Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
TERPESONA



Mereka berempat pergi dengan sangat cepat menggunakan teleportasi, ling dengan rafa, li dengan youngi


" Kita langsung ke tempat dimana para bangsa asing menurut bai tadi " Ucap ling saat sampai di tengah perjalanan


" Baiklah kita langsung ke tempat kita dulu mengendap ling " Ucap youngi di angguki ling


Mereka sampai dan mendarat dengan sempurna tanpa kesalahan apa pun...


Rafa dan ling kaget dengan para pria di depan sana yang sedang melihat lihat istana yang sudah diratakan itu


" By apa aku bermimpi kenapa mereka ada di dynasty china bukan kah mereka dari kerajaan inggris lihat lah lambang itu aku pernah melihat itu di museum kerajaan " Ucap ling


" Ya aku bingung apa ini jaman penjajahan tidak mungkin tapi bagaimana mereka bisa sampai di pulau ini, bahkan bangsa yang berperang dengan kita saat itu sama sekali tidak bisa memasuki pulau ini " Heran rafa bagaimana mungkin itu terjadi


" Apa kita berdua harus menghampiri mereka? " Usul ling pada suami nya


" Tidak kita tidak tahu apa tujuan mereka ke tempat ini " Tahan rafa tak setuju dengan tindakan ling


" Kita dengarkan saja apa yang mereka bicarakan " Lanjut rafa


Bruk bughh awhhh


Suara erangan li kesakitan saat jatuh dari atas pohon yang lumayan tinggi membuat para pria yang sedang melihat wilayah yang luas itu teralihkan dengan suara tiba tiba itu dengan siaga


" Siapa disana keluar kau atau aku serang kau " Ucap prajurit terdepan dengan mengeluarkan pedang nya itu


" Astaga li dalam bahaya aku harus menolong nya by aku turun " Ucap ling langsung terbang menghadang jalan para pria berkuda itu


" Stop " Ucap ling dengan bahasa Inggris nya, ling tau jika ling menggunakan bahasa Mandarin mereka tak akan mengerti


Sontak mereka langsung menghentikan kuda nya dengan sigap


" Jangan dekati suadara ku, kenapa kalian ada di tempat kami " Ucap ling dengan dingin dan datar


" Hahaha gadis kecil menyingkirlah dari hadapan ku kau tak perlu sok jadi pahlawan saudara mu itu kalian berdua akan mati di tangan ku " Ucap sombongnya prajuritnya itu


" Emmm apa kalian tidak tahu batas wilayah mu ? Apa kalian tau sedang berada dimana? " Ucap ling dengan datar


" Ya kamu tau, kota yang sudah tidak berpenghuni maka dari itu kami akan menguasai wilayah ini " Ucap prajurit lagi


" Hehhh ini bukan asal kalian semua lebih baik kalian pergi dari tempat ini, ini wilayah ku " Ucap ling seperti tadi


" Siapa kau kenapa kau mengerti bahasa kami, setau ku orang orang di pulau ini tidak bisa bahasa kami " Ucap pria yang bergelar Pangeran itu yang mulai angkat bicara


" Itu bukan urusan mu, pergilah dari tempat ini atau akan ada musibah lebih besar datang pada kerajaan mu " Ucap ling dengan tegas


" Aku tidak peduli, bagaimana kalian bisa masuk ke pulau ini dengan santainya " Pertanyaan itu yang sejak tadi ling tahan


" Aku hanya masuk tanpa ada yang menahan kami, bahkan sangat damai " Jawab jujur pangeran itu


Semua prajurit yang melihat interaksi mereka berdua tentu melongo tak menyangka, tuan atau pangeran mereka berbicara panjang lebar bahkan dia berbicara tanpa ada kata dingin dan datar nadanya begitu bersahabat


" Dari arah mana kalian datang? " Tanya ling lagi


" Dari arah barat hutan lebat itu " Ucap pangeran itu dengan senyum mengembang seperti salah mengartikan Setiap pertanya dari ling


" Beib bukan kah arah barat pertahanan dari kerajaan mu kenapa mereka bilang aman aman saja disana " Ucap ling merubah nada bicaranya drastis


Tentu membuat pangeran itu menegang mengira jika wanita didepan nya itu menyebut dirinya sayang padahal....


" Ya itu pertahan kerajaan fang by tapi kenapa mereka tidak ada aku pun sama heran nya dengan mu.... Apa jangan jangan sosok itu melenyapkan mereka juga ? " Ucap rafa turun dengan bahasa inggrinya langsung merangkul bahu ling


Ekpresi pangeran itu tidak percaya, dirinya merasa b*d*h dengan tindakan nya barusaja yang bisa saja menurunkan harga dirinya sebagai seorang pangeran


" Apa kalian sepasang kekasih ? " Pertanyaan b*d*h dari pangeran itu yang sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan pembicaraan mereka tadi


" Kenapa kau menanyakan hal seperti it.... " Tanya kembali ling yang heran dengan pertanyaan b*d*h itu


" Bukan kami sepasang suami istri yang sedang berjalan jalan " Ucap rafa tiba tiba, Seolah mengerti apa yang dirasakan pangeran bule itu


" Ohh, bagaimana dengan permintaan ku tadi persoalan kerja sama " Tawar pangeran itu menghindar tatapan curiga dari rafa


" Tidak aku menolak nya dan kalian bisa kembali, atau kau bisa kirim surat permohonan pada penguasa pulau ini untuk meminta persetujuan mereka " Ucap ling mengusir mereka


" Baiklah tapi aku akan datang ke tempat ini kembali untuk mengirim surat pernyataan itu dan aku yang akan mengirim nya langsung " Ucap pangeran yang entah kenapa tiba-tiba menjadi lunak dan menurut pada ling


" Ayo kita pergi dari tempat ini dan kembali ke kerajaan beri sinyal pada pendeta " Ucap pangeran memutar pacuan kuda nya untuk kembali


" By kenapa aku aneh ya dengan sikap pria yang disebut pangeran itu " Ucap ling bertanya


" Kamu gak sadar dia seperti terhipnotis dengan kecantikan istriku ini dengan rambut pendek sebahu mu itu " Ucap rafa mengelus kepala ling


" Ehhh kamu ga cemburu? Gimana kalo aku juga terpesona sama pria tadi " Ucap ling ingin mengerjai suaminya


" Eumm benar kah tak apa aku bakalan terus peluk kamu biar kamu ga terpesona sama pria tadi tapi sama aku aja terpesona nya " Ucap rafa langsung memeluk ling erat


...****************...