
" Si Daff mana sayang ? udah pulang cepat nihh aku " kata Afkar sambil mengedarkan pandangannya.
" Lagi main ke rumah Akhtar " kata Ila.
" Dasar tuh bocah, katanya suruh pulang cepat " kata Afkar sambil masuk kedalam rumah yang di susul oleh Ila.
" Papa Broo......" teriak Daff, sehingga membuat Afkar dan Ila menghentikan langkahnya.
" Wa'alaikumsalam " sindir Afkar.
" Mon maap Daff hilap " kata Daff sambil tepok jidat.
" Assalamu'alaikum " kata Daff sambil menyalimi tangan Afkar dan Ila.
" Wa'alaikumsalam " kata Afkar dan Ila bersamaan.
" Habis dari mana Nak ? " kata Afkar sambil mengangkat tubuh Daff, kemudian berjalan kearah Sofa.
" Nongkrong " kata Daff.
" Ehhh buset dahhg bahasa lu Daff " kata Afkar sambil mendudukkan Daff di sampingnya.
" Dari rumah Ayah Akhtar "
" Ngapain di rumah Ayah Akhtar ? "
" Gibah lahh "
" Gibahin Papa yaa ? ayoo ngaku " kata Afkar sambil menatap Daff penuh selidik.
" Tau aja botol saos, oiyyaaa Paa bagi duit dong " kata Daff sambil mengulurkan tangannya kearah Afkar.
" Buat apa ? " kata Afkar heran.
" Mau beli sesuatu Paaa " kata Daff.
" Hmmmm Papa cari anak baru aja kali yaa, capek sama Daff. gak sayang sama Papa, suka gibahin Papa, tapi kalau urusan duit mintanya sama Papa " kata Afkar pura-pura kesal sambil berdiri dari duduknya.
" Paaaa....." kata Daff berkaca-kaca.
" Dahlahhh Papa pamit mau cari anak baru dulu " kata Afkar sambil berjalan meninggalkan Daff.
" Hiks...hiks Papa...." kata Daff terisak, sehingga membuat Afkar tersenyum puas.
" Bercanda Hehh " kata Afkar sambil menghampiri Daff, sehingga membuat Daff memeluk Afkar erat.
" Aslinya kamu itu sayang banget sama Papa yee kann ? " kata Afkar sambil menghapus air mata Daff.
" Mon maap air matanya tadi juga bercanda " kata Daff, sehingga membuat Afkar tidak habis pikir dengan pola pikir anaknya.
" Si Ila dulu ngidam apa sih ? heran banget keluarnya modelan kayak gini " kata Afkar yang masih terdengar jelas oleh Ila yang baru saja menuruni tangga.
" Mohon maaf Pak, yang ngidam bukan saya tapi Bapak " kata Ila sedikit berteriak.
" Dahhh ahhh Papa mau mandi dulu " kata Afkar sambil berjalan kearah kamarnya, sehingga membuat Daff beralih menatap Ila yang baru duduk di sampingnya.
" Maaa kok Mama mau sih Ma sama modelan kayak Papa ? " celetuk Daff.
" Emang Papa kenapa ? " tanya Ila.
" Emang mama nggak tau ? " kata Daff, sehingga membuat Ila menggeleng.
" Papa kan jahil Maaa " timpal Daff.
" Ohh yaaa, Mmm kalau Daff nggak suka sama Papa gimana kalau Mama cariin Papa baru aja buat Daff, mau nggak ? " kata Ila, sehingga membuat Daff menggeleng cepat.
" Kamu tuh sayang banget yaa sama Papa ? " kata Ila sambil mengusap kepala Daff dengan sayang.
" Iyyalah Maa, Papa itu soulmatenya Daff " kata Daff bangga.
" Tapi kok tadi nanyanya kayak gitu sama Mama ? " kata Ila.
" Kan bercanda Maaa, Mama mahhh nggak bisa di ajak bercanda " kata Daff.
" Ehhhhh tapi jangan bilang-bilang sama Papa yaaa Maa kalau Daff sayang banget banget banget sama Papa, nanti sihh Papa geer lagi " kata Daff, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya.
" Daff mau nyamperin Papa dulu yaa Maaa " timpal Daff yang diangguki oleh Ila.
" Paaaaa.... Daff boleh masuk nggak ? " kata Daff sambil mengetuk pintu kamar Afkar.
" Masuk aja Daff " teriak Afkar.
" Papa " panggil Daff sambil berjalan menghampiri Afkar yang sedang bersandar di kepala ranjang sambil memainkan ponselnya, sehingga membuat Afkar beralih menatap Daff.
" Papa lagi apa ? " kata Daff.
" Live Instagram " timpal Afkar.
" Wahhh kayaknya banyak banget dehhh yang kangen sama aku " kata Daff sambil ikutan memperlihatkan mukanya di layar hp Afkar.
" Dihhh PD kagak ada yang kangen sama lu " kata Afkar.
" Dihh tanya ajaa mulai sekarang para netizen sukanya sama Daff, soalnya Daff lucu plus ngangenin " kata Daff.
" Nggak yaaa netizen kagak ada yang nyari luu, tanya aja kalau nggak percaya " kata Afkar.
" Gaeeesss kalian kangen aku atau Papa ? jawab cepatt " kata Daff ngegas.
" Tuhhhh kan jawabnya pada Papa semua " kata Afkar songong.
" Paansihhh orang kangen akuu " kata Daff tak mau kalah.
" Papa !!" kata Afkar.
" Maaaaaa " teriak Daff.
" Waduhhhh ngalah aja dehhh daripada diamuk sama Ila " kata Afkar dalam hati.
" Yaudah iyaaa mereka semua kangen kamu " kata Afkar sambil mematikan livenya.
" Yaudah Paaa ayoo anterin " kata Daff, sehingga membuat Afkar bingung.
" kemana ? " tanya Afkar.
" Eek " timpal Daff.
" Papa tanya dehhh sama Daff, kenapa sih dunia per eek an harus sama Papa, kan Mama juga bisa ? " kata Afkar sewot.
" Gak mauu enakan tangannya Papa broo " kata Daff.
" Enak apaan perasaan tangan Papa sama Mama itu sama aja, sama-sama tangan juga kan ? " protes Afkar.
" Aduhhhh Papa broo mau nganterin atau nggak nih ? udah di ujung soalnya " kata Daff.
" Dihhh yaudah buruuuu " kata Afkar sambil membawa Daff ke kamar mandi.
__________
Jangan lupa like, comment, and vote yaa guys. supaya Author lebih semangat lagi untuk update part-part selanjutnya.