Ustadz Idaman 2

Ustadz Idaman 2
PART 7



Saat sampai di kantor tanpa disengaja Akhtar dan Afkar berpapasan saat masuk kedalam kantor.


" Ehhhh Abang, lemes banget tuh muka kayak nggak sarapan aja " kata Afkar.


" Emang nggak sarapan " gumam Akhtar namun tetap terdengar jelas di telinga Afkar.


" Hahhhh serius, Della nggak masakin lu Bang ? " kata Afkar, sehingga membuat Akhtar langsung menutup mulut Afkar dengan tangannya.


" Hehhh ngomongnya jangan keras-keras dong, lihat tuh semua karyawan pada liatin kita " kata Akhtar sambil melepaskan tangannya dari mulut Afkar.


" Heheh sorry " kata Afkar cengengesan.


" Itu sama aja kalau lo ngumbar aib istri gue depan para karyawan " kata Akhtar datar sambil mempercepat langkahnya menuju ruangannya yang di ikuti oleh Afkar.


" Yaaa maaf kagak sengaja gue Bang, ehhh tapi kok bisa si Della nggak masakin lo ? dia sakit ? " kata Afkar kepo.


" Jadi korban novel dia " kata Akhtar datar.


" Hahh maksudnya gimana ? " kata Afkar.


" Iyaaa dia sengaja masak, masakan yang super asin dengan harapan reaksi gue bakal sama kayak di novel yang dia baca " kata Akhtar, sehingga membuat Afkar tertawa ngakak, sehingga membuat Akhtar kesal.


" Keluar sana, lo kan punya ruangan sendiri " kata Akhtar sambil menarik Afkar keluar dari ruangannya.


Sementara di tempat Della, Della sangat bosan berada di rumah sendirian.


" Uhhhh ngapain yaa ? bosen banget " gumam Della.


" Ahhhaaaa tadi kan Mas Avatar nggak sempat sarapan, gimana kalau gue bawain suami gue bekal makan siang, daripada bosen di rumah kan " kata Della.


" Ajak Ila ahhh supaya ada temennya " kata Della sambil meraih ponselnya untuk menelpon Ila.


" Assalamu'alaikum ipar " kata Della.


" Wa'alaikumsalam, kenapa Dell ? " kata Ila dibalik telepon tersebut.


" Ehhh La, nanti siang ada acara nggak ? " kata Della.


" Hmmm nggak sih Dell, kenapa ? " kata Ila.


" Hehehe rencananya sih gue mau ngajakin lo ke kantor buat nganterin suami kita makan siang, gimana mau nggak ? " kata Della.


" Boleh juga Dell " kata Ila.


" Yaudah jam 10 aku jemput yaa, assalamu'alaikum '' kata Della sambil memutuskan sambungan teleponnya.


" Hmmmm masak apa yaaa ? " kata Della sambil searching resep makanan di ponselnya.


Setelah selesai berkutat di dapur, kini Della tengah bersiap-siap untuk ke kantor suaminya.


" Ihhhhh jadi nggak sabar ketemu Suami, baru aja ditinggal beberapa jam udah kangen aja, ahhhh dasar Della bucin " kata Della sambil terkekeh diujung kalimatnya.


" Dahhh cantik, sekarang tinggal jemput my ipar " kata Della sambil memesan taxi online lewat ponselnya.


* skip kantor *


" Kantornya Abi mertua besar juga yaa La " kata Della yang memang baru pertama kali kesana.


" Iyaa kamu bener Dell " kata Ila.


" Yaudah masuk yukkk " kata Della sambil menarik tangan Ila.


" Ehhh bentar Dell, emang kamu tau ruangan suami kita di mana ? " kata Ila, sehingga membuat Della menggelengkan kepalanya pertanda tidak tau.


" Okeyyy " kata Della.


" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu ? " kata seseorang yang ada di meja resepsionist tersebut.


" Siang Mbak, kita mau nanya ruangan Pak Akhtar sama Pak Afkar di mana ya ? " kata Ila sopan.


" Sudah buat janji sebelumnya ? " kata karyawan tersebut.


'' Belum Mbak " kata Ila.


" Kalau begitu anda tidak bisa bertemu dengan Bapak Akhtar dan Pak Afkar, soalnya mereka orang sibuk jadi tidak sembarang orang yang bisa bertemu dengan mereka " kata karyawan tersebut, sehingga membuat Della kesal.


" Ehhh Mbak ribet banget sih, kita itu istrinya masa ketemu suami aja malah di persulit " kata Della kesal.


" Maaf ya Mbak, tapi yang ngaku-ngaku seperti ini sudah banyak " kata karyawan tersebut.


" Issshhh awas aja lu, gue laporin suami gue baru tau rasa " kata Della sambil menghubungi Akhtar, namun tidak ada jawaban oleh Akhtar.


" Ihhh kok nggak diangkat sih, La coba kamu hubungi Kak Akar " kata Della yang diangguki oleh Ila.


" Sama Dell nggak diangkat juga, mungkin mereka sibuk kali yaa " kata Ila.


" Mbak kalau mau nipu bukan di sini tempatnya, sebaiknya Mbak pergi sekarang sebelum saya panggil satpam untuk menyeret kalian berdua pergi dari sini " kata karyawan kantor tersebut sinis.


" Ihhh apaansih lo, orang Akhtar bener suami gue " kata Della kesal.


" Sabar Dell, aku coba hubungi Abi dulu yaaa " kata Ila.


" Video call aja La, supaya dia mati kutu " kata Della.


" Assalamu'alaikum Abi " kata Ila.


" Wa'alaikumsalam, ada apa Nak ? " kata Gus Fauzan.


" Abiii kita di kantor Abi, tapi kita nggak di bolehin masuk sama Mbak yang itu " kata Della sambil mengarahkan layar ponsel Ila ke muka karyawan kantor tersebut, sehingga membuat karyawan tersebut kaget plus ketakutan.


" Mohon maaf Pak Fauzan, saya benar-benar tidak tau kalau mereka berdua adalah menantu Bapak, saya hanya mencoba untuk menjaga kantor ini agar tidak dimasuki oleh orang asing " kata karyawan tersebut.


" Baiklah izinkan mereka masuk, dan tandai muka menantu saya baik-baik, saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali " kata Gus Fauzan.


" Baik Pak, saya minta maaf sebelumnya Pak " kata Karyawan tersebut.


" Makasih Abi, untung aja ada Abi " kata Della.


" Iya Nak " kata Gus Fauzan.


" Yaudah kalau gitu makasih ya Bi dan maaf udah ganggu waktu Abi, assalamu'alaikum Bi " kata Ila.


" Wa'alaikumsalam '' kata Gus Fauzan sambil memutuskan panggilan tersebut.


" Sekarang lo percaya kan ? " kata Della.


" Mohon maaf Bu, saya benar-benar tidak tau " kata karyawan tersebut.


" Ibu, Ibu, lo pikir kita Ibu-ibu " kata Della kesal.


" Sabar Dell, oiyyaa Mbak bisa ditunjukkan ruangannya di mana ? " kata Ila.


" Mari saya antar " kata karyawan tersebut.