Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
part 72



" Yaudah iyaaa nanti Papa beliin, kamu ini nurunin sifat siapa sih Daff ? perasaan Papa sama Mama orang kalem, kenapa anaknya modelan kayak gini sihh ? " kata Afkar heran.


" Kaca di rumah ini banyak lo Pah " timpal Daff.


" Oiyyaa Din, kamu tau Mas Somat yang jual mie ayam di depan, kemarin kamu beli kan ? " kata Afkar.


" Iyaa enak tauu mi nya, kenapa tiba-tiba nanyain Mas Somat ? " kata Daff.


" Waktu kamu deket Mas Somat dia bau bensin atau bau semen ? " kata Afkar.


" Isshhhh gak boleh gitu Papa dosa, Bapaknya Mas Somat dukun tauu " Kata Daff serius.


" Astagaaa kamu bergaul di mana ? sampai tau Bapaknya Mas Somat dukun ? " kata Afkar heran.


" Ikut nimbrung Emak-emak di depan " kata Daff, sehingga membuat Afkar tepok jidat.


" Astagaaa kelakuan " kata Afkar.


" Aku begini nurunin sifat Papa sihh "


" Udahhhh ahhh, Daff mau ke rumah Mommy sama Abi dulu " kata Daff sambil menyalimi tangan Afkar.


" Baru juga pulang lu Din udah pergi lagi, yaudahhh hati-hati yaaa salam buat Mommy sama Abi " kata Afkar.


" Mama cantiknyaaa Daff, Daff keluar dulu yaaaa alopyouuu " kata Daff sambil menghampiri Ila yang baru turun dari tangga.


*****


Saat di perjalanan Daff mampir dulu untuk membelikan makanan kesukaan Kakek dan Neneknya, namun saat hendak turun dari motornya tanpa sengaja Daff melihat seorang perempuan yang sedang menangis di halte bus yang tak jauh dari tempatnya.


Baru saja Daff ingin menghampiri perempuan tersebut, namun terhenti karena melihat Gibran sambil menyodorkan minuman kearah perempuan tersebut.


" Hahhh pacarnya Gibran ? " gumam Daff.


" Wahhhh ketahuan Ayah Akhtar bisa abis lu Kak " gumam Daff yang masih terus memperhatikan Gibran dengan perempuan tersebut.


" Samperin ahhh, daripada berburuk sangka kayak gini " kata Daff sambil berjalan menghampiri Gibran dan perempuan tersebut.


" Assalamualaikum "


" Walaikumsalam, Daff ? " kata Gibran kaget.


" Nggak kenal, kebetulan aja tadi lewat terus digangguin sama preman " kata Gibran yang seolah mengerti dengan tatapan Adiknya.


" Sepertinya lo udah baik-baik aja, gue tinggal yaa " kata Gibran datar.


" Gue takut " kata Gadis tersebut sambil menahan lengan Gibran yang ingin pergi, sehingga membuat Gibran segerah mengibaskan tangannya.


" Ck ! jangan pegang gue, lo bukan mahram gue " kata Gibran kesal.


" Ma...maaf " kata Gadis tersebut.


" Lo itu perempuan lain kali jangan keluar sendirian " kata Gibran datar.


" Sekarang lo telepon keluarga lo dan suruh jemput lo ke sini " timpal Gibran, sehingga membuat gadis tersebut menggelengkan kepalanya.


" Terus mau lo apa ? gue juga punya urusan " kata Gibran.


" Ihhhh lo galak bener dehh, udahh mending lo pesanin taxi online kasian tuhh anak orang " kata Daff yang sedari tadi hanya diam.


" Lo aja gue nggak punya aplikasinya " kata Gibran datar, sehingga membuat Daff segera mengambil ponsel dari sakunya.


" Alamatnya di mana Kak ? " kata Daff sopan, sehingga membuat gadis tersebut menyebutkan alamatnya.


" Okee, lo tungguin yaa Kak gue mau ke rumah Abi " kata Daff, sehingga membuat Gibran langsung mencekal tangan Daff.


" Due singgit " kata Daff sambil menirukan logat Mail pada film Upin dan Ipin.


Setelah taxi yang di pesan Daff datang, Daff dan Gibran meninggalkan tempat tersebut.


" Mau kemana Kak ? " tanya Daff kepo.


" Rumah Abi Fauzan " kata Gibran datar.


" Yaudah bareng " kata Daff yang diangguki oleh Gibran.


" Assalamualaikum " kata Daff dan Gibran bersamaan.


" Hmmmm makin tua makin lengket aja nih Kakek Neneknya Daff " kata Daff ketika melihat Fiah yang bersandar di bahu Gus Fauzan.


" Walaikumsalam "


" Ralat Daff, manggilnya Mommy sama Abi okee. orang kita masih muda " kata Fiah.


" Iyaaa dehhh Mommy Fiah yang menolak tua " kata Daff sambil duduk di sebelah Fiah dan Gibran yang duduk di samping kursi Daff.


" Ehhhh ada kalian ? " kata Syilla yang baru keluar kamar bersama Dzamira.


" Assalamualaikum Mbak " kata Gibran sambil menyalimi tangan Syilla yang diikuti oleh Daff.


" Lahhh ada si bocil juga ternyata " kata Daff beralih menatap Dzamira.


" Dalam rangka apa nih ? tumben pada kesini semua ? " kata Syilla sambil duduk di depan Abi dan Mommynya.


" Bang Akhtar sama Bang Afkar baik-baik aja kan ? " timpal Syilla.


" Ayah baik kok Mbak " kata Gibran.


" Kalau Mbak Della ? "


" Baik Alhamdulillah " kata Gibran yang membuat Syilla mengangguk dan beralih menatap Daff.


" Papa baik kok Mbak, tapi kayaknya bisnis pesugihannya udah nggak mempan kayaknya mau beralih ke Babi ngepet dehh " kata Daff ngasal.


" Astagfirullah Al-Khadafi " tegur Gus Fauzan.


" Hehehe bercanda Abi " kata Daff cengengesan.


" Kak Daff pernah lihat sabun mandi nggak ? " ceplos Dzamira.


" Yaaa pernah lahh Cil "


" Mandinya gimana coba ? "


" Yuk ikut Kakak yukk "


" Kemana ? "


" Mau Kakak buang ke tong sampah " kata Daff kesal.


" Hehhh cucu kesayangan Mommy ini, enak ajaa kamu Daff " kata Fiah sewot.


" Skip aja Mommy doi nya baperan " kata Dzamira, sehingga membuat semua orang tertawa kecuali Gibran.


___________


Happy Readingā¤