
"Dia ...?"
"Qya, Qyara!"
Duar!
Mobil itu meledak dan mengobarkan api yang sangat besar.
Tubuh BM yang ternyata adalah Qya, terpental cukup jauh.
"Qyaaa!" teriak Juan histeris.
Gael merasa sesak nafas.
Tidak, ini tidak benar. Apa yang aku lihat ini tidak benar.
Gael dan Juan berlari mendekati gadis itu.
"Qya, bangun Qya!" teriak Juan.
Dia memeluk tubuh gadis yang bersimbah darah itu.
"Qyara, baggunnn!"
Maura menutup mulutnya. Bagaimana bisa dia itu Qya? Padahal sebelumnya Qya berdiri di sebelahnya.
Tapi ....
Dia tidak sadar kapan sahabatnya itu menghilang.
Mereka ikut berlari menghampiri Juan dan Gael.
"Cepat panggil ambulans."
Terjadi kepanikan di sana. Sama sekali tidak ada yang menyangka kalau BM adalah Qya. Postur tubuh BM pun sangat jauh dari Qya.
Ambulans datang tidak lama kemudian. Mereka mengangkat tubuh Qya dengan hati-hati.
Juan ikut masuk ke dalam mobil ambulans, sedangkan Gael terpaksa menggunakan mobil lain.
"Biar aku yang menyetir," ucap Reno.
Maura dsn teman-temannya juga ikut menyusul dari belakang. Mereka ingin tahu secara langsung, apa yang terjadi pada teman mereka itu, dan kenapa BM adalah Qya.
Tidak, tidak mungkin itu Qya. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padanya?
Gael tidak sadar kalau mereka telah tiba di rumah sakit.
Qia dimasukkan ke dalam ruang UGD. Mereka menunggu dalam keadaan gelisah.
Gael dan Juan sama-sama berjalan mondar-mandir, sangat gelisah.
Jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi padanya.
Pintu ruangan akhirnya terbuka.
"Saya, Dok. Apa dia baik-baik saja?"
"Pasien membutuhkan donor darah secepatnya, tapi stok di rumah sakit ini sedang tidak ada."
Juan terhuyung ke belakang. Golongan darahnya berbeda dengan Qya. Dia lalu mengambil ponselnya.
"Halo, siapa ini?"
"Cepat datang ke rumah sakit sekarang juga."
"A ...."
"Aku bilang cepat ke rumah sakit sekarang juga. Apa kamu tidak mendengar, hah! Cepat datang, atau kamu akan menyesal seumur hidupmu. Kalau kamu tidak datang, aku sendiri yang akan membunuhmu!"
Juan lalu kembali menelepon seseorang.
"Cepat ke rumah sakit sekarang."
Juan dan Angga sama-sama cemas. Wajah mereka terlihat sangat pucat.
Suara-suara langkah kaki terdengar mendekat.
"Vano? Ada apa ini? Siapa yang sakit? Kenapa kalian terlihat berantakan? Darah siapa ini? Apa kalian berkelahi lagi?"
"Qya membutuhkan darahmu."
"Apa? Qya? Apa yang terjadi padanya?"
"Jangan banyak tanya, lakukan saja apa yang aku bilang."
"Heh, kenapa papaku harus mendonorkan darahnya untuk ****** itu?"
"Benar, kenapa suami saya harus mendonorkan darahnya untuk perempuan tidak tahu malu itu?"
Plak
"Jangan berani-beraninya kalian menginap Qya." Juan bair saja menampar Ricca, dan menatap tajam pada Jesi.
"Kaulah perempuan tidak tahu malu itu. Jangan sampai aku membongkar kebusukan kamu sekarang juga!" ucapnya pada Jesi.
Jesi mengangkat dagunya, merasa tidak gentar. Membongkar kebusukan? Memangnya kebusukan apa yang dia lakukan?
"Tapi Daddy harus tes darah dulu, Vano." Edward tentu saja tidak akan keberatan mendonorkan darahnya untuk Qya.
"Tidak perlu, golongan darah kalian sama."
"Tapi dari mana kamu tahu."
"Tentu saja aku tahu. Aku sangat tahu, karena Qya adalah adikku. Dia juga anakmu! Kamu dengar itu? Dia juga anakmu!"
"A ... apa?" tanya Gael tak percaya.
"Anak? Tapi bagaimana bisa? Ini tidak benar. Kamu jangan menipuku, sialan!" teriak Gael.