
Kini jam sudah menunjukan jam 2 siang, namun belum juga ada tanda-tanda anaknya akan keluar.
" Mas Avatar sakit banget hiks...hiks " kata Della sambil menangis.
" Iyaa sabar yaa sayang, kamu harus kuat okee " kata Akhtar sambil mencium wajah Della.
" Issshhhh makanya kamu jangan hamilin aku, sakit banget ini " omel Della.
" Iyaa sayang maaf yaa " kata Akhtar sambil mengusap wajah Della dengan sayang.
" Kamu mahh tau enaknya aja Mas Avatar, rasa sakitnya aku semua yang rasain " kata Della.
Sementara Akhtar hanya bisa mengiyakan setiap ucapan istrinya sambil terus-terusan minta maaf.
" Mommy sakit banget " rintih Della.
" Sabar yaa aku udah telepon Mommy sama Abi " kata Akhtar yang hanya diangguki oleh Della.
" Daddy wijaya sama Mommy Sinta gimana ? " kata Della sambil menahan rasa sakit.
" Aku juga udah hubungi mereka, tapi mereka nggak bisa ke sini sayang karena mereka masih di luar negeri " kata Akhtar sambil terus menciumi wajah Della rasanya dia benar-benar tidak tega melihat istrinya kesakitan.
Cklekkk !!
" Ya ampun anak mantukuu sayang " kata Fiah yang baru datang bersama Gus Fauzan.
" Sakit banget ya Nak ? " kata Fiah yang hanya di balas anggukan oleh Della.
" Kamu nggak boleh lemah Akhtar, justru kamu yang harus menguatkan Della " kata Gus Fauzan ketika melihat mata Akhtar berkaca-kaca.
" Bagaimana bisa kamu menguatkan istrimu jika kamu aja lemah seperti ini " timpal Gus Fauzan, sehingga membuat Akhtar mengangguk paham.
" Mommy Dokternya mana sih ! anak gue udah di ujung sumpah Mommy, Della gak bohong " kata Della, sehingga membuat Akhtar berlari keluar memanggil Dokter yang menangani Della.
" Sudah pembukaan ke sepuluh, mohon kecuali suami pasien harap keluar dan untuk Bapak Akhtar tetap berada di samping istrinya yaa " kata Dokter tersebut, sehingga membuat Gus Fauzan dan Fiah keluar dari ruangan tersebut.
Sementara Della terus mengedan dan tarik nafas mengikuti saran Dokter yang menanganinya.
" Ibu mohon tenang yaa Bu, jangan teriak-teriak itu akan menguras tenaga Ibu Della " kata Dokter tersebut.
" Dokter nyuruh saya diem ? ohhhh tidak bisa Dok ! mana ada orang mau lahiran diem !! sapi aja kalau mau lahiran nangis-nagis nggak bisa diem, gimana saya ? " kata Della kesal karena di suruh diam oleh Dokter tersebut.
" Tenang sayang, kamu kuat " kata Akhtar yang terus berusha menguatkan Della.
" Huuuuuu akkhhhhhhh sakit Mas, Della nggak bisa tenang akkkkhhhh " kata Della kesakitan.
" Ayo Mbak dorong terus kepalanya sudah terlihat " kata Dokter tersebut menyemangati Della.
" Aduhhhh Dok dari tadi Dokter bilang seperti itu, keluarnya kapan ? saya nggak kuat !!! " kata Della.
" Aaaaaakkkkkhhhhhh"
Oeeeeee......oeeeeeee....oeeeee...oeeeee
" Alhamdulillah, selamat ya Pak...Bu anaknya laki-laki " kata Dokter tersebut sambil menggendong bayi tersebut, sehingga membuat Della tersenyum haru.
" Thank you for all your struggles dear, thanks to your extraordinary struggle, our son is now born safely. You are a strong woman and I promise to make you the best husband and father for you and our children " kata Akhtar sambil memeluk Della.
" Silahkan Pak, ini anaknya " kata perawat tersebut, sehingga membuat Akhtar langsung sigap menerimanya.
Air mata Akhtar kembali keluar saat melihat wajah putranya, mulutnya langsung mendekat kearah telinga anaknya sambil memgumandangkan adzan di telinga kanannya dan ikamah di telinga kirinya.
" Assalamu'alaikum sayang, ganteng banget anak Ayah " kata Akhtar sambil mengecup pipi mungil anaknya.
" Kalau sudah selesai, anaknya kami bersihkan dulu ya Pak " kata Perawat tersebut, sehingga membuat Akhtar memberikan anaknya pada perawat tersebut.
Kini Della sudah di pindahkan ke ruang perawatan yang di temani Akhtar, Fiah, dan Gus Fauzan.
" Assalamu'alaikum cucu pertama Mommy " kata Fiah sambil menggendong anak Akhtar.
" Aduhhh Bi, lucu sekaliiii mirip Ayahnya banget " kata Fiah, sehingga membuat Gus Fauzan mengusap pipi mungil Baby tersebut.
" Namanya siapa ? " kata Gus Fauzan sambil menatap Della dan Akhtar.
" Abidzar Gibran Al Ghifary, panggilannya Gibran " kata Akhtar sambil menatap Della.
" Nama yang bagus " kata Gus Fauzan.
" Assalamu'alaikum Gibran sa...." kata Fiah terhenti karena tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan sosok Akhtar dan juga Ila.
" Assalamu'alaikum semua, wahhhhh ponakan gue udah lahir yaa, terus ponakan gue mana ? Kak anak lu mana ? " kata Afkar sambil berjalan kearah Akhtar tanpa melihat Gibran yang berada di gendongan Mommynya.
" Tuh sama Mommy " kata Akhtar, sehingga membuat Afkar berbalik kearah Mommynya.
" Ehhhh ternyata di sini, welcome to the world baby " kata Afkar girang.
" Astaga Afkar kamu tuh bener-bener yaaa, istri lagi hamil besar begitu malah diajak ke rumah sakit " omel Fiah.
" Aman Mommy kata Dokter persalinannya masih 2 minggu la..." kata Afkar terpotong, karena tiba-tiba Ila mengalami kontraksi.
" Akkhhh " kata Ila kesakitan sambil memegang perutnya, sehingga membuat semua orang di ruangan tersebut panik.
" Sayang kamu kenapa ? " kata Afkar panik sambil mendekat kearah Ila.
" Nggak tau tiba-tiba perut aku sakit, akhhhhh " kata Ila yang hampir terjatuh ke lantai, sehingga membuat Afkar langsung sigap menahan tubuh Ila.
Sementara Fiah yang melihat hal tersebut langsung memanggil dokter.
" Kayaknya Ila juga mau melahirkan deh, soalnya sama banget kayak Della tadi " kata Della, sehingga membuat Afkar tambah panik.
" Sakitnya kayak nggak bisa di tahan kan La ? " kata Della yang diangguki Ila.
" Omyghatttt sayang, kamu pipis ? " kata Afkar ketika melihat rok yang di pakai Ila basah.
___________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.