Trouble Girl

Trouble Girl
59 Bersama Sejak Kecil



Mereka mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. Juan, atau Vano, atau siapa pun lah namanya, ternyata anak dari tuan Edward. Lalu siapa gadis muda cantik itu?


Apa sugar baby Tian Edward?


Tapi sepertinya dia sangat dekat dengan Juan.


Dan sepertinya, dia juga memiliki hubungan dengan Gael dan menantu Edward.


"Tunggu, Vano!"


"Tunggu, Qya!"


Edward dan Gael berteriak bersamaan, bahan kini keduanya ikut berlari ke luar.


Ricca dan Jesi pun ikut menyusul, mereka tidak terima kalau suami mereka pergi begitu saja.


Vano, Qya, dan Angga masuk ke dalam mobil. Juan mengemudikan mobilnya dengan cepat.


"Berhenti!" teriak Gael dan Edward.


Vano mengemudikan mobilnya dengan cepat, dia melirik kaca spionnya, dan tersenyum sinis.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Ck, aku sudah mengorbankan wajahku untuk ditampar oleh perempuan itu, jadi mari kita akhiri semaunya sampai di sini."


"Ya, kita akan pergi dari sini."


Mereka lalu pergi ke apartemen Vano. Sesampainya di sana, mereka menghempaskan tubuh di atas sofa.


Hal yang sama juga terjadi di rumah Edward.


"Bisa papa jelaskan siapa Juan itu?"


"Dia anak kandung papa, bersama perempuan lain."


"Apa? Jadi papa sudah selingkuh dari mama selama itu?"


"Jaga mulut kamu, Ricca!"


"Memangnya kenapa? Apa papa mau membela anak haram itu?"


"Diam kamu, dia itu bukan anak haram!"


"Kenapa masih membelanya, bahkan pacar dari pria itu juga merebut Angga."


"Sepertinya dia memang sengaja ingin menghancurkan keluarga ini. Bukan dia perempuan yang menjadi simpanan kamu selama ini?"


"Meskipun di dalam foto-foto itu tidak menunjukkan wajahnya, tapi aku yakin dia perempuan yang sama."


"Jangan bicara seperti itu, Ma. Qya itu kekasihku."


"Lihat, dia benar-benar menggaet semua pria di kelurga ini. Benar-benar rubah betina yang sangat licik."


"Jangan menghina Qyara seperti iri, dia gadis yang baik!"


"Kalian lihat sendiri kan, bagaimana papa kalian ini membela anak haramnya dan pere simpanannya."


Plak


Edward menampar wajah Jesi.


"Papa!" Gael dan Ricca sangat kaget melihat mama mereka yang ditampar seperti itu.


"Sudah aku katakan berkali-kali, Vano bukan anak haram! Jika kalian masih mengatakan iri lagi, silahkan angkat kaki dari rumah ini.


Tidak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar.


"Edward, bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Kamu sudah membuat malu keluarga kita di hadapan pas pengusaha lainnya."


"Seperti yang papa dengar, Vano adalah anak kandung aku bersama Camiela."


Di tempat Vano, pria itu sedang mengompres pipi Qyara.


"Kak, kamu yakin mau bercerai dengan perempuan itu?" tanya Qya pada Angga.


"Iya, aku memang sudah menunggu kesempatan ini sejak lama. Untuk apa lagi dipertahankan."


"Kami juga akan segera pergi ke luar negeri," ucap Vano.


"Kami? Kalian tidak mau mengajak aku?"


"Memang Kak Angga mau ikut?"


"Tentu saja. Lagi pula, siapa yang akan menjaga kalian?"


"Lalu keluarga kakak?"


"Aku sudah bicara dengan mereka."


Mereka bertiga memang sudah bersama sejak kecil. Angga menjadi kakak untuk Vano dan Qyara. Bagaimana bisa? Karena mereka bertiga ada di panti asuhan yang sama. Keluarga yang tadi Angga bicarakan adalah keluarga angkatnya, yang mengangkat dia sebagai anak saat dia sekolah menengah atas. Dia menikah dengan Ericca bukan karena cinta, tapi karena keterpaksaan dan baktinya sebagai anak angkat.