
" Tapi kamu bilang ke Kak Akhtar kalau kamu yang mau banget ke sana bukan aku " kata Afkar, sehingga membuat Ila terkekeh.
" Ada-ada aja sih, padahal kan aslinya kamu tuh sayang banget sama Kak Akhtar " batin Ila.
" Yaudah iyaa " kata Ila.
" Makasih sayang " kata Afkar sambil memeluk Ila.
* Skip rumah sakit *
" Ruangannya udah kamu tanyain ke Abi ? " kata Ila.
" Hmmm itu ruangannya " kata Afkar sambil menunjuk salah satu ruangan di depannya.
" Yaudah yuk masuk " kata Ila sambil menarik tangan Afkar.
" Assalamu'alaikum " kata Ila sambil membuka pintu tersebut.
" Wa'alaikumsalam " kata Akhtar dan Della bersamaan.
" Ehhh Ila ayo masuk " kata Della, sehingga membuat Ila tersenyum menanggapi.
" Ayoooo ngapain sih ? " bisik Ila ketika melihat Afkar buru-buru menyembunyikan dirinya di belakang Ila.
" Udahh jalan aja, aku cuman mau jagain kamu dari belakang " bisik Afkar, sehingga membuat Ila menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya, kemudian melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam ruangan tersebut.
" Gimana keadaan Kak Akhtar ? " kata Ila.
" Udah baikan kok La " kata Akhtar.
" Ihhhh kamu apaansihh Mas kok di belakang aku terus ? kan niat kita mau jengukin Kak Akhtar bukan main petak umpet " kata Ila sambil menarik tangan Afkar ke sampingnya.
" Maafin gue Dek dan makasih udah mau datang ke sini " kata Akhtar saat melihat Afkar datang.
Afkar yang mendengar hal itu, langsung menatap kearah lain tanpa mau menatap kearah Kakaknya.
" Nggak usah seneng dulu yang mau ke sini itu Bini gue bukan gue, kalau nggak di turutin nanti anak gue bakal ileran " kata Afkar sambil melihat kearah pintu.
" Bukannya yang ngidam itu Ila ya ? " kata Della.
" Oiyaaa aduh Afkar, ketahuan kan kalau lu yang mau ke sini " kata Afkar dalam hati.
" Ngidamnya udah pindah tempat ke Ila, mulai sekarang urusan ngidam udah kembali kepada yang semestinya " kata Afkar, sehingga membuat Ila dan Della berusaha menahan tawanya.
" Apapun alasannya Kakak tetap senang kamu ada di sini " kata Akhtar.
" Ihhh Mas kalau orang bicara penglihatannya jangan kemana-mana dong, apalagi Kak Akhtar Kakak kandung kamu, di mana sopan santun kamu Mas ? " kata Ila sambil mengusap bahu Afkar.
" Nggak papa kok Ila, Kakak ngerti " kata Akhtar, sehingga membuat Ila mengkode Della agar mereka keluar dulu supaya Akhtar dan Afkar bisa bicara berdua.
" Oiyyaa Mas Avatar, Della sama Ila mau keluar bentar nggak papa kan ? " kata Della yang langsung diangguki oleh Akhtar.
" Yaudah Afkar juga ikut " kata Afkar menimpali.
Setelah kepergian Della dan Ila, Afkar benar-benar tengsin di sana, Afkar nggak tau apa yang harus dia lakukan.
" Duhhh ngomong apa nih ? gue ajak bicara duluan nggak yaa ? " kata Afkar dalam hati.
" Mmmm lo ma...." kata Akhtar dan Afkar bersamaan.
" Lo duluan Dek " kata Akhtar.
" Nggak, Kakak aja yang duluan " kata Afkar.
" Oke, lo masih marah sama gue ? " kata Akhtar, sehingga membuat Afkar terlihat berpikir.
" Nggak, takut kualat kalau marah lama-lama " kata Afkar sambil mendekat kearah Akhtar secara perlahan.
" Peluk boleh ? " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar langsung merentangkan tangannya.
" Maaf ya Kakak tadi refleks ngebentak lo karena Kakak panik, tapi itu bukan berarti Kakak nggak sayang sama lo Dek " kata Akhtar sambil mengusap punggung Afkar.
" Iya Afkar ngerti, tapi sebagai bentuk permintaan maaf Kakak ke Afkar, Kakak harus ngupasin buah itu buat Afkar " kata Afkar sambil menunjuk parsel buah yang ada di atas nakas samping tempat tidur Akhtar
" Nggak kebalik ? harusnya kan orang sakit yang di kupasin buah, tapi demi adek gue yang paling ganteng Kakak rela dehh " kata Akhtar sambil mengambil buah yang ada di sampingnya.
" Dihhh tumben banget jadi orang alay, bikin ilfeel aja dehh " kata Afkar sambil menarik kursi yang tadi di duduki Della.
" Terserah lo deh Kar, sekarang mau di kupasin buah yang mana ? " kata Akhtar.
" Mmmm yang enak yang mana ? " kata Afkar bingung.
" Semuanya enak " kata Akhtar.
" Mmm apel aja dehh " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar langsung mengupas apel untuk Afkar.
" Ehhhh nggak jadi apel deh Kak, kayaknya jeruk itu lebih menarik perhatian Afkar " kata Afkar cengengesan, sehingga membuat Akhtar langsung meletakkan apel tersebut.
" Yakin mau jeruk ? " kata Akhtar memastikan, sehingga membuat Afkar mengangguk.
" Kakak tau nggak kenapa jeruk walaupun rasanya manis sekalipun pasti tetap ada rasa asemnya ? " kata Afkar.
" Namanya juga jeruk " kata Akhtar.
" Salah " kata Afkar.
" Terus ? " kata Akhtar sambil memberikan jeruk yang sudah di kupasnya pada Afkar, sehingga membuat Afkar menunjuk mulutnya agar Akhtar menyuapinya.
" Jawabannya karena sebagian manisnya jeruk udah di serap oleh wajah ganteng Afkar, dan terciptalah wajah ganteng nan manis ini, sehingga membuat Ila cinta mati sama gue " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar menggelengkan kepalanya.
___________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat buat update part-part selanjutnya.