
KEDIAMAN LING
" Huuh liat saja besok hari lamaran bahkan pria nya saja gak ikut gak waras banget sih tu cowok " Gumam ling
Ling berfikir keras gimana jika setelah menikah ling akan menjadi istri tak di anggap ' huhuhu nasib gwe gini amat kalo iya gwe ga boleh diem aja gwe harus berusaha mengambil hatinya fiks harus ' Dalam hati ling
" Ahh udahlah ga guna mikiran gituan jalanin aja lah dari pada kepikiran trus ubanan deh kan ga lucu masih muda udah ubanan " Ucap ling dan memilih untuk tidur
KEESOKAN HARINYA
Matahari masih belum menampakkan cahayanya namun gadis cantik yang akan dilamar sudah terjaga
" Nah kan giliran bangun pagi kepagian gini amat sih huuh " Keluh ling yang memang bangun terlalu pagi
" Mendingan masuk dimensi aja lah " Lanjut ling
Di dalam dimensi
Ling melihat sekeliling terlihat indah di jaman nya dulu dimensi adalah tempat menumpahkan semua isi dihatinya
" Hahhhhhh " Ling membuang nafsnya kasar
" Kenapa gwe kejebak gini sih kalo bisa aku memilih gwe pengen banget ketemu lagi sama kamu bahkan dalam mimpi pun aku tak apa " Keluh ling
Ling berfikir untuk melakukan sesuatu
" Mendingan gwe berlatih bela diri " Ucap ling
Beberapa gerakan bela diri ling lakukan dengan membayangkan didepan nya adalah calon suaminya tanpa wajah karna dirinya tidak tau bagaimana rupa nya
" Kau, hishh bahkan aku tak ingin menyebutkan nama mu membuatku tambah benci awas saja aku ga akan pernah tinggal diam jika kau macem macem dengan ku lihat saja huuhhhh mendengar rumor mu saja aku langsung dapat menilai seperti seorang eumm apa ya entah lah " ucapan kesal ling
Sekitar beberapa jam ling berlatih keringat bercucuran dan begitu sangat terlihat mengg*da dengan pakaian sport bra dan celana sepaha saja seperti biasanya
" Ngemeng ngemeng gimana sahabat ku sekarang ya gwe pen tau deh nasib nya pas gwe gaada sedih apa party ya? " Pikiran bodoh ling
" Ahh b*doh banget lu ling pasti sedih lah dasar *nta bege " Ucap ling memaki dirinya sendiri
KELUAR DIMENSI
Matahari sudah menampakan sedikit demi sedikit dan li membuyarkan pandangan dari cahaya matahari
" Ling ayo kita perawatan kulit dulu aku lihat kau jarang luluran dan maskeran ayo biar aku yang melayani mu ling karna hari ini hari special " Ucap li dengan semangat
" Ahhh li membersihkan diri saja aku bukan mau menikah tapi cuma lamaran sudahlah " Ucap ling malas
" Tidak tidak ayo ikut aku dan jangan bantah aku " Ucap li dan membawa ling ke pemandian
Dengan pasrahnya membiarkan li mengurus semuanya dengan sesuka hati , memang sekarang ling menikmati semua sentuhan magic dari li membuatnya relex
Acara yang ditunggu tunggu keluarga kerajaan telah tiba kecuali ling dia hanya memasang wajah malas tapi entah kenapa dalam hatinya begitu gugup yang rasa gugup tak pernah hilang jika mengenai apa pun
Semua telah berkumpul di aula Kerjaan tamu sudah berdatangan hanya perlu menunggu kedatang calon dari wanita
tamu undangan yang hadir hanya para petinggi kerjaan seperti perdana mentri danlain nya
" Anggota keluarga kerajaan telah tiba " teriak penjaga
Semua mata menuju kearah pintu besar itu, anggota keluarga memasuki aula berbagai ucapan kagum dan iri bisa ling dengar
" Beruntung sekali putri ling bisa bertunang dengan Putra Mahkota dari Kerajaan yang begitu sulit didapatkan "
" Aku iri dengan kecantikan nya bahkan putra mahkota kerajaan Fang menerima lamaran nya "
Itulah beberapa ucapan dari tamu undangan baik positif atau negatif
" Kaliann enak saja bilang beruntung ga tau aja pas udah nikah nasib gwe gimana " Dalam hati ling
Acara dimulai
" ehh siapa pria itu gwe kek kenal ni bentuk tubuhnya asli siapa dia tapi kok eh kok dia maju sih bukan nya calon suami gwe ga hadir ya " Dalam hati ling
" Astaga dia calon suami gwe ohh tidak mata gwe jangan ampe keluar deh bahaya " Celetukan ling dalam hati
Karna ling baru pertama kali melihat calon suami nya yang memang benar benar tampan tapi setelah mengingan rumor anti wanita ling mengurungkan kekaguman nya
" Ekmhh ling sayang mari duduk berhadapan dengan calon suami mu " Ucap ayahanda minggyu
" ehh baik ayahanda " Ucap ling sadar dari lamunan aneh nya itu
" Haishh malu maluin aja sih ling malah ngelamun " Celetuk ling dan segara duduk di tempat di sediakan
Janji dan sumpah diucapkan keduanya dari keduanya terlihat jelas semua kegugupan nya membuat tamu merasa gemas dengan tingkah mereka walaupun wajah datar Putra Mahkota dan ling datar namun masih terlihat jelas kegugupanya
Acara itu berlangsung lancar tanpa hambatan walupun pengucapan janji dan sumpah terbata bata dan penyematan gelang giok lamaran begitu kaku
Semua tamu berangsur menghilang meninggalkan aula menyisakan anggota keluarga dari kedua nya
" Sayang putri ku ling kalian mengobrol dulu ya siapa tau ada obrolan yang ingin kalian bicarakan " Ucap ibu suri yang seperti nya mengerti
Putra Mahkota fang tao menyeret tangan ling ke arah taman
Dan.....
...****************...