
"Aku akan berusaha membuat kamu yakin kepadaku. Akan aku buktikan kalau aku benar-benar tulus kepadamu, Sayang."
Gael tahu, meskipun saat ini Qya sudah menjadi kekasihnya, tapi bukan berarti dia bisa tenang. Perjuangannya masih sangat panjang, bukan hanya mendapatkan hati gadis itu saja, tapi juga mendapatkan kepercayaan dan rasa nyaman.
"Aku mau pulang dulu. Ada tugas yang harus aku kerjakan."
"Oke, nanti malam aku akan mengajak kamu makan di luar."
...🌼🌼🌼...
Malam harinya setelah mengantar Qya pulang, Gael pergi menonton balapan bersama Reno dan Miko.
"Katanya malam ini ada BM," ujar Reno.
Orang-orang di sana yang mendapat kamar kalau malam ini akan ada BM, langsung menghubungi teman-temannya agar datang ke arena balapan. Mereka akan bertaruh habis-habisan, dan pasti banyak yang mendukung BM.
"Kamu mau taruhan apa, Ga?"
"Enggak, ah."
Gael pikir, daripada bertaruh, lebih baik dia berikan untuk Qya.
"Tumben?"
Gael sudah menghabiskan banyak uang untuk Qya, tapi tentu saja dia tidak akan mengatakan itu kepada orang-orang.
Seorang pria yang datang dari luar negeri, bertaruh dengan berlian yang sangat mewah. Melihat itu Gael langsung tergoda.
"Qya pasti akan semakin cantik memakai berlian itu. Sial, aku harus mendapatkan berlian itu," gumam Gael pelan.
"Aku ingin membeli berlian itu," ucap Gael.
"Tidak bisa, ini untuk taruhan."
"Berapa pun yang kamu mau, akan aku berikan."
"Ck, ini bukan masalah uang, Bro." Pria itu juga tetap kekeuh, tidak mau melepaskan begitu saja berlian yang dia punya.
"Kamu buat apa perhiasan itu?" tanya Miko.
BM yang tahu ada berlian yang dipertaruhkan, menjadi sangat semangat. Kali ini lawannya adalah anak pengusaha batu bara.
"Berapa putaran?" tanya pria itu.
"Hanya lima."
BM sendiri sudah siap di dalam mobilnya. Banyak perempuan yang melambaikan tangan kepadanya, berharap bisa dekat dengan pria bertopeng itu.
Aksi saling menyalip dilakukan, decitan ban mobil, juga sorakan penonton memeriahkan arena balap. BM sendiri terlihat santai. Jika dia bisa memenangkan bakalan ini, maka dia akan membawa pulang berlian dan barang mewah lainnya.
Bahkan ada orang dari perusahaan yang ingin menjadikan dia sebagai model di iklannya.
Yang benar saja, mana mungkin dia bermain iklan,meski tetap memakai topeng. Ini bukan masalah ketenaran atau kemewahan, tapi suatu kepuasan. Mendengar orang-orang yang berteriak memberikan dukungan dan memanggil namanya.
Masih ada dua putaran lagi, dan dia mempercepat laju mobilnya. Mobil ini sudah dimodifikasi oleh Juan dan anak buahnya.
Gael sendiri tidak pernah mendukung BM, meski dia juga tidak mendukung lawan BM.
Juan dan Gael sejak dulu sudah menjadi saingan. Sejak masih sekolah, mereka tidak pernah akur. Entah apa awal persaingan mereka. Juan terlihat sangat membenci Gael.
Lawan dari BM menabrakkan mobilnya ke mobil BM, berharap kalau BM akan kehilangan kendali dan kalah. Penonton bersorak marah melihat kecurangan itu. Ini memang balapan liar, tapi juga bukan berarti bisa seenaknya.
"BeeMee ... BeeMee ... BeeMee ...." Para perempuan memanggil BM, saat tinggal satu putaran lagi.
BM menyeringai saat lawannya sudah tertinggal jauh. Dia bersiul senang.
Sorakan penuh kemenangan saat BM akhirnya berhenti. Juan melakukan tos dengan BM.
"Kita akan pesta malam ini!"
Yang lain ingin mendekati BM, tapi tentu saja Juan tidak akan mengijinkannya.
"Irus semuanya!" ucap Juan saat mendapat lima kunci mobil sebagai hasil taruhan.
"Sepertinya aku harus mencari tempat yang lebih luas lagi." Juan tertawa puas, hingga saat ini belum ada yang berhasil mengalahkan BM.