
1 Tahun berlalu
Kehidupan semua sangat lancar tanpa ada hambatan apapun, termasuk keluarga Rafa mereka semua sudah mengetahui semua nya
Mami Rafa menerima Fang yi sebagai anak nya yaitu adik dari Rafa sendiri, mami Rafa sama sekali tak sakit hati tentang hal itu, justru merasa kasihan pada istri terdahulu suaminya ini
Sekarang mereka semua menjadi satu keluarga yang utuh dan saling berantai tanpa adanya suami dari masing istrinya
Mereka membuat kartu tanpa penduduk menandai sebagai seorang janda muda, banyak pria yang mengenal mereka bahkan berniat menjadikan mereka istrinya
____________________________
Siang hari di sebuah kampus ternama di kota itu
" Ong kita jalan dulu gimana, kita cari hadiah buat mami kan hari ini mami ulang tahun, lu lupa? " Ajak lin saat baru saja datang di hadapan Ong dengan merangkul pundak nya
" Lupa? Mana mungkin gwe lupa lin, yuk gwe bawa motor gwe dulu " Ucap Ong berbelok ke arah parkiran
Sedangkan lin merenggut kesal karena pergi begitu saja sebelum lin berbicara lagi menjawab ucapan nya
Ya selama tinggal di masa depan mereka begitu berubah, jarang sekali terlihat sikap dingin dan kejam nya, meski banyak yang suka pada mereka tapi mereka tak menghiraukan nya
Mereka selalu setia untuk tidak dulu berpacaran sesuai perkataan ibunda mereka....
********
Selesai membeli semua persiapan di sebuah hotel berbintang, mereka mengabari ayah dari lin yaitu hwang Ming yang sekarang menyandang sebagai seorang Ceo di negara tempat tuan suji tinggal
" Halo ayah, lin dan Ong sudah menyiapkan semua persiapan dan tinggal mengabari tante vira sama om Williams " Ucap lin di dalam telpon secara to the point
" Bagus putra ku, kalian bereskan semua ayah mengandalkan kalian, dan jangan beritahu mami mu Ong, dan daddy mu sedang membuat drama menyedihkan hati mami mu sekarang " Ucap Ming dari balik Telpon sedang menuju negara tempat Ong dan Lin berada sekarang.
__________
Di Mansion megah
Beberapa pesan terkirim ke ponsel Lusi dimana sang suami tercinta dengan tidur bersama seorang wanita di dalam hotel bintang lima.
Seketika amarah Lusi memuncak, di tambah Rafa malam ini tak pulang sejak malam Lusi memilih bergadang menunggu suaminya pulang.
Lusi sedang senang mungkin akan mendapatkan kejutan tentang ulang tahun nya tetapi bukan justru yang datang adalah kejutan tentang perselingkuhan sang suami.
" Awas kau Rafa aku akan membunuh mu, benar benar tak akan ku beri ampun kau " ucap Lusi sangat dingin penuh dengan kemarahan, bahkan tekanan di dalam kamar sangat kuat hingga kaca di semua duduk menjadi hancur seketika.
" Hotel sunrise flower baiklah kau menantang keselamatan mu sayang " Tatapan membunuh Lusi pada foto pernikahan Lusi dan Rafa di masa lalu yang di ambil pelayan sekaligus sahabat Lusi.
.
.
.
Brumm brumm brumm
Mobil Lamborghini dengan modifikasi luar biasa melaju cepat keluar dari area parkir mansion.
" Nyonya nyonya anda jangan seperti ini anda bisa kecelakaan nyonya tolong pikirkan dengan kepala dingin nyonya " teriak kepala pelayan mansion saat melihat nyonya nya melajukan mobil kesayangan nyonya nya.
Tinn tinn
" Woi bawa mobil hati hati dasar g*la Lo " teriak pengendara mobil lain sangat kaget dengan mobil di sampingnya yang hampir membuat terjadinya kecelakaan tunggal.
Brukkk
Lusi menabrakkan diri pada pintu loby hotel membuat hancur seketika, masa bodo ini hotel milik suami penghianat nya jadi Lusi sama sekali tak peduli.
" Astaga apa kita tidak keterlaluan lihatlah istri sangat menyeramkan raf huhuhu matilah kalo dia ga mempan dengan surprise ini bagaimana dia akan membunuh kita semua " Ucap fang yi bergidik mengri melihat nya .
" KALIAN SEMUA DIAM DI TEMPAT JANGAN ADA YANG MENGHENTIKAN KU SEKALI KALIAN BERBICARA ATAU BERGERAK DARI TEMPAT KALIAN AKU AKAN LEDAKAN KALIAN " teriak Lusi sudah sangat tersulut emosi begitu melihat sepasang kekasih sedang berciuman di loby hotel.
Tanpa menunggu lama Lusi langsung menaiki lift khusus menuju lantai paling atas hotel yang berlantai 30 lantai ini dengan full fasilitas.
'Tring
Pintu lift terbuka langsung menampakan pintu lift satu lagi menuju ruangan khusus keluarga sang pemilik hotel.
'Tring
Pintu lift terbuka saat ini Lusi sampai di lantai khusuh dengan penjagaan modern yang sangat ketat.
Tit tit tit tit tit
Lusi menekan password untuk bisa masuk ke ruangan yang sangat luas dan mewah.
'Crakcrak pyarrrrrtrrrrrr
Suara kaca di dalam ruangan pecah seketika termasuk jendela kaca ruangan yang langsung ke luar sana.
'wushhhhh
Angin malam tertiup masuk secara kencang.
" Haichu " suara bersin seseorang.
" Siapa keluar kau j*l*Ng be*ngs*k kalian " Teriak Lusi penuh amarah...
Tapi.....
" SURPRISE 🎉🎉🎉🎊🎊🎊🎊🎊🎉🎉🎊 " Teriak satu keluarga besar menyalakan lampu raungan.
Lusi terduduk lemas begitu melihat semua orang berkumpul disana tapi tidak melihat kaca pecah sedikitpun disana.
Ternyata semua sudah menyiapkan wadah untuk menampung semua kaca yang pecah, mereka sudah mengenal Lusi tentu akan bersangkutan dengan kaca karena kekuatan tekanan yang Lusi berikan.
" K-kalian yang rencana kan ini ? " Suara bergetar Lusi tak percaya hingga air mata Lusi menetes haru.
" Kenapa tidak bilang pada Lusi hiks hiks, Lusi kira kalian tidak ingat hari spesial Lusi " tangis Lusi pecah.
" Cup cup sangat jangan seperti ini, kami juga berniat balas dendam karena kamu selalu saja protektif pada kamu " Ucap Rafa memeluk sang istri.
Benar apa yang Rafa katakan, Lusi selalu khawatir berlebihan pada semua keluarganya apalagi sang ibunda Li Wei dan anaknya Hongli.
" Mami ku yang cantiknya ga pernah luntur, mami udah bikin kami ketakutan liat kemarahan mami tau " celetuk Ong mendekati sang mami tak lupa merentangkan tanganya.
" Huuh baru segitu aja udah takut padahal itu baru 2% aja kalo 100% ga tau dehh " Jawab ketus Lusi.
" Huhh mami " dengus Ong
" Happy birthday mami ku sayang " Ucap Ong sangat menyayangi sang ibunda tercinta.
Semua senang melihat kehangatan keluarga Rafa dan Lusi.
" Aku ada kabar buruk untuk kalian semua " Ucap Lusi Tiba tiba di sela sela merayakan pesta.
" Sayang kabar buruk apa maksudmu " Tanya Rafa begitu khawatir.
" AKU HAMILLLLL " Teriak Lusi senang
" APAAAAA YESSSSSSS ONG BAKALAN PUNYA ADIKK HAHAHAHA " Teriak ong histeris senang keinginan memiliki adik sudah terkabul.
" Sayang h-hamil yasss aku bisa punya dedek manis lagi yang ini udah gede jadi ga bisa di gigit " Ucap Rafa berniat mengerjai anaknya.
" Huuh lihatlah Daddy ku sangat pilih kasih awas saja nanti aku bakal kerjain Daddy biar mami marah sama Daddy " Ucap Ong tak terima.
Semua keluarga sangat senang dengan drama di depan mereka tak pernah ada perkataan serius di antara mereka lebih tepatnya jarang seringnya hanya candaan yang tak menyakitkan hati mereka.
...****************...