Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
Part 65



Setelah Fahmi pulang dari rumah Afkar, Afkar langsung menghampiri Daff yang tengah menghitung uang yang di kasih Fahmi sebelum pulang.


" Daff " kata Afkar sambil duduk di depan Daff.


" Kenapa Papa broo ? " kata Daff.


" Daff kan tadi di kasih uang Uncle Fahmi nih " kata Afkar.


" Terus ? " kata Daff sambil melirik Afkar.


" Uangnya titipin Papa aja biar aman " kata Afkar.


" Apaan, nggak yaaa pasti Papa mau korupsi uang aku kan ? " kata Daff.


" Ya nggak lahh ngawur banget kamu, Papa duitnya udah banyak " kata Afkar serius.


" Hilihhhhh nggak ahhh muka Papa kurang meyakinkan, mending titipin ke Mama lebih aman " kata Daff.


" Yaudah titipin aja semalem Mama cerita mau beli tas, terus Papa belum kasih duit yaa bisa jadi Mama.......pakai duit kamu nanti " kata Afkar berusaha meyakinkan Daff.


" Yang bener Pa ? " timpal Daff.


" Iyalah, makanya sini titipin Papa " kata Afkar, sehingga membuat Daff menyerahkan uang tersebut ke Afkar.


" Wahhh lumayan nihh buat beli token listrik bulan depan " kata Afkar dalam hati.


" Awas aja kalau sampai korupsi " ancam Daff.


" Yaaa nggak mungkin lahh Udin, orang duit Papa banyak " kata Afkar yakin.


" Emangnya Papa di kantor ngapain aja, kok uangnya bisa banyak ? " kata Daff penasaran.


" Pesugihan " kata Afkar bertepatan saat Ila lewat.


" Paaa " tegur Ila.


" Jaenuddin nih Ma pakai nanya segala, Papa banyak uangnya yaa kerja lahh " kata Afkar sewot.


" Dihhh Mama kok mau sih modelan kayak si Papa ? " kata Daff sambil melirik Afkar.


" Papa pakai susuk Daff " kata Ila, sehingga membuat Afkar melotot.


" Maa uang bulanan di potong yaaa " kata Afkar kesal.


" Ehhhh bercanda Paa " kata Ila sambil tersenyum manis kearah Afkar.


" Dah lahh Papa mau ke kamar mandi dulu, kebelet " kata Afkar sambil berlari kearah kamar mandi.


" Maaa diemin Papa yuk " kata Daff tiba-tiba.


" Hehh Daff kamu harus ingat kita nggak boleh diemin Papa " kata Ila dengan nada serius.


" Hahhh, kenapa Ma ? " kata Daff bingung.


" Papa itu ATM berjalan kita, jadi kita nggak boleh ngadi-ngadi sama Papa " kata Ila pura-pura serius.


" Papa tuh beneran pesugihan ya Ma ? " kata Daff.


" Enggak, Papa tuh cuman bercanda astagaaa " kata Ila.


Baru saja Daff ingin menimpali ucapan Ila, namun terhenti karena kedatangan Afkar.


" Lagi ngomongin apa sih ? " kata Afkar yang langsung duduk di samping Daff.


" Ngomongin kamu beibbb " timpal Daff.


" Nggak, kita cuman mikir kok ada yaa orang seganteng Papa gitu lohh " kata Daff.


" Bener banget udah ganteng, lucu, kaya, sholeh, aduhhhh " kata Ila menimpali.


" Kalian berdua kenapa sih tiba-tiba muji Papa ? kalian nggak kerasukan kan ? " kata Afkar heran dengan sikap Istri dan Anaknya.


" Ehhh Bapak dimana-mana orang di puji tuh seneng kek, sumringah kek, lahhh Papa pikirannya jelek mulu " celetuk Daff.


" Udah-udahh jangan debat mulu dehh, Mama mau nyeterika baju dulu " kata Ila sambil berjalan kearah kamar yang di ikuti oleh Daff.


" Maaaa gorengin telur, Daff laper " kata Daff.


" Mama mau nyetrika baju dulu sayang, coba minta tolong sama Papa. ingat yaa minta tolong yang sopan " kata Ila, sehingga membuat Daff berjalan kearah Afkar kembali.


" Paa minta tolong gorengin telur " kata Daff.


" Hmmm " kata Afkar sambil berjalan kearah dapur, sehingga membuat Daff berlari mendahului Afkar ke dapur.


" Hehhh permisi Mas, ini pembantunya mau goreng telur dulu " kata Afkar sambil menyalakan kompor.


" Ehhhh nggak boleh gitu, Daff tadi udah minta tolong yaaa " kata Daff.


" Yaudah iyaaaa " kata Afkar.


" Papa " panggil Daff yang sudah duduk anteng di depan meja makan.


" Udahhh nih makan " kata Afkar sambil membawa telur ceplok di hadapan Daff.


" Makasih Papa " kata Daff.


" Hmmm yaudah makan " kata Afkar sambil duduk di hadapan Daff.


" Tunggu dingin dulu " kata Daff yang diangguki oleh Afkar.


" Oiyyaaa Pa, Daff punya tebak-tebakan kalau Papa bisa jawab Papa emang pintar, tapi kalau Papa nggak bisa jawab traktirin Daff minuman Boba tiap hari " kata Daff.


" Pertanyaan macam apa itu " kata Afkar sewot.


" Udah sih tinggal jawab aja " timpal Daff.


" Yaudah pertanyaannya apa ? " kata Afkar.


" Kalau masuk tanda seru kalau keluar tanda tanya, coba tebak " kata Daff.


" Nambahin beban pikiran gue aja lu Din " kata Afkar.


" Yaudah dehhh Papa nyerah, emang jawabannya apa ? " kata Afkar penasaran.


" Ngupil " timpal Daff.


" Hahhh, kok ngupil ? " kata Afkar heran.


" Coba aja kalau nggak percaya " kata Daff.


" Yang ngajarin siapa hehh ? " kata Afkar.


" Bunda Della " kata Daff.


________


Jangan lupa tinggalin jejak ya guys.