
Qya sudah bersiap di stand perusahaan. Penampilannya yang cantik sebagai SPG, tentu saja menarik perhatian banyak pengunjung yang notabenenya kalangan atas.
Gadis itu mengambil ponselnya, bergaya sedikit centil dan ber-selfie. Diunggahnya foto itu di akun sosial media miliknya dengan caption:
...Yang merasa ganteng dan kaya, yuk beli mobil sama aku😘...
Vano dan teman-teman Qya yang melihat foto yang baru saja diunggah oleh gadis itu , langsung tertawa.
"Ayo kita ke sana!"
Gael yang melihat itu, merasa cemburu. Hanya dengan foto saja, sudah menarik perhatian para pria. Gael langsung menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk pergi ke acara pameran dan membeli mobil yang paling mahal, tapi harus melalui Qya, tidak boleh dengan SPG lain.
Ck, seharusnya aku berada di sana.
Begitu acara dibuka, banyak yang langsung menuju tempat Qya. Gadis itu menjelaskan kelebihan tiap-tiap mobil. Daya ingatnya tentang semua penjelasan seniornya memang patut diacungi jempol.
"Halo cantik, pilihan yang paling bagus menurut kamu." Pria itu mengedipkan mata. Qya mendengus, tapi tertawa juga, karena pria-pria itu adalah teman-temannya. Banyak juga teman-temannya yang perempuan, berpenampilan seksi dan jelas bukan anak dari kalangan biasa.
SPG yang lain meras kesal. Kenapa para calon pembeli itu hanya mau dilayani oleh Qya saja? Bahkan tidak sedikit dari mereka yang langsung membeli apa yang dipilihkan oleh gadis itu.
"Apa dia pakai guna-guna? Kelihatan tidak wajar begitu!"
"Ah, masa sih?"
"Lihat tuh penampilannya, kaya perempuan panggilan."
Padahal pakaian apa yang Qya pakai, juga itu yang mereka pakai, karena itu seragam SPG mereka. Hanya saja bentuk tubuh yang menunjang, membuat Qya terlihat lebih seksi.
Ketua tim merasa senang. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Orang suruhan Gael juga Sidah lebih dulu bertindak. Dia langsung mendapatkan pesanan dari bosnya itu. Qya yang tidak tahu pria itu orang suruhan Gael, melirik pria yang membeli mobil termahal itu.
"Wah, kamu bisa dapat bonus banyak, nih. Jangan lupa traktir."
"Heleh, kalian enggak malu, minta traktir dari bonus aku jual mobil? Padahal kalian juga yang beli mobil-mobil ini." Teman-teman Qya langsung tertawa.
Tentu saja uang mereka lebih banyak dari uang Qya. Punya orang tua yang kaya, membuat mereka bisa beli apa saja.
Damian yang mendengar informasi tentang penjualan mobil di pameran itu, menatap asistennya dengan kaget.
"Benarkah?"
"Benar, Tuan."
"Jadi Qya berhasil menjual semua unit yang dipamerkan?"
"Iya, Tuan."
Damian sampai speechless, berapa banyak keuntungan yang perusahaannya dapatkan dalam satu hari saja?
Berita itu juga tidak hanya didengar oleh Damian, tapi seluruh karyawan kantor. Ada yang senang, ada juga pastinya yang iri.
Mereka sampai memfollow akun sosial media milik Qya. Banyak foto yang dia unggah dengan pembeli-pembelinya, yang sebagian besar memang teman-temannya, sebagian lagi orang lain.
Gael lagi-lagi merasa cemburu. Sedangkan Edward yang juga mendapatkan laporan dari asistennya, merasa tidak suka.
Kenapa Qyara harus bekerja di perusahaan itu?
Itu adalah perusahaan saingan Edward. Edward dan Damian sudah lama bermusuhan, sejak mereka masih muda. Sekarang gadis yang dekat dengannya justru berkerja di perusahaan itu dan memberikan banyak keuntungan, ini benar-benar menyebalkan bagi Edward.