
Di Tempat Vira berada...
" Hoshh hosh hoshh " Suara nafas terengah vira yang terlihat berkeringat dingin
" Astaga ini mimpi ini sangat terasa nyata, aku harus segera ke rumah sakit dimana lusi dan Rafa di rawat " Ucap vira dengan tergesa-gesa
Dengan segera vira pergi tanpa sepengetahuan suaminya yang sedang mengerjakan tugas kantornya di ruang kerjanya
Di jalanan terlihat hujan deras padahal beberapa minggu ini tidak turun hujan, dan menurut peramal pun bulan ini hingga satu bulan ke depan tidak akan hujan
Tetapi ini menjadi berkah bagi orang-orang yang kesulitan air di daerah sekitar sana....
" Cepat lah ayo lampu merah aku khawatir sekali pada mereka " Ucap vira memukul setir nya
Butuh waktu 20 menit vira sampai di rumah sakit
Sampai di depan ruangan lusi dan Rafa di rawat terdengar dari kuris tunggu ada kedua orang tua Rafa yang sedang menangis dan ada serorang wanita yang sangat vira kenali
Yah siapa lagi jika tunangan nya Rafa ahh bukan mantan tunangan nya yang sedang tersenyum disaat kedua orang Rafa menangis
Vira merasa geram dan tambah khawatir jika wanita itu sudah melakukan hal macam macam pada sahabat nya
" Ibu ada apa dengan Rafa dan lusi? " Ucap vira tanpa peduli pada wanita di samping nya
" Nak vira hiks hiks Rafa dan lusi mereka hiks hiks " Ucap Ibu dari Rafa menangis sedih
Vira langsung melihat dari kaca pintu menuju ruangan, terlihat para perawat dan dokter sambat sibuk dengan alat untuk memacu jantung nya
Namun seketika vira menitikan air matanya saat suara pendeteksi detak jantung itu menjadi lurusss
" LUSI RAFA TIDAK LU HARUS KEMBALI JANGAN TETAP DISANA " Teriak vira langsung masuk tanpa peduli siapa pun
Para perawat hanya bisa menyabarkan vira dengan mengelus punggung nya
" Pliss lu harus balik jangan tinggalin gwe plissss gwe udah kasih tau semua sahabat kita lu bakalan sadar tapi apa plisss lusi Rafa lu tega Sama kita sama orang tua lu, lu tau mereka udah setuju dengan keinginan lu Rafa " Ucap vira di sela tangisan nya
Orang tua Rafa yang melihat vira berlari segera menyusul, sesak di dada mereka membuat mereka tak kuat hingga pingsan di tempat
Sedangkan ayah dari Rafa memegangi jantung nya seperti sedang terjadi detakan yang kuat....
" Pak pak astaga cepat beri pertolongan bapak ini seperti nya terkena serangan jantung akibat syok yang hebat " Panik dokter yang melihat itu
" Hiks hiks Rafa lu ga liat kedua orang tua lu sakit liat lu kaya gini, bangun kalian berduaaa " Ucap vira menggoyang goyangkan tangan mereka dengan kerass
Terdengar hanya suara tangisan vira yang tidak hentinya sejak tadi
Drtttt drrtttt drttttt
Dilihat telpon milik vira berbunyi tapi vira tidak langsung mengangkat nya, bukan tidak mau tapi tidak terdengar karena mode getar saja
Hening vira memilih tidak bersuara
Drrttt drttt
Di telpon
" Hallo sayang astaga kamu kemana cepat beri tahu aku, aku khawatir sama kamu, aku kira kamu diculik cepat sayang jawab " Ucap seseorang dari balik telpon dengan suara khawatir yang hebat
" Eum hiks hiks hiks " Vira tiba-tiba menangis lagi padahal sudah berjanji tidak menangis lagi membuat seseorang di balik telpon itu semakin panik
" Sayang ada apa jangan membuat ku berfikir macam macam cepat beri tahu aku kamu dimana sekarang, bahkan satpam pun tidak tahu kamu pergi kemana sayang ayolahh " Ucap seseorang itu semakin panik
" Aku di rumah sakit hiks hiks sahabat ku hiks hiks " Ucap vira langsung menutup telpon nya, memang sudah tidak tahan lagi untuk berbicara jadi vira menutup telpon nya
" Astaga sayang kamu selalu saja seperti ini membuat ku semakin khawatir saja " Ucap seseorang itu segera kembali menelpon tapi tidak dijawab
Akhirnya pria itu memilih menyusul nya karena dirinya tau rumah sakit mana yang istrinya maksud
Di Rumah sakit
Kedua tangan itu berkedut seperti orang yang akan sadar kan diri dari tidur nya, tapi itu tanpa disadari oleh vira
Lusiana dan Rafa mengerjapkan matanya secara bersamaan, menandakan mereka masih hidup tidak tiada untuk selamanya
Tersenyum' itulah yang meraka lakukan saat mata mereka berdua bertemu
Kalian!!
Syok seseorang yang melihat pemandangan di luar dugaan itu
" Apa? " Beo lusi dengan santai nya
Membuat vira mengerjap ngerjapkan matanya tidak percaya
" Ahkkkk kalian dasar pasangan yang selalu membuat diriku heboh saja, ahhh syukurlah kalian tidak jadi mati huft aku kira kalian tidak akan kembali huftt, tapi... " Cerocos vira dengan bahagia nya namun berakhir dengan suara lirih
" Ada apa kenapa ada nada sedih itu kau mambuat kita bertanya tanya " Ucap
" Orang tua mu raf " Ucap vira ragu
" Ada apa sama orang tua gwe vir jangan bikin gwe khawatir " Panik Rafa dengan sangat khawatir
" Dan dimana sekarang mereka gwe harus ketemu mereka " Ucap Rafa dengan segera bangkit
" Sabar dulu dongg ibu lu pingsang tapi ayah lu anuu eumm penyakitnya kambuh tapi udah di tangan ini dokter kok " Ucap vira dengan ragu karena vira yakin Rafa sangat menghawatirkan itu
" Apa astaga gwe harus kesana sekarang dimana ruangan orang tua gwe " Ucap Rafa kekeh dengan keinginan nya untuk bertemu sekarang
" Raf bersabar lah mungkin mereka sedang memeriksa ayah kamu jangan seperti ini " Ucap ling mencoba menenangkan nya
Akhirnya Rafa pasrah saja dengan keinginan istrinya itu...
...****************...