Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 11



Tiga bulan sudah beralalu, selama itu pula hubungan Akhtar dan Della, serta Afkar dan Ila menjadi pasangan suami istri. ada saja masalah yang membuat mereka bertengkar kecil, tapi untungnya mereka bisa mengatasinya dengan baik.


Kini Fiah dan Gus Fauzan sudah kembali dari Bogor dan Afkar juga sudah menempati rumah baru mereka sebulan yang lalu.


" Abiii kangen dehhh sama Afkar, udah satu minggu anak itu hilang kabar " kata Fiah sambil menyandarkan kepalanya di bahu Gus Fauzan.


" Mungkin mereka sibuk sayang " kata Gus Fauzan.


Baru saja Fiah ingin menimpali ucapan Gus Fauzan, namun terhenti oleh ketukan pintu dari luar.


" Pasti Afkar, biar aku yang buka " kata Fiah antusias.


" Assalamu'alaikum Mommy " kata Akhtar dan Della, sehingga membuat Fiah sedikit kecewa.


" Wa'alaikumsalam, ayoo masuk sayang " kata Fiah berusaha terlihat seperti biasanya.


" Mommy kangen " kata Della yang tiba-tiba memeluk Fiah.


" Uuuuu tayang, padahal baru kemarin kita ketemu Dell " kata Fiah yang langsung membalas pelukan Della.


" Nggak tau Mom, tiba-tiba kangen aja " kata Della manja.


" Yaudah ayoo masuk " kata Fiah sambil berjalan kearah Gus Fauzan.


" Assalamu'alaikum Abi " kata Afkar yang langsung menyalimi tangan Abinya yang diikuti oleh Della.


" Wa'alaikumsalam " kata Gus fauzan.


" Syilla mana Bi ? " kata Akhtar, karena tidak melihat adiknya disana.


" Lagi jalan sama Airin dan Fahmi " kata Gus Fauzan yang diangguki oleh Akhtar.


Baru saja Della ingin duduk di sofa, namun tidak jadi karena mual sehingga membuat Della langsung berlari kearah kamar mandi yang diikuti oleh Akhtar.


" Udah ? " kata Akhtar sambil memijit tengkuk Della.


" Lemes banget Mas " kata Della sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Akhtar, sehingga membuat Akhtar langsung mengelus punggung Della.


" Istirahat dulu yaa " kata Akhtar yang langsung dibalas gelengan oleh Della.


" Nggak, maunya sama Mommy aja " kata Della, sehingga membuat Akhtar langsung menuntun Della ke ruang keluarga.


" Della kamu nggak papa Nak ? " kata Gus Fauzan saat melihat wajah pucat Della.


" Nggak papa Abi, mungkin cuman masuk angin aja " kata Della.


" Akhtar kamu tuh gimana sih Nak, istri lagi sakit gini malah diajakin keluar " omel Fiah.


" Udah dilarang Mom tapi dianya ngotot mau kesini katanya lagi kangen Mommy, kalau nggak diturutin dianya malah nangis kejer kayak anak kecil " kata Akhtar datar.


" Della juga nggak tau Mom, kenapa akhir-akhir ini Della jadi cengeng banget padahal cuman masalah sepele Della bisa nangis, contohnya kayak yang dibilang Mas Avatar tadi " kata Della, sehingga membuat Fiah berpikir.


" Mual-mualnya udah berapa lama Dell ? " kata Fiah lagi.


" Tiga hari yang lalu sih Mom " kata Della.


" Udah ke dokter ? " kata Gus Fauzan menimpali.


" Udah Kakak ajak ke dokter Bi, tapi dianya nggak mau " kata Akhtar.


" Dell kamu terakhir menstruasi kapan sayang ? " kata Fiah.


" Della ikut Mommy bentar ya sayang " kata Fiah, sehingga membuat Akhtar bingung.


" Mau kemana Mom ? " kata Akhtar.


" Udah kamu tunggu di sini aja sama Abi " kata Fiah sambil membawa Della kekamarnya.


" Dell coba kamu pakai sayang " kata Fiah sambil memberikan Della sebuah tespack yang ada di laci kamarnya.


" Ini apa Mommy ? terus cara pakainya gimana ? " kata Della bingung.


" Udah kamu ikutin petunjuknya aja yang ada di tempatnya " kata Fiah yang diangguki oleh Della, sehingga membuat Della masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamar Fiah.


" Gimana hasilnya Dell ? " kata Fiah saat melihat Della keluar dari kamar mandi.


" Garis dua Mommy " kata Della sambil menunjukkan tespack tersebut kearah Fiah.


" Wahhhhh akhirnya bentar lagi aku bakal jadi Nenek muda, aaaaaa senangnya " kata Fiah sambil memeluk Della.


" Hahhhh Nenek muda ? jadi Mommy mau punya cucu gitu ? terus siapa yang hamil ? kan anak Mommy cuman tiga, dua diantaranya kan laki-laki nggak mungkin banget kan kalau Syilla yang hamil ? omgggg Mommy Syilla baru 4 tahun bagaimana bisa dedek bayi se cute Syilla hamil " kata Della heboh, sehingga membuat Fiah langsung tepuk jidat.


" Yaampunn nih mantu gue gini amat dahhh " kata Fiah dalam hati.


" Aduhhh Della sayang kamu jangan ngawur dehhh, yang hamil itu kamu sayang " kata Fiah gemas sendiri.


" Hahhh Della ? hamil ? kok bisa ? " kata Della.


" Yaampun nih anak mirip emaknya banget, yaa bisalah Della kan kamu punya suami " kata Fiah.


" Iyaaa juga yaaa, jadi disini ada baby Mom ? " kata Della sambil menyentuh perutnya.


" Biar lebih pasti, mending kamu cek ke dokter " kata Fiah.


" Yaudah yukk keluar, Akhtar sama Abi pasti seneng dengernya " kata Fiah yang diangguki oleh Della.


" Abi tau nggak bentar lagi kita punya cucu lohhh " kata Fiah.


" Maksudnya ? " kata Akhtar bingung, sehingga membuat Della langsung menyerahkan tespack tersebut pada Akhtar.


" Kamu hamil ? " kata Akhtar yang diangguki Della, sehingga membuat Akhtar langsung memeluk Della dengan mata yang berkaca-kaca.


" Alhamdulillah " kata Gus Fauzan.


" Kok Mas Avatar nangis ? " kata Della kaget, karena baru pertama kalinya melihat suaminya menangis.


" Biasa Dell, Abi juga kayak gitu waktu pertama kali tau kalau Mommy hamil " kata Fiah.


" Ini beneran Mom ? " kata Akhtar beralih menatap Fiah.


" Umtuk lebih jelasnya, Mommy saranin kalian ke dokter untuk cek up " kata Fiah.


" Dell kita ke dokter sekarang, nggak ada penolakan " kata Akhtar.


" Abi, Mommy, kita pamit yaaa assalamu'alaikum " kata Akhtar menyalimi tangan kedua orang tuanya, kemudian menarik tangan Della keluar.


" Wa'alaikumsalam " kata Gus Fauzan dan Fiah bersamaan.


" Mirip Abi banget tuh anak " kata Fiah saat melihat tingkah Akhtar.