
5 Tahun kemudian~~
" Selamat pagi Mama Ila " kata Daff sambil menghampiri Ila yang sedang berada di dapur.
" Heyyy selamat pagi jagoannya Mama " kata Ila sambil berjongkok mencium kening putranya.
" Papa mana ? " kata Daff.
" Papa masih tidur tadi selesai sholat subuh tidur lagi, bangunin gihh " kata Ila.
" Siap Mama cantik " kata Daff sambil hormat, kemudian berlari kearah kamar Afkar.
" Paaa bangun Pah udah siang inii " kata Daff sambil menggoyangkan tubuh Afkar.
" Ishhhh Papa bangun, kebo emang " kata Daff, sehingga membuat Afkar bangun dari tidurnya.
" Iyaaa....iyaaa ngumpulin nyawa dulu inii " kata Afkar dengan suara khas bangun tidur.
* Skip sarapan *
" Makannya pelan-pelan Daff, ntar tuh makanan bukannya masuk mulut malah masuk idung " protes Afkar.
" Nahhh kan, baru aja di bilangin tuh nasi udah masuk idung aja " timpal Afkar.
" Astagaaaa La anak lu nii " kata Afkar tepok jidat saat melihat Daff memakan nasi yang menempel di hidungnya.
" Rasanya gimana Daff ? " kata Ila sambil terkekeh melihat kelakuan putranya.
" Asin " kata Daff santai.
" Dahlahhhh Papa ke kantor dulu " kata Afkar, sehingga membuat Ila menyalimi tangan Afkar.
" Hati-hati yaa Paa " kata Ila, sehingga membuat Afkar memeluk sambil mencium kedua pipi Ila.
" Sekali-kali dong kalau pergi kerja peluk dan cium aku juga, masa Mama mulu " celetuk Daff, sehingga membuat Afkar dan Ila terkekeh dengan penuturan putra kecilnya.
" Yaudah sini-sini " kata Afkar berjongkok sambil merentangkan tangannya kearah Daff, sehingga membuat Daff berlari kearah Afkar.
" Papa jangan lama-lama ya di kantornya, di rumah nggak ada teman gibah soalnya " kata Daff yang masih berada di pelukan Afkar.
" Oke Daff " kata Afkar sambil mencium kening Daff.
Setelah kepergian Afkar, kini Daff sudah mulai memperhatikan Mamanya membereskan meja makan.
" Mama butuh bantuan Daff nggak ? " kata Daff.
" Nggak usah sayang " kata Ila sambil tersenyum kearah Daff.
" Maaa Daff boleh ke rumah Ayah Akhtar nggak ? " kata Daff.
" Mau ngapain ? " kata Ila.
" Mau main sama Gibran, Daff bosan di rumah kalau nggak ada Papa " kata Daff.
" Kan ada Mama " timpal Ila.
" Tapi kan..." kata Daff terlihat berpikir.
" Bilang aja kalau Mama nggak asik, iya kan ? " kata Ila sambil duduk di samping Daff.
" Waduhhh jawabnya harus hati-hati ini " kata Daff dalam hati.
" Nggak gitu Mama, Daff kan sukanya jahilin Papa makanya Daff bosan kalau nggak ada Papa di rumah, bukan berarti Mama nggak asik. jangan marah ya cantik " kata Daff sambil mengusap pipi Ila, sehingga membuat Ila berusaha menahan tawanya melihat reaksi anaknya.
" Yaudah kamu boleh ke rumah Gibran, tapi di antar sopir nggak papa kan ? " kata Ila.
" Mama marah nggak kalau Daff kesana ? kalau Mama nggak mau Daff pergi Daff nggak pergi kok " kata Daff.
" Nggak sayang, Mama nggak marah " kata Ila sambil mencium Daff dengan sayang.
" Yaudah kalau gitu Daff berangkat yaaa, I love you Mama " kata Daff sambil mencium pipi Ila.
Setelah sampai di rumah Akhtar, bukannya masuk Daff malah menghampiri Ibu-ibu yang sedang bergosip sambil membeli sayur.
" Assalamu'alaikum Daff ganteng datang " kata Daff yang langsung masuk.
" Wa'alaikumsalam, ehhh Daff sama siapa Nak ? " kata Della sambil berjalan menghampiri Daff.
" Sama sopir Bunda, tapi sopirnya udah pulang duluan. oiyyaa Gibran mana Bunda ? " kata Daff.
" Ada di kamar, samperin sana " kata Della, sehingga membuat Daff langsung berjalan menghampiri kamar Gibran.
" Gibran main yoookkk " kata Daff sambil nyelonong masuk ke kamar Gibran.
" Aku sibuk " kata Gibran datar sambil menyusun rapi mainannya kedalam lemari.
" Gibran mainan itu di beli buat di mainin bukan di simpan dalam lemari " protes Daff sambil membaringkan dirinya di kasur milik Gibran.
" Gibran Ayah Akhtar ngeselin nggak kalau lagi di rumah ? " kata Daff.
" Nggak " kata Gibran datar.
" Kalau Papa Afkar ngeselin banget " kata Daff.
" Ohh " kata Gibran.
" Ihhh lo nggak asik " kata Daff sambil beranjak pergi dari kamar Gibran.
" Bunda...." kata Daff sambil menghampiri Della yang tengah duduk santai di teras rumahnya.
" Lohhh nggak main sama Gibran ? " tanya Della.
" Nggak ahhh Gibran nggak asik " kata Daff yang diangguki oleh Della.
" Ehhh sist ternyata tetangga baru yang di sana janda lohh " kata Daff sambil menunjuk rumah yang tidak jauh dari rumah Della.
" Hahhh seriusan, tau dari mana kamu ? " kata Della.
" Daff dengerin Ibu-ibu ngegosipin dia tadi pagi " kata Daff.
" Kok bisa jadi janda Broo ? " kata Della.
" katanya sih suaminya cari yang lebih mudah sist " kata Daff serius.
" Lemes banget nihh mulutnya si Daff, persis kayak Bapaknya " kata Della dalam hati.
" Btw jandanya punya anak nggak Broo ? " kata Della.
" Ada katanya seumuran sama Daff " kata Daff menimpali.
Sementara di tempat Afkar, Afkar sudah bersusah payah untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar cepat pulang sesuai permintaan anak kesayangannya.
" Hufffttt akhirnya selesai juga " gumam Afkar sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.
" Assseeeeekkk masih Jam 3 sore nih " gumam Afkar sambil mengambil kunci mobilnya untuk segera pulang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, kini mobil Afkar sudah terparkir di halaman rumahnya.
" Assalamu'alaikum, Papa ganteng pulang......" teriak Afkar, sehingga membuat Ila menghampiri Afkar.
" Ehhh dah balik " kata Ila sambil menyalimi tangan Afkar.
" Si Daff mana sayang ? udah pulang cepat nihh aku " kata Afkar sambil mengedarkan pandangannya.
" Lagi main ke rumah Akhtar " kata Ila.
" Dasar tuh bocah, katanya suruh pulang cepat " kata Afkar sambil masuk kedalam rumah yang di susul oleh Ila.
" Papa Broo......" teriak Daff, sehingga membuat Afkar dan Ila menghentikan langkahnya.
_________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.