
" Permisi numpang lewat ya wakk, mari....." kata Daff yang tiba-tiba berdiri di depan kamar Afkar dan Ila yang tidak tertutup tersebut.
" Ehhhh lewat mahh lewat ajaa, jangan ngintip ya nanti gue puter juga pala lu " timpal Afkar.
" Santai Pak ini juga mau pergi, emang dehh Indonesia milik kalian berdua " kata Daff sambil berjalan kearah kamarnya yang berada di samping kamar orang tuanya.
" Ehhhh kayaknya ada yang kelupaan nih " gumam Daff sambil berjalan kembali kearah kamar orang tuanya.
" Permisi......" kata Daff yang tiba-tiba membuka pintu kamar, sehingga membuat Ila refleks melepaskan pelukannya dari Afkar.
" Astagfirullah Jaenuddin apaan lagi ? ganggu waeee " kata Afkar sewot.
" Yaa maaf Pa, Daff cuman mau ngingetin nih kalau besok Daff ada pelajaran mewarnai " kata Daff.
" Terus masalahnya apa Udin ? " kata Afkar.
" Masalahnya Mama udah janji sama Daff kalau hari ini mau nemenin Daff beli pensil warna " kata Daff.
" Astagfirullah hampir aja Mama lupa Daff, bentar ya sayang Mama siap-siap dulu " kata Ila yang ingin bergegas untuk mengambil tas nya, namun langsung di cegah oleh Afkar.
" Nggak boleh yaaa, hari ini Papa udah booking Mama " kata Afkar sambil menarik tangan ila.
" Apaan, orang Daff yang duluan " kata Daff.
" Hehhh Papa udah booking Mama dari tadi pagi ya sist " kata Afkar.
" Anda jangan ngadi-ngadi beib, saya sudah buat janji duluan sama Mama " timpal Daff.
" Hehhh denger yaaa, Mbak Ila itu istri saya jadi suka-suka saya lahh " kata Afkar.
" Mohon maaf tapi Mbak Ila juga Mama saya " kata Daff tak mau kalah.
Baru saja Afkar ingin menimpali ucapan Daff, namun terhenti karena ucapan Ila.
" Udah-udah nggak usah debat dehh, kalian berdua mending di rumah aja. biar Mama berangkat sendiri beliin Daff crayon, Okeee" kata Ila.
" Nggak " kata Afkar dan Daff bersamaan.
" Terus maunya kalian gimana ? " kata Ila sambil memandang keduanya secara bergantian.
" Mama sama Daff " kata Daff
" Sama Papa " timpal Afkar.
" Daff " kata Daff.
" Papa " kata Afkar.
" Udah yaaaa stoppp, emang udah paling bener kalau Mama perginya sendiri, kalian berdua di rumah ajaa okeee " Kata Ila.
" Yaudah dehhh kalau gitu Papa anterin yaaa " putus Afkar.
" Daff ikut " timpal Daff.
" Nggak, nggak usah Mama trauma belanja bareng kalian. terakhir belanja bareng kalian debat di toko hampir satu jam, tapi nggak beli apa-apa. jadi biar Mama sendiri aja " kata Ila, sehingga membuat Afkar dan Daff saling pandang.
" Yaudah dehhh kalau gitu hati-hati yaa bawa mobilnya, kalau ada apa-apa langsung call ya honey " kata Afkar.
" Pasti " kata Ila sambil mencium punggung tangan Afkar.
" Hati-hati yaa Ma " timpal Daff sambil mencium punggung tangan Ila.
" Iya sayang " kata Ila sambil mengusap rambut Daff.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Setelah kepergian Ila, Afkar dan Daff malah saling pandang satu sama lain.
" Apeluuu ? " kata Afkar.
" Dihhh nggak jelas nih bocah " kata Afkar sambil menggelengkan kepalanya.
" Paansih " gumam Daff.
" Ehhhh Jaenuddin mumpung Mama lagi keluar gimana kalau kita main salon-salonan, tapi kamu jadi cewek yaa nanti Papa yang makeup " kata Afkar sambil menaik turunkan alisnya.
" Ihhh ayokk makeup in aku kayak cewek Paa, ayoook " kata Daff antusias.
" Nah kan malah minta di makeup in tanpa pemaksaan, anak gue doang emang yang begini " batin Afkar.
" Okee bentar Papa ambil alatnya dulu, ehhhh sekalian beliin wig dehhh di online shop " kata Afkar sambil mengambil semua makeup Ila dan memakaikannya pada Daff.
" Boleh ngaca nggak ? " kata Daff.
" Sabar, dikit lagi selesai " kata Afkar yang terlihat sibuk.
" Muka aku di apain sih kok nggak boleh ngaca, ini juga kepala aku di pasangin apa kok gatal ? " kata Daff.
" Nahhh udah selesai, nih liat " kata Afkar sambil memberikan cermin pada Daff.
" Wowwww Daff cantik juga yaa Pa, rambutnya beli di mana nih ? " kata Daff saat memandangi dirinya di cermin.
Baru saja Afkar ingin menjawab pertanyaan dari Daff, namun terhenti karena kedatangan Ila.
" Astagaa, hehh kalian ngapain ? " kata Ila saat melihat makeupnya berhamburan di mana-mana.
" Papa Maaa, Papa yang giniin aku huhuhuuuuu " kata Daff drama.
" Acting mode onn, hehh kita berdua udah sepakat yaa buat main ginian. " sindir Afkar.
" Terusss yaa Ma, tadi aku minta makan tapi nggak di kasih sama Papa " kata Daff, sehingga membuat Ila menatap Afkar.
" Sumpah yaaa mulutnya, hehhh Jaenuddin teruss yang makan sup tiga mangkok siapeee ? jangan percaya sama Jaenuddin Ma " kata Afkar.
" Ihhh kan yang Papa kasih makan Jaenuddin bukan Daff dan sekarang Daff kelaparan " kata Daff, sehingga membuat Afkar tepok jidat.
" Udah yaaa debatnya udahan dulu sekarang beresin semua makeup Mama dan simpan di tempat semula, Mama nggak mau tau " kata Ila sambil berjalan kearah kamar mandi.
Sementara di rumah Akhtar, Akhtar sedang memandangi Della yang sedang serius merawat tanamannya di taman belakang rumah.
" Ayah ngapain ? " kata Gibran saat menghampiri Akhtar.
" Gibran coba lihat Bunda " kata Akhtar pada Gibran
" Hmm Bunda kenapa Yah ? " kata Gibran yang ikut menatap Della.
" Bunda cantik yaaa " kata Akhtar.
" Iyaa Bunda cantik banget " kata Gibran lantang, sehingga membuat Della berbalik kearah Akhtar dan Gibran yang tengah berdiri tak jauh dari dirinya.
" Gibran juga ganteng banget kan anaknya Bunda " kata Della sambil berjalan menghampiri Gibran yang sedang tersenyum kearahnya.
" Anak Bunda ? terus anak Ayah mana ? " kata Akhtar sambil melirik Gibran.
" Gibran kan anak Ayah " kata Gibran sambil mendongak menatap Ayahnya.
" Anak Bunda juga " timpal Della.
" Iyaaa anak Ayah sama Bunda " kata Gibran, sehingga membuat Akhtar dan Della terkekeh.
__________
Jangan lupa tinggalin jejak yaa guys.