
Setelah Fahmi pulang dari rumah Afkar, Afkar langsung menghampiri Daff yang tengah menghitung uang yang di kasih Fahmi sebelum pulang.
" Daff " kata Afkar sambil duduk di depan Daff.
" Kenapa Papa broo ? " kata Daff.
" Daff kan tadi di kasih uang Uncle Fahmi nih " kata Afkar.
" Terus ? " kata Daff sambil melirik Afkar.
" Uangnya titipin Papa aja biar aman " kata Afkar.
" Apaan, nggak yaaa pasti Papa mau korupsi uang aku kan ? " kata Daff.
" Ya nggak lahh ngawur banget kamu, Papa duitnya udah banyak " kata Afkar serius.
" Hilihhhhh nggak ahhh muka Papa kurang meyakinkan, mending titipin ke Mama lebih aman " kata Daff.
" Yaudah titipin aja semalem Mama cerita mau beli tas, terus Papa belum kasih duit yaa bisa jadi Mama.......pakai duit kamu nanti " kata Afkar berusaha meyakinkan Daff.
" Yang bener Pa ? " timpal Daff.
" Iyalah, makanya sini titipin Papa " kata Afkar, sehingga membuat Daff menyerahkan uang tersebut ke Afkar.
" Wahhh lumayan nihh buat beli token listrik bulan depan " kata Afkar dalam hati.
" Awas aja kalau sampai korupsi " ancam Daff.
" Yaaa nggak mungkin lahh Udin, orang duit Papa banyak " kata Afkar yakin.
" Emangnya Papa di kantor ngapain aja, kok uangnya bisa banyak ? " kata Daff penasaran.
" Pesugihan " kata Afkar bertepatan saat Ila lewat.
" Paaa " tegur Ila.
" Jaenuddin nih Ma pakai nanya segala, Papa banyak uangnya yaa kerja lahh " kata Afkar sewot.
" Dihhh Mama kok mau sih modelan kayak si Papa ? " kata Daff sambil melirik Afkar.
" Papa pakai susuk Daff " kata Ila, sehingga membuat Afkar melotot.
" Maa uang bulanan di potong yaaa " kata Afkar kesal.
" Ehhhh bercanda Paa " kata Ila sambil tersenyum manis kearah Afkar.
" Dah lahh Papa mau ke kamar mandi dulu, kebelet " kata Afkar sambil berlari kearah kamar mandi.
" Maaa diemin Papa yuk " kata Daff tiba-tiba.
" Hehh Daff kamu harus ingat kita nggak boleh diemin Papa " kata Ila dengan nada serius.
" Hahhh, kenapa Ma ? " kata Daff bingung.
" Papa itu ATM berjalan kita, jadi kita nggak boleh ngadi-ngadi sama Papa " kata Ila pura-pura serius.
" Papa tuh beneran pesugihan ya Ma ? " kata Daff.
" Enggak, Papa tuh cuman bercanda astagaaa " kata Ila.
Baru saja Daff ingin menimpali ucapan Ila, namun terhenti karena kedatangan Afkar.
" Lagi ngomongin apa sih ? " kata Afkar yang langsung duduk di samping Daff.
" Ngomongin kamu beibbb " timpal Daff.
" Nggak, kita cuman mikir kok ada yaa orang seganteng Papa gitu lohh " kata Daff.
" Bener banget udah ganteng, lucu, kaya, sholeh, aduhhhh " kata Ila menimpali.
" Kalian berdua kenapa sih tiba-tiba muji Papa ? kalian nggak kerasukan kan ? " kata Afkar heran dengan sikap Istri dan Anaknya.
" Ehhh Bapak dimana-mana orang di puji tuh seneng kek, sumringah kek, lahhh Papa pikirannya jelek mulu " celetuk Daff.
" Udah-udahh jangan debat mulu dehh, Mama mau nyeterika baju dulu " kata Ila sambil berjalan kearah kamar yang di ikuti oleh Daff.
" Maaaa gorengin telur, Daff laper " kata Daff.
" Mama mau nyetrika baju dulu sayang, coba minta tolong sama Papa. ingat yaa minta tolong yang sopan " kata Ila, sehingga membuat Daff berjalan kearah Afkar kembali.
" Paa minta tolong gorengin telur " kata Daff.
" Hmmm " kata Afkar sambil berjalan kearah dapur, sehingga membuat Daff berlari mendahului Afkar ke dapur.
" Hehhh permisi Mas, ini pembantunya mau goreng telur dulu " kata Afkar sambil menyalakan kompor.
" Ehhhh nggak boleh gitu, Daff tadi udah minta tolong yaaa " kata Daff.
" Yaudah iyaaaa " kata Afkar.
" Papa " panggil Daff yang sudah duduk anteng di depan meja makan.
" Udahhh nih makan " kata Afkar sambil membawa telur ceplok di hadapan Daff.
" Makasih Papa " kata Daff.
" Hmmm yaudah makan " kata Afkar sambil duduk di hadapan Daff.
" Tunggu dingin dulu " kata Daff yang diangguki oleh Afkar.
" Oiyyaaa Pa, Daff punya tebak-tebakan kalau Papa bisa jawab Papa emang pintar, tapi kalau Papa nggak bisa jawab traktirin Daff minuman Boba tiap hari " kata Daff.
" Pertanyaan macam apa itu " kata Afkar sewot.
" Udah sih tinggal jawab aja " timpal Daff.
" Yaudah pertanyaannya apa ? " kata Afkar.
" Kalau masuk tanda seru kalau keluar tanda tanya, coba tebak " kata Daff.
" Nambahin beban pikiran gue aja lu Din " kata Afkar.
" Yaudah dehhh Papa nyerah, emang jawabannya apa ? " kata Afkar penasaran.
" Ngupil " timpal Daff.
" Hahhh, kok ngupil ? " kata Afkar heran.
" Coba aja kalau nggak percaya " kata Daff.
" Yang ngajarin siapa hehh ? " kata Afkar.
" Bunda Della " kata Daff.
________
Jangan lupa tinggalin jejak ya guys.