
Fang tao memandangi seluruh inci dari wajah wanita nya ini, dirinya benar benar tidak menyangka Semua permohonan ini terkabul walau harus menunggu lama saat diriny mengalami perpindahan ...
" Usi kau tau aku menderita bertahun tahun menunggu mu aku sama sekali tidak bisa mendengar canda mu dan melihat senyum mu ini " curhat fang tao
Fang tao memilih diam hanya memandangi langit sesekali dirinya memandangi wajah indah ling, terharu begitu terharus dengan semua ini
Tapi ketenangan itu hilang karna suara teriakan warga dan membuat ling terjolak kaget dengan teriakan keramaian ini
" Hei awasss ada babi hutan yang akan menyeruduk kalian hei awasss dia babi hutan yang ganass " Teriak warga dengan begitu keras nya
Ling reflek memeluk fang tao dengan jantung yang berdebar kaget kesadaran nya belum penuh dan fang tao memutuskan menggendong ling
karena mereka dikejar babi hutan fang tao dengan susah payah untuk menggapai sesuatu yang tinggi agar kejaran babi hutan itu selesai
Babi hutan sudah teratasi Ling masih setia dalam gendongan fang tao, tapi fang tao hanya menghela nafas dengan tidak teratur karna begitu kelelahan
" Ling apa kau tak kesihan pada dengan kau bertengger seperti anak Koala ini " Sindir fang tao benar benar kecapean
" E-eh maaf aku keenakan heheheh " Ucap ling turun dan dengan cengir kuda nya
" Dasar Anak koala " ledek fang tao
" Apa kamu bilang jahat banget sih ehh tapi koala kan imut gapap dong kalo yang nempol di kamu imut " Jawab ling
" Tapi tunggu b-babi h-hutan d-disini segede gitu wahh g*la ini bagaimana bisa " lanjut ling dengan terkagum
" Itu udah biasa buat aku kamu sihh ga berpetualang selama disini " Ucap fang tao meremehkan
" Ehh brohhh aku dateng kesini tuh ditengah hutan tapi gatau hutan mana gaada manusia sama sekali trus tapi kenapa gaada babi hutan nya yang ada orang utan lihh " pedenya ling dan berakhir keheranan
" Mungkin itu wilayah hutan yang damai mungkin, tapi pas di pengasingan ngapain aja kamu ? " Tanya fang tao
" Kenapa matanya cemewew gitu gatel? atau kena debu atau kemasukan nyamuk? " Ucap fang tao memberi ledekan
" Dihhh yaudah kalo gamau tau syukur syukur deh yang ada kamu kepo seumur masa " Ucap ling dengan ketus
" Aduh marah deh tunangan aku yang imut ini, emang apa aja ceritain by " Ucap fang tao membujuk ling, bujukan nya begitu manjur dan membuat luluh dengan manyoss
" Iya deh iya, Pas aki di hutan itu bersihin rumput tetangga Nyari kayu bakar pacaran sama orang utan mandi disungai panen buah lemon bikin segala macem skin care berburu jadi kuli gubuk sendiri latihan bela diri ngelatih elemen kekuatan, workout dan semua itu berdua sama li dia udah aku anggap jadi kaka aku, kamu tau dia itu keponakan ibunda wei aku " Jelas ling dengan terperunci
" O apa kamu pacaran sama orang tua ishh tega banget sihh kenapa milih dia ga milih aku kan secara aku itu tampan ganteng goodlooking gagah keren maco kiat lagi lahh orang utan apa itu masa mau si sama hewan, orang jelak aja gamau disamain sama binatang lang ini mau pacaran sama orang utan " Omel fang tao dengan cerocosan nya seperti perempuan
" Dan apa li keponakan ibunda we berarti kalian saudara beneran dong kakak adikan " lanjut fang tao dengan tak percaya
" Iya beneran aku sama kak li itu adik kaka, udah bahas itu nanti aja lanjut yang orang utan aja seru itu mah bisa nanti iya kan " Jelas ling membuat fang tao melongo
" Nihh ya kenapa aku pacaran sama orang utan karna aku ga tau ada kamu, kamu tau pas tunangan sama kamu aku hampir mau kabur lohh soalnya eumm... rumor anti wanita itu bikin aku takut takut kalo pria itu bukan nunggu wanita nya tapi takut kalo dia itu gay suka sesama jenis dan rumor nya mereka selalu berdua dengan Putra Mahkota hwang abang ku " jelas ling membuat mendapatkan tatapan ganas nan tajam dari fang tao sang pujaan hati
fang benar benar marah pada ling karna rumor yang dia benci ia ungkin ungkit sejak dulu diriny begitu membenci rumor itu
" Kamu marah by? yahh tadinya aku cuma mau jujur aja ehh tapi malah marah " Ucap ling merasa bersalah kini hati ling sedikit peka
" Sudahlah mending kita pulang dari pada orang istana mengkhawatirkan kita " Ucap fang tao dengan datar
' Tuhkan dia marah huftt sabar ling kamu bisa atasi haah tapi susuah lo tao kan seorang rafa kalo udah bedmood susah buat naikin moodnya haduh gimaba ya ' Batin dan pikiran ling yang kalang kabut mencari cara agar fang tao tak jadi marah
fang tao berjalan meninggalkan ling tanpa berbicata sepatah kata pun
...****************...