
" Apaansih nih Dokter centil banget, Mas Avatar juga ngeladenin lagi " kata Della dalam hati.
" Pasti, makasih yaa El " kata Akhtar yang diangguki oleh Elea.
" Kalau boleh saran sih, Baby Gibran di kasih asi aja dulu sampai umur 6 bulan " kata Elea.
" Maunya sih gitu El, tapi asi istri saya nggak banyak makanya kami bantu pakai susu formula " kata Akhtar yang diangguki oleh Elea.
" Owwhhh, kalau begitu saya permisi yaa " kata Elea yang diangguki oleh Akhtar.
Setelah di perbolehkan pulang kini Akhtar dan Della beserta Baby Gibran sudah di perjalanan pulang. selama perjalanan Della hanya diam, begitupun dengan Akhtar yang tidak mau ambil pusing karena jujur saja dirinya masih kesal dengan Della.
" Seneng banget kayaknya berjumpa sama teman lama. si Dokternya juga centil banget, udah tau Mas Avatar udah punya istri dan anak masih aja senyum manis ke suami orang " kata Della dalam hati sambil melirik Akhtar.
" Alamatnya beneran di sini Pak ? " kata sopir taxi online tersebut memecah keheningan.
" Ahhhh iyyaa benar Pak, bayarnya udah pakai apalikasi ya Pak " kata Akhtar sambil menggendong Baby Gibran turun dari mobil.
" Isshhhh kan di tinggalin mulu " gumam Della kesal sambil menyusul Akhtar.
" Mas Avatar masih marah sama Della ? " kata Della sambil membuka pintu kamar bertepatan saat Akhtar meletakkan Gibran pada box bayi.
" Tidak " kata Akhtar datar sambil masuk kedalam kamar mandi.
" Mas Avatar.... Della udah minta maaf lohhh " kata Della sambil mengetuk pintu kamar mandi.
" Mas maafin Della yaaa " kata Della saat melihat Akhtar keluar dari kamar mandi, namun hanya di balas deheman oleh Akhtar.
" Mas Avatar ganteng banget dehhh, tapi harus maafin Della yaa. janji deh nggak di ulangi lagi " kata Della sambil mengatupkan kedua tangannya di depan Akhtar, namun lagi-lagi hanya di balas deheman oleh Akhtar.
" Mas Avatar kenapa sih nggak kayak biasanya banget ? yaaa Della memang salah tadi, tapi Della benar-benar nggak sengaja dan Della juga udah minta maaf berkali-kali " kata Della kesal.
" Oooo apa ini karena teman lama Mas Avatar ? apa Mas Avatar suka sama Dokter itu ? jangan bilang Mas Avatar cuekin Della karena itu ? " timpal Della berkaca-kaca, sehingga membuat Akhtar menatap tajam kearah Della.
" Apa ? yang Della katakan benar kan ? wajar sih kalau Mas Avatar suka sama Dokter itu secara pendidikan dia setara dengan Mas Avatar, sedangkan Della hanya lulusan SMA yang nggak tau apa-apa " kata Della sambil menghapus air matanya kasar.
" Cukup Della !! " kata Akhtar datar.
" Kenapa ? Mas Avatar mau ninggalin Della ? " kata Della.
" Mas Mau kemana ? aaahhhh mau nemuin Dokter cantik itu kan ? " kata Della.
" Della kali ini kamu benar-benar sudah keterlaluan. yang seharusnya kamu lakukan adalah intropeksi diri, bukan malah menuduh aku sembarangan " kata Akhtar datar sambil masuk kembali ke dalam kamar dan menghampiri Gibran yang sedang tertidur pulas.
" Ayah pergi dulu yaa Nak, jangan nakal Ayah nggak akan lama " kata Akhtar sambil mencium pipi baby Gibran sambil mengambil kunci mobil yang ada di atas nakas.
" Aku pergi dulu " kata Akhtar sambil melirik kearah Della.
" Mas beneran mau ketemu Dokter itu ? " kata Della, namun tak mendapat tanggapan apapun oleh Akhtar.
" Hiks...hiks Mas Avatar jahat banget sama Della " kata Della saat melihat mobil yang di pakai Akhtar keluar dari pekarangan rumah.
" Apa Mas Avatar benar-benar mau menemui Dokter itu ? " gumam Della sambil mondar-mandir dalam kamar.
" Bagaimana kalau Mas Avatar mau nikah lagi ? ahhh Della nggak mau berbagi perhatian Mas Avatar sama perempuan lain cukup sama Gibran aja Della berbagi " gumam Della sambil berjalan menghampiri Baby Gibran.
" Nak kalau Ayah minta izin mau nikah lagi, kamu jangan izinin yaaa " kata Della seolah berbicara dengan Gibran.
" Hiks...hikss Gibran gimana kalau Ayah benar-benar ninggalin kita Nak ? " kata Della sambil mengusap pipi Gibran dengan sayang.
" Pokoknya apapun yang terjadi kita nggak boleh nyerah yaa Nak, pokoknya kamu harus di pihak Bunda yaaa " timpal Della, kemudian beralih mengambil ponselnya untuk menghubungi Akhtar.
" Tumben banget Hp Ayah kamu mati Nak " gumam Della.
" Gibran gimana nih ? " kata Della khawatir.
" Atau jangan-jangan Ayah kamu nggak mau di ganggu, karena mau berduaan dengan Dokter itu ? " kata Della sambil terus menghubungi Akhtar, namun hasilnya tetap nihil.
" Hiks...hiks tega kamu Mas Avatar hiks..hiks " kata Della sambil terus menangis meratapi dirinya.
" Gibran kamu jangan malu yaa Nak, kalau Bunda kamu akan jadi janda " gumam Della yang matanya sudah bengkak akibat menangis.
_________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat lagi untuk update part-part selanjutnya.