Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
Part 62



" Permisi numpang lewat ya wakk, mari....." kata Daff yang tiba-tiba berdiri di depan kamar Afkar dan Ila yang tidak tertutup tersebut.


" Ehhhh lewat mahh lewat ajaa, jangan ngintip ya nanti gue puter juga pala lu " timpal Afkar.


" Santai Pak ini juga mau pergi, emang dehh Indonesia milik kalian berdua " kata Daff sambil berjalan kearah kamarnya yang berada di samping kamar orang tuanya.


" Ehhhh kayaknya ada yang kelupaan nih " gumam Daff sambil berjalan kembali kearah kamar orang tuanya.


" Permisi......" kata Daff yang tiba-tiba membuka pintu kamar, sehingga membuat Ila refleks melepaskan pelukannya dari Afkar.


" Astagfirullah Jaenuddin apaan lagi ? ganggu waeee " kata Afkar sewot.


" Yaa maaf Pa, Daff cuman mau ngingetin nih kalau besok Daff ada pelajaran mewarnai " kata Daff.


" Terus masalahnya apa Udin ? " kata Afkar.


" Masalahnya Mama udah janji sama Daff kalau hari ini mau nemenin Daff beli pensil warna " kata Daff.


" Astagfirullah hampir aja Mama lupa Daff, bentar ya sayang Mama siap-siap dulu " kata Ila yang ingin bergegas untuk mengambil tas nya, namun langsung di cegah oleh Afkar.


" Nggak boleh yaaa, hari ini Papa udah booking Mama " kata Afkar sambil menarik tangan ila.


" Apaan, orang Daff yang duluan " kata Daff.


" Hehhh Papa udah booking Mama dari tadi pagi ya sist " kata Afkar.


" Anda jangan ngadi-ngadi beib, saya sudah buat janji duluan sama Mama " timpal Daff.


" Hehhh denger yaaa, Mbak Ila itu istri saya jadi suka-suka saya lahh " kata Afkar.


" Mohon maaf tapi Mbak Ila juga Mama saya " kata Daff tak mau kalah.


Baru saja Afkar ingin menimpali ucapan Daff, namun terhenti karena ucapan Ila.


" Udah-udah nggak usah debat dehh, kalian berdua mending di rumah aja. biar Mama berangkat sendiri beliin Daff crayon, Okeee" kata Ila.


" Nggak " kata Afkar dan Daff bersamaan.


" Terus maunya kalian gimana ? " kata Ila sambil memandang keduanya secara bergantian.


" Mama sama Daff " kata Daff


" Sama Papa " timpal Afkar.


" Daff " kata Daff.


" Papa " kata Afkar.


" Udah yaaaa stoppp, emang udah paling bener kalau Mama perginya sendiri, kalian berdua di rumah ajaa okeee " Kata Ila.


" Yaudah dehhh kalau gitu Papa anterin yaaa " putus Afkar.


" Daff ikut " timpal Daff.


" Nggak, nggak usah Mama trauma belanja bareng kalian. terakhir belanja bareng kalian debat di toko hampir satu jam, tapi nggak beli apa-apa. jadi biar Mama sendiri aja " kata Ila, sehingga membuat Afkar dan Daff saling pandang.


" Yaudah dehhh kalau gitu hati-hati yaa bawa mobilnya, kalau ada apa-apa langsung call ya honey " kata Afkar.


" Pasti " kata Ila sambil mencium punggung tangan Afkar.


" Hati-hati yaa Ma " timpal Daff sambil mencium punggung tangan Ila.


" Iya sayang " kata Ila sambil mengusap rambut Daff.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Setelah kepergian Ila, Afkar dan Daff malah saling pandang satu sama lain.


" Apeluuu ? " kata Afkar.


" Dihhh nggak jelas nih bocah " kata Afkar sambil menggelengkan kepalanya.


" Paansih " gumam Daff.


" Ehhhh Jaenuddin mumpung Mama lagi keluar gimana kalau kita main salon-salonan, tapi kamu jadi cewek yaa nanti Papa yang makeup " kata Afkar sambil menaik turunkan alisnya.


" Ihhh ayokk makeup in aku kayak cewek Paa, ayoook " kata Daff antusias.


" Nah kan malah minta di makeup in tanpa pemaksaan, anak gue doang emang yang begini " batin Afkar.


" Okee bentar Papa ambil alatnya dulu, ehhhh sekalian beliin wig dehhh di online shop " kata Afkar sambil mengambil semua makeup Ila dan memakaikannya pada Daff.


" Boleh ngaca nggak ? " kata Daff.


" Sabar, dikit lagi selesai " kata Afkar yang terlihat sibuk.


" Muka aku di apain sih kok nggak boleh ngaca, ini juga kepala aku di pasangin apa kok gatal ? " kata Daff.


" Nahhh udah selesai, nih liat " kata Afkar sambil memberikan cermin pada Daff.



" Wowwww Daff cantik juga yaa Pa, rambutnya beli di mana nih ? " kata Daff saat memandangi dirinya di cermin.


Baru saja Afkar ingin menjawab pertanyaan dari Daff, namun terhenti karena kedatangan Ila.


" Astagaa, hehh kalian ngapain ? " kata Ila saat melihat makeupnya berhamburan di mana-mana.


" Papa Maaa, Papa yang giniin aku huhuhuuuuu " kata Daff drama.


" Acting mode onn, hehh kita berdua udah sepakat yaa buat main ginian. " sindir Afkar.


" Terusss yaa Ma, tadi aku minta makan tapi nggak di kasih sama Papa " kata Daff, sehingga membuat Ila menatap Afkar.


" Sumpah yaaa mulutnya, hehhh Jaenuddin teruss yang makan sup tiga mangkok siapeee ? jangan percaya sama Jaenuddin Ma " kata Afkar.


" Ihhh kan yang Papa kasih makan Jaenuddin bukan Daff dan sekarang Daff kelaparan " kata Daff, sehingga membuat Afkar tepok jidat.


" Udah yaaa debatnya udahan dulu sekarang beresin semua makeup Mama dan simpan di tempat semula, Mama nggak mau tau " kata Ila sambil berjalan kearah kamar mandi.


Sementara di rumah Akhtar, Akhtar sedang memandangi Della yang sedang serius merawat tanamannya di taman belakang rumah.


" Ayah ngapain ? " kata Gibran saat menghampiri Akhtar.


" Gibran coba lihat Bunda " kata Akhtar pada Gibran


" Hmm Bunda kenapa Yah ? " kata Gibran yang ikut menatap Della.


" Bunda cantik yaaa " kata Akhtar.


" Iyaa Bunda cantik banget " kata Gibran lantang, sehingga membuat Della berbalik kearah Akhtar dan Gibran yang tengah berdiri tak jauh dari dirinya.



" Gibran juga ganteng banget kan anaknya Bunda " kata Della sambil berjalan menghampiri Gibran yang sedang tersenyum kearahnya.


" Anak Bunda ? terus anak Ayah mana ? " kata Akhtar sambil melirik Gibran.


" Gibran kan anak Ayah " kata Gibran sambil mendongak menatap Ayahnya.


" Anak Bunda juga " timpal Della.


" Iyaaa anak Ayah sama Bunda " kata Gibran, sehingga membuat Akhtar dan Della terkekeh.


__________


Jangan lupa tinggalin jejak yaa guys.