
11 Tahun kemudian.....
Abidzar Gibran Al-Gifary
Muhammad Al-Qadafi
Kini baik Gibran maupun Daff sudah berusia 16 tahun dan sudah menduduki kelas 11 SMA dan Gibran juga sudah memiliki Adik perempuan yang kini berumur 11 tahun yang di beri nama Dzamira Riyya Sadiqah yang kini sudah duduk di bangku kelas 5 SD.
Pagi hari setelah sarapan Afkar langsung berpamitan kepada Ila untuk berangkat ke kantor.
" Ma aku langsung ke kantor yaaa " kata Afkar setelah menyelesaikan sarapannya.
" Tumben nggak pake baju rapi ? " kata Ila saat melihat Afkar masih mengenakan baju kaos.
" Cuman mau ngecek berkas aja kok abis itu balik lagi " kata Afkar.
" Ohhhh yaudah hati-hati yaaa " kata Ila.
" Kok yaudah sih ? " kata Afkar cemberut.
" Yaaa teruss ? " kata Ila bingung.
" Cium " kata Afkar sambil menunjuk bibirnya.
Daff yang sedari tadi masih menikmati sarapannya akhirnya angkat bicara.
" Hehh Papa aku aduin ke Abi Fauzan yeee ciam cium mulu " kata Daff protes.
" Masalah ? " kata Afkar.
" Yaaa msalah lahhh " kata Daff.
" Yaa apa masalahnya, lu ngomong dong kalau nggak terima maju sini " kata Afkar sambil berdiri dari duduknya.
" Yaaa Papa santai dong, kok nyolot " kata Daff yang juga ikut berdiri.
" Habisnya lu nggak terima gue nyium istri gue " kata Afkar.
" Hmmm mulai lagi dramanya, udah dehhh mending Daff juga siap-siap sekolah sana " kata Ila pusing menyaksikan drama yang di buat oleh suami dan anaknya.
" Siapa tau bisa jadi artis dadakan Ma, iya kan Pa ? " kata Daff sambil berjalan kearah Afkar.
" Yoiiii dong brooo " kata Afkar sambil merangkul Daff, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya.
" Lu mau berangkat sendiri atau di antar Papa ? " kata Afkar.
" Wuissss sama Papa dong, Maaa anak ganteng pamit sekolah dulu yaaa " kata Daff sambil menyalimi tangan Ila sambil mencium kedua pipi Ila.
" Hehhhh bini gue tuhhh pake ciam cium segala " kata Afkar sewot.
" Udah ahhhh jangan mulai lagi, Daff belajar yang bener yaa sayang " kata Ila cepat-cepat menyalimi tangan Afkar, sebelum terjadi perdebatan panjang lagi.
Sementara di rumah Akhtar dan Della, kini mereka masih berada di depan meja makan dan menunggu Dzamira yang masih bersiap di dalam kamarnya.
" Gibran coba kamu cek adik kamu, lama banget siap-siapnya " kata Akhtar.
Baru saja Gibran berdiri dari kursinya untuk memanggil Dzamira, namun terhenti karena Dzamira yang sudah berjalan kearah meja makan.
" Ngapain aja sih Mir, Ayah sama Kakak udah laper lo ini nungguin kamu lama banget " kata Della.
" Hehehee kan Bunda tau kalau Mira perlu memandangi wajah cantik Mira di depan cermin, yaaa sebagai bentuk apresiasi memiliki wajah cantik nan imut ini " kata Mira, sehingga membuat Akhtar dan Gibran hanya menatap heran pada Dzamira, sedangkan Della bangga dengan kepercayaan diri anaknya yang tinggi.
" Apa kamu nggak malu Mir ? " kata Gibran datar.
" Hehhh kenapa adik kamu harus malu ? kan yang adik kamu katakan fakta, seharusnya kamu belajar love my self sama Mira " kata Della.
" Nahhh denger ituuu wahai Kakak gantengku " kata Dzamira bangga.
" Apa yang harus di banggain sih, memiliki wajah ganteng atau cantik bukan sebuah prestasi, nggak usah di banggain bikin malu aja, ja....." kata Gibran terpotong oleh ucapan Dzamira.
" Udahh habisin sarapannya, abis itu berangkat sekolah " kata Akhtar tegas.
Setelah menyelesaikan sarapannya, kini Akhtar berpamitan untuk ke kantor pada Della, begitupula dengan Gibran dan Dzamira yang berpamitan ke sekolah.
" Mira mau bareng Ayah atau Kakak ? " kata Akhtar sambil memandang anak perempuannya.
" Bareng Ayah aja dehh " kata Dzamira.
" Yaudah kalau gitu Kakak duluan, assalamualaikum " kata Gibran sambil menyalimi tangan kedua orang tuanya.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit, kini Gibran sudah sampai di sekolah dan tengah memarkirkan motornya, sementara Daff tengah berjalan pelan-pelan di belakang Gibran untuk mengagetkan sepupunya.
" Jalannya nggak usah ngendap-ngendap kayak gitu " kata Gibran datar, sehingga membuat Daff menghentikan langkahnya.
" Yaaaa nggak asik, kenapa pakai lihat segala sih Kak " kata Daff cemberut.
" Masuk kelas sana, ingat jangan bikin ulah " kata Gibran datar.
" Galak bener sih, iyeee iyee ketua osis yang terhormat " kata Daff kesal.
" Yaudah ayooo " kata Gibran sambil berjalan berdampingan dengan Daff, sehingga membuat para siswi berkumpul melihat ketampanan keduanya.
" Duhhhh Gibran cool banget sih, bismillah calon suami "
" Ihhhhh apaansih lu ngaku-ngaku, dia kan kandidat jodoh gue "
" Daff manis banget gilaaa "
" Ya Allah kalau aku nggak berjodoh dengan Gibran sama adiknya juga aku ikhlas "
Dan masih banyak bisik-bisik para siswi-siswi yang mengagumi paras keduanya.
Saat berada di depan kelas 11 Ips, Daff menghentikan langkahnya yang di ikuti dengan Gibran.
" Belajar yang bener, jangan jailin guru mulu " kata Gibran datar.
" Iyeee kalau gue nggak hilaf ya " kata Daff segera masuk kedalam kelasnya, sehingga membuat Gibran menggelengkan kepalanya sambil melanjutkan langkahnya ke kelas 11 Ipa.
" Assalamu'alaikum semuanyaaaaa " kata Daff sambil berjalan kearah kursinya.
" Walaikumsalam "
" Etdahhhh si Luki sama Riyan belum datang yaaa ? " kata Daff saat melihat bangku sohibnya masih kosong.
" Belum " kata Ratna yang duduk di depan bangku Daff.
" Hehhhh tumben lu nggak nyerocos, sakit luuu ? " kata Daff heran saat melihat Ratna yang biasanya cerewet menjadi irit kata-kata.
" Gue lagi sedih Daff " kata Ratna sambil berbalik kearah Daff, sehingga membuat Daff langsung mengalihkan pandangannya dari Ratna.
" Sedih kenapa lu ? " kata Daff kepo.
" Ishhhh kalau orang ngomong tuh pandangannya jangan dialihkan dong " kata Ratna kesal, karena Daff selalu mengalihkan atau menundukkan pandangannya saat berbicara dengan lawan jenis.
" Gue takut zina mata Memunah, emang lu sedih kenapa dahhh ? " kata Daff.
" Pacar gue selingkuh Daff " kata Ratna berkaca-kaca.
" Yaelahhhhh gue kira apaan, makanya jangan pacaran " kata Daff sambil memutar kedua bola matanya malas.
" Isshhhh lu mah bukannya hibur gue juga, ehhhh Daff gue mau nanya dong " kata Ratna serius.
" Apaan ? " kata Daff sambil melihat kearah papan tulis.
" Emang bener yaa kalau seorang laki-laki membuat pasangannya menangis, maka langkahnya di kutuk oleh para malaikat ? kalau memang bener biar aja tuhh si cowok gue di kutuk sama malaikat " kata Ratna.
" Ehhhh jandanya Fir'aun itu khusus buat yang udah nikah, astagfirullah " kata Daff sambil tepuk jidat.
___________
Jangan lupa tinggalin jejak yaa guys.