
Saat sampai di kantor tanpa disengaja Akhtar dan Afkar berpapasan saat masuk kedalam kantor.
" Ehhhh Abang, lemes banget tuh muka kayak nggak sarapan aja " kata Afkar.
" Emang nggak sarapan " gumam Akhtar namun tetap terdengar jelas di telinga Afkar.
" Hahhhh serius, Della nggak masakin lu Bang ? " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar langsung menutup mulut Afkar dengan tangannya.
" Hehhh ngomongnya jangan keras-keras dong, lihat tuh semua karyawan pada liatin kita " kata Akhtar sambil melepaskan tangannya dari mulut Afkar.
" Heheh sorry " kata Afkar cengengesan.
" Itu sama aja kalau lo ngumbar aib istri gue depan para karyawan " kata Akhtar datar sambil mempercepat langkahnya menuju ruangannya yang di ikuti oleh Afkar.
" Yaaa maaf kagak sengaja gue Bang, ehhh tapi kok bisa si Della nggak masakin lo ? dia sakit ? " kata Afkar kepo.
" Jadi korban novel dia " kata Akhtar datar.
" Hahh maksudnya gimana ? " kata Afkar.
" Iyaaa dia sengaja masak, masakan yang super asin dengan harapan reaksi gue bakal sama kayak di novel yang dia baca " kata Akhtar, sehingga membuat Afkar tertawa ngakak, sehingga membuat Akhtar kesal.
" Keluar sana, lo kan punya ruangan sendiri " kata Akhtar sambil menarik Afkar keluar dari ruangannya.
Sementara di tempat Della, Della sangat bosan berada di rumah sendirian.
" Uhhhh ngapain yaa ? bosen banget " gumam Della.
" Ahhhaaaa tadi kan Mas Avatar nggak sempat sarapan, gimana kalau gue bawain suami gue bekal makan siang, daripada bosen di rumah kan " kata Della.
" Ajak Ila ahhh supaya ada temennya " kata Della sambil meraih ponselnya untuk menelpon Ila.
" Assalamu'alaikum ipar " kata Della.
" Wa'alaikumsalam, kenapa Dell ? " kata Ila dibalik telepon tersebut.
" Ehhh La, nanti siang ada acara nggak ? " kata Della.
" Hmmm nggak sih Dell, kenapa ? " kata Ila.
" Hehehe rencananya sih gue mau ngajakin lo ke kantor buat nganterin suami kita makan siang, gimana mau nggak ? " kata Della.
" Boleh juga Dell " kata Ila.
" Yaudah jam 10 aku jemput yaa, assalamu'alaikum '' kata Della sambil memutuskan sambungan teleponnya.
" Hmmmm masak apa yaaa ? " kata Della sambil searching resep makanan di ponselnya.
Setelah selesai berkutat di dapur, kini Della tengah bersiap-siap untuk ke kantor suaminya.
" Ihhhhh jadi nggak sabar ketemu Suami, baru aja ditinggal beberapa jam udah kangen aja, ahhhh dasar Della bucin " kata Della sambil terkekeh diujung kalimatnya.
" Dahhh cantik, sekarang tinggal jemput my ipar " kata Della sambil memesan taxi online lewat ponselnya.
* skip kantor *
" Kantornya Abi mertua besar juga yaa La " kata Della yang memang baru pertama kali kesana.
" Iyaa kamu bener Dell " kata Ila.
" Yaudah masuk yukkk " kata Della sambil menarik tangan Ila.
" Ehhh bentar Dell, emang kamu tau ruangan suami kita di mana ? " kata Ila, sehingga membuat Della menggelengkan kepalanya pertanda tidak tau.
" Okeyyy " kata Della.
" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu ? " kata seseorang yang ada di meja resepsionist tersebut.
" Siang Mbak, kita mau nanya ruangan Pak Akhtar sama Pak Afkar di mana ya ? " kata Ila sopan.
" Sudah buat janji sebelumnya ? " kata karyawan tersebut.
'' Belum Mbak " kata Ila.
" Kalau begitu anda tidak bisa bertemu dengan Bapak Akhtar dan Pak Afkar, soalnya mereka orang sibuk jadi tidak sembarang orang yang bisa bertemu dengan mereka " kata karyawan tersebut, sehingga membuat Della kesal.
" Ehhh Mbak ribet banget sih, kita itu istrinya masa ketemu suami aja malah di persulit " kata Della kesal.
" Maaf ya Mbak, tapi yang ngaku-ngaku seperti ini sudah banyak " kata karyawan tersebut.
" Issshhh awas aja lu, gue laporin suami gue baru tau rasa " kata Della sambil menghubungi Akhtar, namun tidak ada jawaban oleh Akhtar.
" Ihhh kok nggak diangkat sih, La coba kamu hubungi Kak Akar " kata Della yang diangguki oleh Ila.
" Sama Dell nggak diangkat juga, mungkin mereka sibuk kali yaa " kata Ila.
" Mbak kalau mau nipu bukan di sini tempatnya, sebaiknya Mbak pergi sekarang sebelum saya panggil satpam untuk menyeret kalian berdua pergi dari sini " kata karyawan kantor tersebut sinis.
" Ihhh apaansih lo, orang Akhtar bener suami gue " kata Della kesal.
" Sabar Dell, aku coba hubungi Abi dulu yaaa " kata Ila.
" Video call aja La, supaya dia mati kutu " kata Della.
" Assalamu'alaikum Abi " kata Ila.
" Wa'alaikumsalam, ada apa Nak ? " kata Gus Fauzan.
" Abiii kita di kantor Abi, tapi kita nggak di bolehin masuk sama Mbak yang itu " kata Della sambil mengarahkan layar ponsel Ila ke muka karyawan kantor tersebut, sehingga membuat karyawan tersebut kaget plus ketakutan.
" Mohon maaf Pak Fauzan, saya benar-benar tidak tau kalau mereka berdua adalah menantu Bapak, saya hanya mencoba untuk menjaga kantor ini agar tidak dimasuki oleh orang asing " kata karyawan tersebut.
" Baiklah izinkan mereka masuk, dan tandai muka menantu saya baik-baik, saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali " kata Gus Fauzan.
" Baik Pak, saya minta maaf sebelumnya Pak " kata Karyawan tersebut.
" Makasih Abi, untung aja ada Abi " kata Della.
" Iya Nak " kata Gus Fauzan.
" Yaudah kalau gitu makasih ya Bi dan maaf udah ganggu waktu Abi, assalamu'alaikum Bi " kata Ila.
" Wa'alaikumsalam '' kata Gus Fauzan sambil memutuskan panggilan tersebut.
" Sekarang lo percaya kan ? " kata Della.
" Mohon maaf Bu, saya benar-benar tidak tau " kata karyawan tersebut.
" Ibu, Ibu, lo pikir kita Ibu-ibu " kata Della kesal.
" Sabar Dell, oiyyaa Mbak bisa ditunjukkan ruangannya di mana ? " kata Ila.
" Mari saya antar " kata karyawan tersebut.