Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
BERBURU



" Whatttt!!!! S-suara muu ahhhhhh imut sekali, sekali lagi sekali lagiiiii " Ucap ling begitu berbinar


" Hahh?? Ekhmm ekhmm " Pria itu tak terima suara nya di sebut imut padahal tidak se imut itu


Ling merubah wajah nya kecewa saat suara nya tidak seimut dia pertama kali berbicara


" Siapa kau aku bukan tuan mu " Tanya ling dengan datar


" Tuan kau memakai cincin itu yang artinya itu adalah tuan ku " Ucap pria itu dengan suara lelakinya


" Huftt suaramu yang sekarang ini mrmbuat ku takut , bisa tidak suara mu kau ubah seperti tadi yang itu yang imut imut itu " Ucap ling sedikit bergetar dengan suara pria itu


" Bisa tapi jika aku terus berbicara seperti ini, aku akan terus di tertawakan " Ucap pria itu sedikit tidak setuju


" Eumm baiklah tapi saat bersama ku kau harus menggunakan suara imut itu yayayaya " Ucap ling dengan puppy eyes nya


" T-tuan jangan membuat ku takut " Ucap pria itu dengan gelagapan dirinya terpesona dengan wajah tuan nya itu


" Oh tidak wajah tuan ku imut dan cantik sekali, pertama kali aku mendapatkan tuan yang cantik dan muda tak lupa lagi seorang wanita " Batin pria itu tak sadar jika batin nya dapat di dengar ling juga sebaliknya pun sama


" Apa aku cantik dan imut, and aku tuan pertama yang bergender wanita plus masih muda? Haishhh tentu lahhh " Ucap ling bukanya kesal mendengar ucapan batin pria itu tapi malah merasa bangga


" Ehhh, ohh iya aku lupa jika sudah berkontrak aku bisa berbicara dalam batin " Cengir pria itu dengan menggaruk tengkuk yang tak gatal membuat ling benar benar gemass


" Siapa nama mu? " Tanya ling bingung karena harus sebut dia apa, siluman kucing ahh tidak mungkin itu bisa menyinggung nya


" Tuan baru nama baru... " Ucap pria itu dengan berbinar, siapa sih yang tak terpesona dengan ekspresi pria di depan nya itu mungkin orang lain akan mimisan atau sesak nafas atu juga jantungan dadakan


" Eumm apa ya nama yang cocok untuk mu ahahhh Giyoungi...sesuai dengan mu manusia kuchengg " Ucap ling tentu di setujui oleh pria itu meskipun tak tahu apa arti dari nama itu


" Terima kasih tuan " Ucap youngi dengan senyuman yang terukir tulus disana


" Baiklah jadi tidak ada apa apa kan disini? Berarti aku bisa tinggal di tempat ini? " Tanya ling pada youngi


" Tentu tuan ini memang tempat mu saat ini " Ucap youngi


" Okey, dan berhenti sebut aku tuan anggap saja aku adik mu atau sahabatmu nama ku jiali ming sebutan nya ling " Ucap ling tak terima disebut tuan


" Baiklah tapi apa itu Okey? " Tanya youngi


" Itu artinya baiklah mengerti ? "Ucap ling dengan di angguki youngi


Perbincangan berhenti karena saat ini ling sedang merilis kamar barunya dengan di penuhi barang barang dari jaman modern


Seperti kasur lampu tidur kursi sofa dan banyak hal lain nya prihal untuk makan ling tak membuatnya dirinya berniat untuk berburu dan membuat tungku sendiri


Tentu youngi heran dengan barang barang di dalam ruangan ini bukan hanya itu tapi pakaian yang ada du dalam lemari sangat berbeda dengan yang dulu dirinya lihat


Ling melihat ekspresi itu tentu tau dirinya akhirnya menjelaskan semua tentang kebenaran dirinya dan benda bnda yang ada di sekitarnya


" Waahhh orang orang di jaman modern pasti sangat hebat bahkan bisa menciptakan sesuatu dengan sempurna dan itu indah sekali " Kagum youngi


" Tidak semua hebat tapi yang hebat di jaman modern lebih serakah dari jaman ini bahkan mereka rela menghancurkan alam demi mendapatkan keinginan nya seperti menghilang kan sebagian dari ekosisten " Sergah ling yang tak setuju dengan penuturan youngi


******


" Youngi ayo kita keliling hutan untuk mencari makanan nanti malam " Ajak ling saat sudah bisa keluar dari kediaman batu barunya


" Tapi ling aku belum pulih sepenuhnya beberapa tenaga ku belum pulih aku masih harus banyak menyerap energi di atas sana, tapi kau harus menjaga ku takut jika ada orang yang ingin melukai ku " Ucap youngi menjelaskan


" Baiklah setelah ini aku akan mejaga mu untuk bertapa tapi sekarang ayo ikut aku, kau tek perlu susah susah mencari aku yang akan mencari buruan kita " Ucap ling menyeret youngi tanpa kasihan nya bahkan youngi tersandung pun tak menggubris nya


" Aduh ling pelan pelan kita tidak tahu jalan seperti apa yang kita lewati ini " Rengek youngi mencari alasan


" Sudah feeling ku tak penah salah jika mencari buruan " Ucap ling tak menoleh sedikit pun


" Aduh youngi kau lama sekali berat untuk ku tarik, bisa tidak kamu ubah menjadi kucing dulu biar aku menggendong mu " Ucap ling, tapi tanggapan dari youngi hanya menunjukan pipi yang memerah


" Hahaha sudahlah aku tak akan apa apakan kamu " Ucap ling mejelaskan


Menggunakan kingkong nya mencari buruan, tidak lama berkeliling ling menemukan rusa yang sudah tergeletak dengan darah sedar mengotori sekitaran lingkaran panah itu


" Apa bukan aku saja yang tinggal disini? " Beo ling


" Hai kau itu buruan ku jangan ambil punya ku, aku susah payah disini dan kau mau mengambil buruan ku " Teriak seorang bocah dengan baju yang basah kuyup dan bibir yang pucat


Ling tentu iba melihat pemandangan itu " Ini ambil lah, kau tinggal disini dengan siapa? " Tanya ling saat melihat anak itu mendekat ke arahnya


" Terima kasih kaka, huft aku sudah tiga hari tidak makan dan berusaha menahan nafas selama mungkin untuk membawa panah di dalam danau di sana Sangat menyulitkan dan aku tinggal dengan ibuku di pinggiran hutan ini " Ocehan anak itu


" Ku kira kau sebatang kara seperti ku " Ucap ling menundukkan dirinya ingat akan putra nya, takut jika ayahnya akan berbuat buruk pada hongli


" Tidak tapi aku sekarang sendiri karena ibuku sedang ke kota untuk bekerja " Ucap anak kecil itu


" Kota mana? " Tanya ling


" Kerajaan fang, kami dari sana tapi karena tak memiliki koin kami di usir dan yah tinggal kawasan bebas pemilik dan tempat inilah yang tak memiliki hak pembayaran " Ucap anak kecil itu


Tentu ling kagum bahkan usia yang masih kecil sekitar 6 tahun sudah mengerti apa apa tentang hidup di kerajaan.


...****************...