Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 29



Beberapa bulan kemudian...


Pagi-pagi sekali Della sudah bolak balik kamar mandi dengan perut mules dan kebelet pipis terus menerus. sudah sering Della mengeluh, bahkan dirinya sengaja tidak minum agar tidak terus-terusan ke kamar mandi namun cara itu juga tidak berhasil.


" Duhhhh Baby mau apa Nak ? kalau mau apa-apa bilang ke Bunda dong sayang, jangan kayak gini perut Bunda sakit banget " kata Della sambil mengelus perutnya.


" Ssshhhh sakit banget " desis Della kesakitan


" Ada apa Dell ? " kata Akhtar yang baru keluar dari kamar mandi.


" Nggak papa, kayaknya Baby kita ngambek dehh Mas, soalnya dari kemarin nggak nyaman banget rasanya " kata Della, sehingga membuat Akhtar beralih menatap perut Della.


" Anak Ayah kenapa hmmm ? mau sesuatu Nak ? " kata Akhtar sambil mengelus perut Della dengan sayang.


" Udah nggak papa, mending kamu pakai baju sana nanti terlambat ke kantor " kata Della.


" Yakin nggak papa ? " kata Akhtar yang langsung diangguki oleh Della.


Baru saja Akhtar ingin memakai dasi, namun terhenti karena teriakan Della, sehingga membuat Akhtar langsung melemparkan dasi tersebut kemudian berlari kearah Della.


" Mas Avatar aku udah nggak tahan lagi ini sakit banget " kata Della histeris sambil meremas bahu Akhtar kuat, sehingga membuat Akhtar langsung mengangkat tubuh Della ala bridal style.


" Sabar yaa sayang yaa, aku tau kamu kuat " kata Akhtar berusaha menenangkan Della.


" Astagaa Den, Non Della kenapa ? " kata Bi Ina kaget.


" Kayaknya Della udah mau melahirkan deh Bi, Bi tolong bukain pintu mobil Akhtar " kata Akhtar yang langsung diangguki oleh Bi Ina.


" Sayang kamu tenang dulu ya sayang, sekarang kita udah di jalan sebentar lagi udah sampai ke rumah sakit, tenang yaa " kata Akhtar panik, namun tetap berusaha untuk fokus menyetir.


" Akhhhh kamu mah enak ngomong tenang terus, ini sakit banget Mas Avatar kamu mana bisa rasain sakitnya akhhhhhh " omel Della dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.


" Sayang dengerin aku dulu, tarik nafas buang, tarik nafas buang, jangan panik sayang nanti tambah sakit " kata Akhtar berusaha menenangkan Della.


Walaupun sakitnya udah tidak bisa Della tahan, namun dia tetap mengikuti arahan suaminya.


" Ahhhhh Mas Avatar nggak ngaruh malah tetap sakit " kata Della bertepatan setelah mereka sampai di rumah sakit, sehingga membuat Akhtar langsung menggendong tubuh Della masuk kedalam rumah sakit tersebut.


" DOKTER....SUSTER...INI ISTRI SAYA MAU MELAHIRKAN " teriak Akhtar, sehingga beberapa perawat menghampiri mereka sambil membawa kursi roda.


" Bapak tolong selesaikan administarasinya dulu, biar istrinya kami bawa ke ruang bersalin " kata salah satu perawat, sehingga membuat Akhtar langsung berlari ke meja administrasi.


Kini penampilan Akhtar benar-benar berantakan namun tetap membuat banyak orang terkesan, bahkan tak sedikit yang memuji dirinya secara terang-terangan.


Belum lagi rambutnya yang berantakan dan keringat yang bercucuran di pelipisnya serta lengan kemeja yang terlipat sampai siku yang menambahbkesan cool pada dirinya, sampai perawat yang menjaga di meja administrasi pun tersenyum menggoda pada Akhtar.


" Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu ? " kata perawat tersebut.


" Ibunya ya Mas yang mau melahirkan ? " kata perawat tersebut sambil tersenyum manis kearah Akhtar, sehingga membuat Akhtar emosi melihat perawat tersebut.


" Kerjaanya tolong di percepat ya ! saya bukan ABG yang masih lajang jadi jaga pandangan anda, cepat selesaikan kejaan anda istri saya mau melahirkan " bentak Akhtar kesal, sehingga membuat perawat tersebut langsung gelagapan serta membuat beberapa pengunjung menatap kearah Akhtar.


Hanya beberapa detik perawat tersebut langsung menyelesaikan apa yang di minta oleh Akhtar, sehingga membuat Akhtar langsung berlari ke ruang bersalin setelah menyelesaikan semua administrasinya.


Di ruangan lain, Della masih di dampingi oleh seorang perawat perempuan.


" Sakit banget Ya Allah " keluh Della.


" Sabar yaa Mbak saya juga pernah merasakan berada di posisi Mbak, rasa sakitnya akan terbayar saat suara tangisan anaknya terdengar " kata perawat yang menuntun Della berjalan karena arahan dari Dokter agar proses pembukaanya terjadi lebih cepat.


Wajah Della kini sudah di banjiri keringat juga air mata, tangan kirinya sudah tertempel jarum impus beberapa menit yang lalu.


Cklekk !


Della dan perawat tersebut langsung menoleh saat Akhtar membuka pintu ruangan tersebut dan langsung berlari menghampiri Della.


" Sayang you oke ? " kata Akhtar khawatir sambil me lap keringat Della, sehingga membuat Della menggeleng.


" Sakit banget Mas " kata Della sambil menggenggam tangan Akhtar erat.


" Karena suaminya sudah kembali, saya permisi keluar dulu yaa " kata perawat tersebut yang diangguki Della dan Akhtar.


" Terima kasih Suster, karena sudah menemani istri saya " kata Akhtar.


" Iya sama-sama, Mbak Dellanya diajak gerak terus ya Mas agar pembukaannya cepat naik " kata Perawat tersebut yang diangguki oleh Akhtar.


" Sakit banget ya ? " kata Akhtar sambil menuntun Della untuk terus berjalan.


" Aduhhh Mas Avatar pakai nanya lagi, ya iyalah sakit huuuu Mas Avatar sakit.... Della nggak kuat hiks..hiks " kata Della sambil mencengkram lengan Akhtar.


Akhtar hanya bisa memejamkan matanya saat Della mencengkram lengannya kuat, dirinya yakin rasa sakit yang dia rasakan tidak sebanding dengan apa yang Della rasakan.


Proses pembukaan masih terus berlanjut dan kini Della sudah berbaring di atas kasur sesuai perintah Dokter. sementara Akhtar tak ada henti-hentinya mengelus kepala Della dan mulutnya tiada henti membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, sholawat, bahkan doa-doa yang diajarkan Abinya agar anaknya cepat keluar.


Kini jam sudah menunjukan jam 2 siang, namun belum juga ada tanda-tanda anaknya akan keluar.


" Mas Avatar sakit banget hiks...hiks " kata Della sambil menangis.


__________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat lagi untuk update part-part selanjutnya.