Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 37



5 Tahun kemudian~~


" Selamat pagi Mama Ila " kata Daff sambil menghampiri Ila yang sedang berada di dapur.


" Heyyy selamat pagi jagoannya Mama " kata Ila sambil berjongkok mencium kening putranya.


" Papa mana ? " kata Daff.


" Papa masih tidur tadi selesai sholat subuh tidur lagi, bangunin gihh " kata Ila.


" Siap Mama cantik " kata Daff sambil hormat, kemudian berlari kearah kamar Afkar.


" Paaa bangun Pah udah siang inii " kata Daff sambil menggoyangkan tubuh Afkar.


" Ishhhh Papa bangun, kebo emang " kata Daff, sehingga membuat Afkar bangun dari tidurnya.


" Iyaaa....iyaaa ngumpulin nyawa dulu inii " kata Afkar dengan suara khas bangun tidur.


* Skip sarapan *


" Makannya pelan-pelan Daff, ntar tuh makanan bukannya masuk mulut malah masuk idung " protes Afkar.


" Nahhh kan, baru aja di bilangin tuh nasi udah masuk idung aja " timpal Afkar.


" Astagaaaa La anak lu nii " kata Afkar tepok jidat saat melihat Daff memakan nasi yang menempel di hidungnya.


" Rasanya gimana Daff ? " kata Ila sambil terkekeh melihat kelakuan putranya.


" Asin " kata Daff santai.


" Dahlahhhh Papa ke kantor dulu " kata Afkar, sehingga membuat Ila menyalimi tangan Afkar.


" Hati-hati yaa Paa " kata Ila, sehingga membuat Afkar memeluk sambil mencium kedua pipi Ila.


" Sekali-kali dong kalau pergi kerja peluk dan cium aku juga, masa Mama mulu " celetuk Daff, sehingga membuat Afkar dan Ila terkekeh dengan penuturan putra kecilnya.


" Yaudah sini-sini " kata Afkar berjongkok sambil merentangkan tangannya kearah Daff, sehingga membuat Daff berlari kearah Afkar.


" Papa jangan lama-lama ya di kantornya, di rumah nggak ada teman gibah soalnya " kata Daff yang masih berada di pelukan Afkar.


" Oke Daff " kata Afkar sambil mencium kening Daff.


Setelah kepergian Afkar, kini Daff sudah mulai memperhatikan Mamanya membereskan meja makan.


" Mama butuh bantuan Daff nggak ? " kata Daff.


" Nggak usah sayang " kata Ila sambil tersenyum kearah Daff.


" Maaa Daff boleh ke rumah Ayah Akhtar nggak ? " kata Daff.


" Mau ngapain ? " kata Ila.


" Mau main sama Gibran, Daff bosan di rumah kalau nggak ada Papa " kata Daff.


" Kan ada Mama " timpal Ila.


" Tapi kan..." kata Daff terlihat berpikir.


" Bilang aja kalau Mama nggak asik, iya kan ? " kata Ila sambil duduk di samping Daff.


" Waduhhh jawabnya harus hati-hati ini " kata Daff dalam hati.


" Nggak gitu Mama, Daff kan sukanya jahilin Papa makanya Daff bosan kalau nggak ada Papa di rumah, bukan berarti Mama nggak asik. jangan marah ya cantik " kata Daff sambil mengusap pipi Ila, sehingga membuat Ila berusaha menahan tawanya melihat reaksi anaknya.


" Yaudah kamu boleh ke rumah Gibran, tapi di antar sopir nggak papa kan ? " kata Ila.


" Mama marah nggak kalau Daff kesana ? kalau Mama nggak mau Daff pergi Daff nggak pergi kok " kata Daff.


" Nggak sayang, Mama nggak marah " kata Ila sambil mencium Daff dengan sayang.


" Yaudah kalau gitu Daff berangkat yaaa, I love you Mama " kata Daff sambil mencium pipi Ila.


Setelah sampai di rumah Akhtar, bukannya masuk Daff malah menghampiri Ibu-ibu yang sedang bergosip sambil membeli sayur.


" Assalamu'alaikum Daff ganteng datang " kata Daff yang langsung masuk.


" Wa'alaikumsalam, ehhh Daff sama siapa Nak ? " kata Della sambil berjalan menghampiri Daff.


" Sama sopir Bunda, tapi sopirnya udah pulang duluan. oiyyaa Gibran mana Bunda ? " kata Daff.


" Ada di kamar, samperin sana " kata Della, sehingga membuat Daff langsung berjalan menghampiri kamar Gibran.


" Gibran main yoookkk " kata Daff sambil nyelonong masuk ke kamar Gibran.


" Aku sibuk " kata Gibran datar sambil menyusun rapi mainannya kedalam lemari.


" Gibran mainan itu di beli buat di mainin bukan di simpan dalam lemari " protes Daff sambil membaringkan dirinya di kasur milik Gibran.


" Gibran Ayah Akhtar ngeselin nggak kalau lagi di rumah ? " kata Daff.


" Nggak " kata Gibran datar.


" Kalau Papa Afkar ngeselin banget " kata Daff.


" Ohh " kata Gibran.


" Ihhh lo nggak asik " kata Daff sambil beranjak pergi dari kamar Gibran.


" Bunda...." kata Daff sambil menghampiri Della yang tengah duduk santai di teras rumahnya.


" Lohhh nggak main sama Gibran ? " tanya Della.


" Nggak ahhh Gibran nggak asik " kata Daff yang diangguki oleh Della.


" Ehhh sist ternyata tetangga baru yang di sana janda lohh " kata Daff sambil menunjuk rumah yang tidak jauh dari rumah Della.


" Hahhh seriusan, tau dari mana kamu ? " kata Della.


" Daff dengerin Ibu-ibu ngegosipin dia tadi pagi " kata Daff.


" Kok bisa jadi janda Broo ? " kata Della.


" katanya sih suaminya cari yang lebih mudah sist " kata Daff serius.


" Lemes banget nihh mulutnya si Daff, persis kayak Bapaknya " kata Della dalam hati.


" Btw jandanya punya anak nggak Broo ? " kata Della.


" Ada katanya seumuran sama Daff " kata Daff menimpali.


Sementara di tempat Afkar, Afkar sudah bersusah payah untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar cepat pulang sesuai permintaan anak kesayangannya.


" Hufffttt akhirnya selesai juga " gumam Afkar sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.


" Assseeeeekkk masih Jam 3 sore nih " gumam Afkar sambil mengambil kunci mobilnya untuk segera pulang.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, kini mobil Afkar sudah terparkir di halaman rumahnya.


" Assalamu'alaikum, Papa ganteng pulang......" teriak Afkar, sehingga membuat Ila menghampiri Afkar.


" Ehhh dah balik " kata Ila sambil menyalimi tangan Afkar.


" Si Daff mana sayang ? udah pulang cepat nihh aku " kata Afkar sambil mengedarkan pandangannya.


" Lagi main ke rumah Akhtar " kata Ila.


" Dasar tuh bocah, katanya suruh pulang cepat " kata Afkar sambil masuk kedalam rumah yang di susul oleh Ila.


" Papa Broo......" teriak Daff, sehingga membuat Afkar dan Ila menghentikan langkahnya.


_________


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.