
" Ayooo Pa beresin ntar banyak semut, nggak usah tidur sama aku kalau nggak di beresin " kata Ila sambil berjalan kearah kamar.
" Panik nggak.....panik nggak....panik lah masa enggak " kata Daff di sertai dengan muka tengilnya.
" Rasanya tangan ini ingin menonjoknya " gumam Afkar sambil menatap kearah Daff.
" Emang Papa berani nonjok Daff ? " kata Daff sambil melirik Afkar.
" Kalau di tanya berani atau nggak ? yaaa berani Daff, tapi masalahnya gue nggak akan tega, karena walaupun ngeselin lu tetap anak kesayangan gue satu-satunya " kata Afkar.
" Awwwww Papa cocwitttt banget " kata Daff sambil mengedipkan salah satu matanya ke arah Afkar.
" Dihhhh centil banget sumpah, ehhhh Jaenuddin main ke rumah Ayah Akhtar yuk " kata Afkar.
" Boleh juga tuhh brooo " kata Daff menimpali.
" Yaudahhh izin dulu sama Mama " kata Afkar, sehingga membuat Daff berlari kearah kamar.
Sementara di kediaman Akhtar, tiba-tiba Della menjadi sangat sensitif kepada Akhtar.
" Isshhhh Ayah ganti parfum yaaa ? " kata Della sambil menutup hidungnya.
" Nggak kok Ayah pakai parfum yang biasa " kata Akhtar sambil mencium baju yang di pakainya.
" Baunya nggak enak banget, hueeeekkk " kata Della sambil mual-mual.
" Sayang kamu nggak papa ? " kata Akhtar khawatir sambil mendekat kearah Della.
" Bunda sakit ? " timpal Gibran
" Ayah jauh-jauh dehhhh baunya nggak enak banget sumpah " kata Della sambil menjauh dari Akhtar.
" Aneh " gumam Akhtar, namun masih terdengar jelas di telinga Della.
" Mas Avatar kira Della ini Alien ? " kata Della sewot.
" Mas nggak ada bilang Alien loh Dell " kata Akhtar heran.
" Terus kenapa Mas Avatar bilang kalau Della aneh ? kan yang aneh cuman Alien " kata Della kesal.
" Bukan mirip Alien juga sayang, maksud Mas sikap kamu yang aneh " kata Akhtar.
" Emang aneh " timpal Gibran, sehingga membuat Della semakin kesal.
" Issshhh kalian berdua sama aja, nggak ada yang sayang sama Bunda " kata Della sambil berjalan kearah kamar, sehingga membuat Akhtar dan Gibran saling pandang.
" Bunda kenapa Yah ? " tanya Gibran heran.
" Nggak tau, kamu main sendiri dulu yaa Nak biar Ayah susul Bunda kamu dulu " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran.
" Sayang " kata Akhtar sambil membuka pintu kamar.
" Apaaa ? mau ngatain aku Alien ? " kata Della sewot.
" Ehhhh masa cantik gini di bilang Alien sih, nggak lahh " kata Akhtar sambil berjalan menghampiri Della, namun Della langsung berlari ke kamar mandi karena tidak tahan dengan bau parfum yang di pakai Akhtar.
" Dell, sayang kamu nggak papa kan ? " kata Akhtar khawatir sambil mengetuk pintu kamar mandi.
" Akuu nggak mau keluar kalau Mas Avatar belum ganti baju, baunya nggak enak bikin mual " kata Della yang masih berada di kamar mandi.
" Okeee, Mas ganti baju sekarang " kata Akhtar sambil berjalan kearah lemari.
" Udah belum ? " teriak Della.
" Udah " kata Akhtar, sehingga membuat Della segera membuka pintu kamar mandi.
" Sayang kamu hamil ? " kata Akhtar.
" Hamil ? " kata Della sambil mengelus perutnya.
" Iyaa soalnya sikap kamu sama waktu kamu hamil Gibran dulu " kata Akhtar, sehingga membuat Della terlihat berpikir.
" Benara juga, kalau di ingat-ingat aku udah telat satu bulan " kata Della dalam hati.
" Bentar " kata Della sambil berjalan kearah laci untuk mengambil tes pack, kemudian berjalan kearah kamar mandi.
" Mual lagi ? " kata Akhtar yang tidak di tanggapi apapun oleh Della.
" Mas Avatar Della beneran hamil " kata Della saat keluar dari kamar mandi sambil menunjukkan tes pack yang ada di tangannya.
" Alhamdulillah..." kata Akhtar sambil mengambil tea pack tersebut, kemudian memeluk Della.
" Ayooo kita bilang sama Gibran, pasti dia senang " kata Akhtar yang diangguki oleh Della.
" Widihhhhh luar biasa pasangan yang satu ini, bermesraan mulu anaknya malah di tinggal sendirian di sini " kata Afkar saat melihat Akhtar dan Della bergandengan.
" Iri bilang dong " kata Della.
" Udah lama Dek ? Ila mana ? " tanya Akhtar yang hanya melihat Daff dan Afkar.
" Baru aja, Ila nggak ikut katanya mau istirahat " kata Afkar yang diangguki oleh Akhtar.
" Gibran mau punya dedek bayi lohhh, Gibran senang nggak ? " kata Della yang langsung menghampiri Gibran.
" Dedek bayi ? " kata Gibran heran, begitupun dengan Afkar dan Daff.
" Iyaa ada dedek bayi di dalam perut Bunda dan Gibran akan jadi seorang Kakak. Gibran senang kan ? " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran.
" Dedek bayinya cewek atau cowok ? " kata Gibran sambil menatap Akhtar dan Della secara bergantian.
" Gibran maunya apa Nak ? " kata Della.
" Mmmm mau cewek ajaa, kan Gibran udah punya Daff sebagai adek cowoknya Gibran, tapi kalau cowok juga nggak papa, kan bisa main bareng " kata Gibran.
" Anak pintar, mau cewek atau cowok yang penting sehat dan satu lagi Gibran sama Daff harus jadi Kakak yang baik yaa " kata Akhtar yang diangguki oleh Gibran dan juga Daff.
" Luuu hamil Dell ? " kata Afkar yang sedari tadi hanya menyimak.
" Iyaa nih, alhamdulillah " kata Della.
" Dedeknya ada di dalam perut Bunda ? " kata Daff sambil memandangi perut Della, sehingga membuat Della mengangguk.
" Kenapa Jaenuddin ? lu juga mau punya adek ? " kata Afkar.
" Nggak yaaa Daff nggak mau, Daff mau jadi anak tunggal aja " kata Daff.
" Lahhh kenapa ? " kata Afkar.
" Soalnya kalau udah gede cewek Daff kalau bikin tiktok begini, sudahi mencari yang sempurna cukup nikahi anak tunggal kaya raya. gitu Paaa " kata Daff.
" Dihhhh " kata Afkar sambil menatap aneh kearah Daff.
" Hahahahah lucu banget sih kamu Nak " kata Della terkekeh mendengar jawaban Daff.
" Owwhhhh jelas Bunda, semesta tau itu " kata Daff bangga.
________
Jangan lupa like, comment, and vote yaa guys.