Trouble Girl

Trouble Girl
65 Pertarungan Terakhir



Malam ini, suasana sangat meriah. Para penonton terbagi menjadi beberapa kelompok. Ada yang mendukung Gael, ada yang mendukung BM, ada juga yang mendukung penantang lainnya.


Mereka masuk ke dalam mobil masing-masing.


"Aku pasti akan mengalahkan kalian!"


Gael mengepalkan tangannya, dia tidak akan membiarkan BM ataupun Juan menang.


Bendera diangkat, mereka langsung melaju dengan kecepatan tinggi. BM masih terlihat tenang. Sepertinya dia ingin bermain-main lebih dulu.


BM memang senang dan mudah mempermainkan emosi penantangnya. Dia akan membuat mereka tidak akan fokus dengan apa yang merasa lakukan saat ini.


Menyalip kiri kanan kiri kanan, bahkan terlihat kehilangan kendali bahkan akan menabrak.


BM tertawa renyah, dia sangat suka dengan tantangan ini, benar-benar menguras adrenalinnya.


Mobil salah satu penantang kehilangan kendali karena gagal fokus. Kini yang tersisa tinggal empat orang.


Ada yang menantang Gael, ada juga yang menantang BM.


Kedua orang itu memang menjadi penantang terberat selama ini.


BM melihat dua mobil yang menjadi lawannya, yang salah satunya tentu saja Gael.


"Oke, sudah cukup main-mainnya."


BM Mukai mengemudi dengan serius. Dia melirik spion, melihat seberapa jauh jarak dia dengan Gael.


Mereka bersua saling menyalip, menyerempet dan membenturkan mobil mereka.


Tidak ada yang mau mengalah—tentu saja.


Satu belokan lagi, BM yakin dia akan memenangkan pertandingan ini. BM mempercepat laju mobilnya, ingin segera menyelesaikan semuanya.


Gael mencengkram stir mobilnya. Dia tidak boleh kalah. Tidak, dia harus memenangkan persaingan ini.


Pria itu ikut menekan gas mobilnya, semakin mempercepat laju kemudi.


Satu menit lagi ....


Jarak yang ditempuh hampir satu menit lagi, akan membuat BM memenangkan balapan ini.


Gael tidak tinggal diam. Dia mencapai kecepatan maksimal.


Kedua mobil itu saling bergesekan.BM menekan gas.


Bagain depan mobilnya mencapai lebih dulu batas kemenangan dengan posisi miring.


Tapi ....


Bruk


Bunyi decitan dan ledakan keras terdengar. Mobil BM berputar-putar seperti gasing.


Di belakangnya, Gael mengerem mobilnya dengan cepat agar tidak terjadi tabrakan. Mobil BM masih melaju tak terkendali dengan keadaan seperti gasing—sangat cepat.


Juan sangat panik. Dia dan seluruh timnya berlari ke jalanan itu.


"Keluar dari sana!" teriak Juan.


Gael keluar dari mobilnya, melihat Juan yang tampak pucat.


Para penonton menahan napas. Mereka sangat syok dengan apa yang mereka lihat.


Wajah BM terbentur-bentur stir mobil. Setelah mobil berhenti, dia berusaha keluar dari mobil itu meski sangat susah.


"Keluar sekarang!" teriak Juan.


Jarak yang cukup jauh, membuat mereka kesulitan untuk mencapai BM berada saat ini.


Mobil mulai mengeluarkan asap tebal.


"Tolong dia! Tolong dia!" Nada Juan yang sangat ketakutan itu, membuat suasana semakin mencekam.


BM menghentak-hentakkan pegangan pintu mobil, mencoba membuka pintu itu.


Pintu itu sedikit terbuka, namun posisinya terjepit dan sedikit miring.


BM menendang pintu itu, lalu berusaha keluar.


Dia menghirup udara dalam-dalam. Mulai berjalan meski tertatih.


Krak


Topeng di wajahnya sedikit retak.


BM merasakan seluruh tubuhnya sakit. Dia mencium bau anyir di mulutnya, dan merasa ada yang menetes dari keningnya.


Api mulai merambat.


Juan berlari semakin cepat.


Gael merasa sesuatu yang tidak enak. Kakinya reflek mendekat ke arah BM. Gael dan Juan sama-sama berlari, diikuti oleh beberapa orang lainnya.


"Noooo! Lari dari sana sekarang!" teriak Juan.


Topeng di wajah BM mulai terbagi dua, dan kini, mereka semua bisa melihat siapa di balik sosok itu ....