Trouble Girl

Trouble Girl
67 Kenapa Tidak Datang?



Bagaimana bisa Qya adalah adik Juan?


Bukannya Gael tidak suka mendengar kabar ini. Kalau Juan dan Qya adalah kakak beradik, berarti mereka bukankah sepasang kekasih.


Tapi kalau Qya adalah adik Juan, dan anak dari papanya, sedangkan Gael juga bersaudara dengan Juan, bukankah itu berarti Qya adalah adik Gael?


Tidak!


Kepala Gael rasanya mau pecah. Ini sesuatu yang paling buruk yang pernah Gael dengar. Bahkan saat pertama kali mendengar kenyataan kalau Juan—musuh bebuyutannya—adalah saudara satu ayah, rasanya tidak semenyakitkan ini.


Bagaimana bisa dia mencintai adiknya sendiri?


Tidak, ini pasti ada yang salah.


"A ... adik kandung kamu? Anak Daddy? Tapi bagaimana ...."


"Jangan banyak bertanya, berikan saja darahmu untuk adikku!"


"Tentu saja. Daddy akan menyelamatkan anak Daddy."


Kepala Jesi rasanya mau pecah. Belum lama dia meli kedatangan anak dari suaminya, sekarang malah ada anak lainnya.


Selama bertahun-tahun, kenapa semuanya terjadi sekarang?


Jesi menatap Juan dengan pandangan tidak suka. Ricca sendiri sejak tadi terus menatap Angga, namun pria itu tidak peduli, bahkan tidak melirik ke Ricca sedikit pun.


"Ga," tegur Ricca.


Angga diam saja. Dia fokus menatap pintu ruang UGD, tempat Qya sedang diperiksa saat ini.


"Hei, mantan menantu kurang ajar, anakku sedang memanggil kamu!"


"Pergi dari sini sekarang! kalian berdua membuat keributan di sini."


"Apa hak kamu mengusir kami dari sini?"


Jesi dan Ricca mendengus. Mereka akan terus berada di sini selama Edward juga di sini, apalagi di sini juga ada Gael.


"Gael, kenapa kamu juga ada di sini?" tanya Jesi.


Gael tidak menjawab, dia masih terkait bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apa tadi dia tidak salah mendengar? Apa Qya benar-benar adik Juan—adiknya juga?


Bugh


Gale langsung menonjok wajah Juan. Dia butuh pelampiasan, dan orang yang paling tepat untuk mendapatkan pelampiasannya adalah Juan.


"Kenapa kamu melakukannya? Kenapa kamu menjerumus Qya dan selalu membahayakan dirinya? Kamu pasti sadar kan, pekerjaan itu sangat berbahaya? Hah!"


"Apa maksud kamu, Gael?" tanya Edward.


Dia bari saja selesai mendonorkan darahnya untuk Qya, yang ternyata adalah anak kandungnya. Dia merasa tidak perlu melakukan tes DNA. Dilihat dari wajah Qya saja, gadis itu mirip dengan istrinya.


Pertama kali Edward melihat Qya, dia memang merasa Qya mirip seseorang. Ada perasaan sayang untuk gadis itu. Bukan sayang antara pria dan wanita, tapi perasaan sayang antara seorang ayah dengan anaknya.


Mengejar kisah Qya yang katanya besar di panti asuhan, membuat pria itu semakin merasa sayang, bahkan sedih. Dia sendiri tidak tahu kenapa bisa memiliki perasaan seperti itu. Bahkan kepada Ricca dan Gael saja, dia tidak seperti ini.


Terhadap Ricca yang anak perempuannya, Edward biasa saja. Memang dia memberikan fasilitas untuk anak-anaknya, hanya sekedar itu saja.


"Dia membahayakan nyawa Qya. Dia sering menyuruh Qya untuk balapan liar. Dan inilah yang terjadi saat ini, Qya kecelakaan karena bakalan itu. Mobilnya meledak!"


"Apa? Vano, kamu melakukan itu? Kenapa kamu melakukan itu?"


"Kamu pasti menyuruh Qya untuk melakukannya, kan? Agar memiliki uang yang banyak!" ucap Gael.


"Vano, kenapa tidak dari dulu kamu dan Qya datang menemui Daddy. Daddy akan memberikan semua harta Daddy untuk kalian."


"Tidak usah banyak komentar, kalau tidak tahu apa-apa!"