi apa ? " kata Mbak Intan.


" Ehhh ini Mbak buat sarapan buat Istri tercinta " kata Afkar.


" Ehhhh biar Mbak aja Den " kata Mbak Intan.


" Nggak usah Mbak, mending Mbak ngerjain yang lain aja " kata Afkar.


" Wahhhh beruntung banget yaa Nona Ila punya suami kayak Aden, laki-laki zaman sekarang mahh mana ada yang mau terjun langsung kedapur Den, oiyya emang Aden mau masak apa ? " kata Mbak Intan.


" Buat yang simpel aja Mbak nasi goreng hehehe " kata Afkar sambil terkekeh diujung kalimatnya.


" Yaudah Den sok dilanjutin lagi, Mbak mau bersih-bersih dulu " kata Mbak Intan.


" Okeee Mbak " kata Afkar sambil fokus kembali ke masakannya.


Saat Afkar fokus memasak, Afkar tidak menyadari kedatangan Ila yang ada disampingnya.


" Sayang maaf yaa gara-gara aku telat bangun, kamu jadi repot kayak gini " Kata Ila senduh, sehingga membuat Afkar langsung beralih menatap Ila.


" Hehhhh kok ngomong gitu hmmm ? " kata Afkar.


" Yaaaa kan seharusnya aku yang masak, kan itu sudah tugas aku sebagai istri " kata Ila.


" Emangnya seorang suami nggak boleh masakin istrinya ? " kata Afkar sambil menyajikan nasi goreng buatannya kedalam piring.


Baru saja Ila ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti karena Afkar langsung menggandeng tangan Ila ke meja makan.


" Udah ahhh nggak usah di lanjutin, ayooo sarapan dulu " kata Afkar sambil menarikkan kursi untuk Ila duduk.


" Aisshhhh kok mukanya masih sedih sih ? " kata Afkar.


" Aku nggak enak sama kamu, seharusnya kan aku yang masak " kata Ila, sehingga membuat Afkar menghembuskan nafasnya kasar.


" Sayangkuuu, cintakuuuu, dengar yaaa Abi pernah bilang ke aku, katanya wanita itu akan menjadi ratu ketika dia berada di tangan lelaki yang tepat dan aku ingin kamu merasa seperti ratu karena berada di sisiku " kata Afkar, sehingga membuat Ila terharuh.


" Lahhh kok nangis " kata Afkar heran.


" Udahhh ahhh sekarang makan yaaa " kata Afkar sambil menyuapi Ila.


" Hmmmm enak banget, sekarang giliran kamu yaaa " kata Ila yang juga menyuapi Afkar.


Setelah selesai sarapan kini Afkar bersiap-siap untuk kekantor.


" Sayang aku berangkat yaaa " kata Afkar sehingga membuat Ila langsung menyalimi tangan Afkar.


" Hati-hati " kata Ila, sehingga membuat Afkar mengecup pipi Ila sekilas.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Sementara di tempat Akhtar dan Della, kini mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Akhtar yang sedang bersiap-siap ke kantor, sedangkan Della tengah sibuk didapur.


" Mas Avatarrr makanan udah siappp " teriak Della dari arah dapur.


" Iya bentar " kata Afkar sambil berjalan kearah meja makan.


" Nih makan dulu, udah Della siapin " kata Della sambil menyodorkan piring kearah Akhtar.


" Kamu yang masak ? " kata Akhtar yang diangguki oleh Della.


Saat Akhtar memakan makanan yang di sodorkan Della, Akhtar langsung memuntahkan makanan tersebut di tissu.


" Kenapa ? nggak enak yaa ? " kata Della sambil menuangkan air untuk Akhtar.


" Asin " kata Akhtar setelah meminum air yang diberikan oleh Della.


" Yaudah lahhh aku berangkat yaa, sarapannya di kantor aja " kata Akhtar.


" Ihhh kok Mas nggak romantis banget sih, biasanya yaa di novel yang Della baca kalau istrinya masaknya keasinan suami tetep kekeh buat makan masakan istrinya, buat menghargai istrinya yang sudah capek-capek masak " cerocos Della.


" Suami yang seperti itu hanya ada di novel Della " kata Akhtar datar.


" Bentar-bentar, Della jangan bilang kalau kamu sengaja naruh garamnya kebanyakan hanya untuk melihat reaksi aku ? " kata Akhtar yang diangguki oleh Della.


" Iyaaa soalnya Della penasaran, Della juga mau di romantisin sama Mas " kata Della.


" Lain kali jangan gitu lagi yaaa " kata Akhtar yang diangguki oleh Della.


" Yaudah kalau gitu Mas berangkat, kalau ada apa-apa langsung hubungi Mas, urusan bersih-bersih rumah biar Mbak aja, okeee " kata Akhtar.


" Siap Mas Avatar " kata Della sambil hormat, kemudian menyalimi tangan Akhtar.


" Baik-baik di rumah ya " kata Akhtar sambil memeluk Della.


" Cium dulu " kata Della sambil menunjuk dahinya.


" Sabar " kata Akhtar sambil mencium kening Della.


" Assalamu'alaikum " kata Akhtar


" Wa'alaikumsalam " kata Della.