
" Maafin Mommy ya Nak, Mommy udah salah paham sama kamu " kata Fiah.
" Nggak papa Mom, Akhtar ngerti " kata Akhtar terhenti karena langsung tak sadarkan diri bertepatan dengan masuknya Gus Fauzan.
" Astagfirullah " kata Gus Fauzan yang langsung memapah Akhtar ke mobil miliknya.
" Sayang kamu nggak usah ikut yaa biar Abi sama Della aja yang bawa Akhtar ke rumah sakit, kasian Syilla kalau harus kamu tinggal " kata Gus Fauzan setelah memasukkan Akhtar kedalam mobil.
" Kan ada Mbak yang jagain Syilla Bi " kata Fiah khawatir.
" Kamu di rumah aja " kata Gus Fauzan tegas.
" Tapi kabarin terus ya Bi " kata Fiah yang diangguki oleh Gus Fauzan.
" Hiks...hiks Abi gimana ini ? " kata Della sesegukan.
" Insya Allah Akhtar akan baik-baik saja Nak " kata Gus Fauzan.
Sementara di tempat Afkar, Afkar langsung pulang setelah mengantar Akhtar kerumah Fiah.
" Assalamu'alaikum Afkar ganteng pulang...." teriak Afkar lemas sambil berjalan kearah sofa.
" Wa'alaikumsalam ehh u...." kata Ila terpotong karena Afkar langsung memeluknya.
" Are you okay ? " kata Ila sambil mengusap punggung Afkar.
" Hmmmm "
" Kerjaanya pasti banyak banget ya ? " kata Ila namun tak di jawab apa-apa oleh Afkar.
" Aku bikinin teh hangat mau ? " kata Ila.
" Nggak mau " kata Afkar yang semakin mempererat pelukannya ke Ila.
" Ada masalah apa sih ? " kata Ila.
" Kak Akhtar kecelakaan " kata Afkar, sehingga membuat Ila kaget.
" Hahhh terus keadaanya gimana ? Kak Akhtar baik-baik aja kan ? " kata Ila yang hanya di balas gelengan oleh Afkar.
" Aku nggak tau " kata Afkar, sehingga membuat Ila melepas pelukannya.
" Yaudah kamu mandi abis itu makan, setelah itu kita kesana tengokin Kak Akhtar " kata Ila yang lagi-lagi di balas gelengan oleh Afkar.
" Kenapa ? " kata Ila bingung.
" Udahlahh sayang, dia itu nggak butuh di tengokin sama kita yang dia butuh cuman istrinya " kata Afkar.
" Ehhh kok kamu ngomong gitu sih ? " kata Ila, sehingga membuat Afkar menceritakan semua kejadian tadi, termasuk saat Akhtar membentaknya.
" Padahal kan aku cuman khawatir sama keadaan dia, tapi yang ada di pikirannya cuman Della, Della, dan Della " kata Afkar kesal.
" Yaa wajar dong kalau Kak Akhtar khawatir sama Della, Della kan istrinya apalagi Della sedang hamil " kata Ila sambil mengusap bahu Afkar.
" Tapi nggak ngebentak juga dong sayang " kata Afkar sambil bersandar di bahu Ila.
" Pergi ke rumah sakit atau tetap mencari keberadaan aku ? " timpal Ila, sehingga membuat Afkar terlihat berfikir.
" Yang di katakan Ila ada benarnya juga, kalau gue di posisi Kakak itu tidak menutup kemungkinan kalau gue juga akan tetap mencari istri gue, gimanapun keadaanya. ehhhh tapi kan Kak Akhtar tetap salah " kata Afkar dalam hati.
" Gimana ? " kata Ila.
" Ahhhh aku nggak mau memposisikan diri aku sebagai Kak Akhtar, aku mau memposisikan diri aku sebagai Della aja. kalau aku jadi Della aku akan nunggu dulu penjelasan dari Kak Akhtar, karena apa yang terlihat oleh mata itu belum tentu sama dengan apa yang kita pikirkan. " kata Afkar.
" Kamu jangan kayak Della yaa sayang, kalau ada apa-apa tanya dulu sama aku jangan langsung kabur-kaburan nggak jelas " timpal Afkar yang langsung diangguki oleh Ila.
" Pintar " kata Afkar sambil mencubit pelan pipi Ila.
" Yaudah kalau gitu aku mandi dulu ya " kata Afkar sambil berjalan meninggalkan Ila.
" Sayang " kata Ila, sehingga membuat Afkar langsung menghentikan langkahnya, kemudian berbalik kearah Ila.
" Hmmm kenapa ? " kata Afkar bingung.
" Kamu nggak lupa seauatu ? " kata Ila.
" Lupa apa ? kayaknya nggak ada deh Yang " kata Afkar.
" Ihhhh kamu belum nyium aku lohh " kata Ila, sehingga membuat Afkar terkekeh mendengar ucapan istrinya.
" Yaudah sini " kata Afkar sambil merentangkan tangannya, sehingga membuat Ila berjalan kearah Afkar.
Sementara di rumah sakit, Akhtar masih belum sadarkan diri dan masih berada di alam bawa sadarnya.
Di dalam mimpi Akhtar, Akhtar melihat Afkar yang sangat marah padanya dan ingin meninggalkannya pergi ke tempat Shiren.
" Gue benci sama lo Kak, gue nggak mau ketemu lo lagi dan lo jangan pernah nyusul ataupun cari gue lagi " kata Afkar dalam mimpi tersebut.
" Afkar jangan tinggalin Kakak, Kakak minta maaf, tapi jangan pernah kesana Dek itu bukan tempat lo " teriak Akhtar.
" Alahhh omongan lo basi tau nggak, lo itu udah nggak butuh gue lagi di sini, yang lo butuhin sekarang cuman istri lo " kata Afkar.
" Gue sayang sama lo Dek, pliss jangan pergi " teriak Akhtar.
" Shiren tolong bujuk Afkar buat kembali, gue mohon Shiren " teriak Akhtar kepada Shiren yang dari tadi memanggil Afkar untuk pergi bersamanya.
" Gue tetap akan pergi menyusul Shiren, itu kan yang lo mau ? " kata Afkar sambil berjalan pergi.
" Afkar berhenti, jangan kesana...." teriak Akhtar, sehingga membuat Afkar menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Akhtar.
" Oiyyaa semoga lo semakin bahagia sama istri lo, tanpa adanya gue di dunia ini." kata Afkar kemudian melanjutkan langkahnya mendekati Shiren.
" AFKAR JANGAN PERGI......" teriak Akhtar kemudian langsung sadarkan diri, sehingga membuat Della dan Gus Fauzan kaget.
_______________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semamgat lagi untuk Update part-part selanjutnya.