Trouble Girl

Trouble Girl
54 Mereka Tahu



"Mau ngapain kalian ke sini?" tanya Gael pada Sahabat-sahabatnya. Bari saja Gael membuka pintu, doa pikir yang datang itu pengantar makanan, ternyata bukan.


"Lah, biasanya juga kami suka main ke sini."


"Pulang sana."


"Ck, kenapa kamu, Ga?"


"Tahu nih, kayaknya enggak suka banget kami ke sini."


Gael menghela nafas berat. Ada Qya sedang tidur di dalam kamarnya. Bagaimana nanti kalau sahabat-sahabatnya ini tahu tentang hubungan dia dengan Qya? Gael sendiri sebenarnya tidak masalah. Justru senang, biar saja orang-orang tahu tentang hubungan mereka. Kalau bukan karena Qya yang meminta untuk merahasiakan hubungan ini, tentu saja sudah sejak awal Gael menunjukkan kepada semua orang.


Reno dan Miko langsung duduk di sofa dengan santai. Bari saja Gael ingin ke kamarnya untuk melihat Qya, tapi tidak jadi karena mendengar suara langkah kaki.


Miko dan Reno langsung tersedak saat melihat perempuan dengan wajah bantal yang turun dari lantai atas.


"El, aku lapar."


Reno dan Miko bahkan sampai mengucek mata mereka. Apa benar apa yang mereka lihat? Kenapa bisa sampai ada Qya di apartemen Gael? Apa mereka punya hubungan khusus, dan sejak kapan?


Qya berhenti di tengah tangga, saat melihat ada Reno dan Miko yang menatapnya dengan penasaran. Qya berdecak kesal, tapi tetap melanjutkan langkahnya ke Gael.


"El, aku lapar."


"Aku pesankan makanan dulu. Kamu mau apa?"


"Burger sama steak dan kentang goreng." Qya kembali ke kamar Gael tanpa menegur Miko dan Reno.


"Ga, kamu pacaran sama Qya?" tanya Miko. Dia sudah tidak sabar lagi mendengar penjelasan dari Gael.


"Iya, tapi kalian diam saja. Qya enggak mau hubungan kami diketahui oleh orang-orang."


"Wah, parah. Kenapa kamu tidak pernah cerita sama kami?"


"Ck, gak dianggap, Mik, kita sama Gael."


"Tapi Ga, apa kamu yakin sama dia?"


"Maksudnya?"


"Kamu kan tahu dia seperti apa di kampus? Kami juga sudah pernah bilang kalau kami sering melihat dia jalan dengan pria yang berbeda-beda. Jangan sampai kamu dipermainkan sama dia."


"Qya tidak seperti itu. Memang, Qya itu terlihat bebas ... tapi sampai sekarang, aku tidak pernah melakukan hal lebih dengan dia."


"Kamu harus hati-hati sama Qya, Ga."


"Kalian kenapa sih, kayaknya enggak suka banget aku bersama dengan Qya?"


"Bukannya begitu, kami hanya tidak mau saja, kalau kamu nanti akan dipermainkan sama dia."


"Kalian tenang saja, aku tahu dia kaya apa."


Miko dan Reno hanya bisa menghela nafas. Kalau sudah begini, Gael akan sulit dikasih tahu. Pria itu tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun, jadi mereka yakin kalau Gael sangat menyukai gadis itu.


Hampir satu jam kemudian makanan yang dipesan datang. Gael tidak hanya memesan untuk Qya saja, tapi untuk mereka semua.


Qya sudah keluar dari kamar dengan keadaan yang lebih segar. Dia ikut duduk bergabung dengan Gael dan teman-temannya.


"Yang, teman-teman aku sudah tahu tentang hubungan kita. Enggak apa, kan?"


"Oke, enggak masalah."


"Ayo makan."


Suasana mulai mencair saat mereka makan. Ternyata Qya cukup enak diajak bicara menurut Reno dan Miko.


"Coba sekali-kali kamu tantang tuh si BM," ucap Miko pada Gael.


"Benar Ga, kan kamu sudah lama enggak tampil."