
Di tempat lain, Gael akan pergi bersama sahabat-sahabatnya menonton balapan liar. Bukan sembarang balapan liar.
Yang mengikutinya kumpulan pria tampan dan kaya raya.
Yang menjadi taruhannya juga tidak murah. Mereka harus menjadi anggota dan memiliki kartu peserta.
Yang menonton juga tidak sembarang orang, mereka juga harus memiliki kartu anggota sebagai penonton.
Ada penonton yang memiliki kartu anggota VVIP atau VIP dengan fasilitas yang luar biasa. Yang mereka cari di balapan ini adalah popularitas. Untuk penonton perempuan, tentu saja yang mereka cari adalah pria tampan yang bisa mereka goda dan dijadikan pacar.
Juan sedang berbicara dengan seorang peserta balapan yang menjadi ‘anaknya’. Dia terkenal dengan nama BeeMee (BM ... Black Mask) karena orang itu selalu menggunakan topeng hitam yang menutupi seluruh muka dan kepalanya. Yang dia pakai juga semuanya berwarna hitam, dari pakaian hingga sepatu.
BeeMee sudah sering memenangkan balapan, yang hasilnya diatur oleh Juan. Terkadang Juan juga sering balapan jika tidak ada BeeMee. Banyak yang penasaran mengenai BeeMee. Bagaimana wajahnya, tampan atau tidak. Latar belakang statusnya, anak pengusaha mana. Berapa usianya, dan seterusnya.
Aroma maskulin menyeruak dari tempat BeeMee berdiri di samping mobil balapnya. Dari kejauhan, para wanita yang sudah sering mendengar tentang BeeMee, berteriak histeris memanggil BeeMee.
“Bee!”
“Mee!”
“BeeMee!”
Teriakan-teriakan centil menggangu pendengaran BeeMee.
“Bee? Memangnya mereka pikir aku lebah?”
“Hahaha, kamu lebah yang menghasilkan banyak uang.”
“Apa tidak ada lawan yang lebih menantang?”
“Orang-orang berpikir si bodoh itu hebat.”
Sambil berkata itu, Juan berdecak kesal.
“Gael.”
“Aku belum pernah melihat dia sebelumnya.”
“Sebenarnya dia sering ke sini, tapi setiap kali ke sini, kamu tidak ada.” BeeMee melihat raut wajah Juan yang terlihat sangat tidak suka dengan Gael.
“Oke, siap-siap anakku tersayang. Kalau kamu menang Daddy belikan kamu mainan.”
“Jijik!”
Juan tertawa renyah. Lima menit kemudian balapan dimulai. BeeMee mengemudikan mobilnya dengan terampil dan begitu santai. Baginya ini hanya main-main. Dia tidak takut kalah, juga tidak takut celaka.
Yang seperti ini mau mengajakku taruhan!
Banyak yang menjagokan BeeMee, ada juga yang menjagokan lawannya yang bernama Rendi. Gael melihat balapan itu di tempat VVIP bersama dua sahabatnya.
Orang-orang menonton balapan itu dengan gembira sambil menikmati makanan dan minuman yang sudah disediakan oleh pengurus.
Sebagai salah satu orang yang menyukai balapsn liar, Gael merasa kagum dan tertarik dengan keahlian BM. Gerakan matanya terus mengikuti mobil yang dikemudikan oleh BM. Rendi, yang menjadi lawan BM merasa kesal karena tertinggal cukup jauh dari BM. Jika kalah, dia bukan hanya memberikan hasil taruhan pada BM, tetapi juga pada teman-temannya. Rendi tipe orang yang tidak bisa menerima kekalahan begitu saja dan pemarah. Banyak yang tidak menyukainya karena sifatnya itu.
Di dalam mobilnya, BM tertawa kecil, membayangkan hasil taruhan yang sebentar lagi akan dia dapatkan. Suara sorakan menyambut kemenangannya. Suara decitan ban mobil tepat berhenti di depan Juan. BM segera keluar dan melakukan tos kemenangan pada pria yang sudah menjadi sahabatnya sejak lama itu.
Rendi mengepalkan tangannya dan meludah saat keluar dari mobilnya.
“Kalah, ya kalah saja,” ledek Juan. Rendi ingin memukul Juan namun langsung dicegah oleh Aldo, salah satu anggota tim Juan.
“Dasar pecundang!”
Orang-orang sangat kesal dengan sikap Rendi itu. Berbagai makian keluar dari mulut mereka.