Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
RINDU BERAT



" Ibunda, yi ling tak apa, ling baik baik aja kok " Jawab ling saat melihat raut wajah khawatir dari keduanya


" Syukur lah, sekarang kamu jangan pergi jauh jauh dari istana ibunda tidak ingin kamu terluka lagi seperti ini " Ucap ibunda permaisuri


" Iya ibunda ling nurut kok, tapi kalo ling mau jalan jalan gimana? " Ucap ling agar ling masih tetap bisa keluar istana


" Nanti yi yang akan mengantarkan mu dan beberapa penjaga di sekitar kalian " Ucap Ibunda permaisuri


Membuat seketika wajah memohonnya berubah menjadi lesu, dirinya tak bisa sebebas dulu lagi...


Ibunda permaisuri tak pergi dari kediaman ling saat ini begitu dengan yi, yang selalu mengoceh seperti Burung yang baru bisa berbicara


Ling sebenarnya sudah mengantuk malam ini tapi tak bisa begitu saja meninggal kan mertua dan adik iparnya tidur


Dengan kepekaan yi akhirnya ibunda permaisuri dan fang yi pulang ke kediaman mereka masing masing, walaupun ibunda nya sempat menolak untuk pulang


" Ibunda saat merajuk cantik dan imut sekali walaupun umurnya tak lagi muda, pantas saja ayahanda setia sekali " Ucap ling saat kepergian keduanya menjauhinya untuk pulang


Sunyi damia tenang untuk saat ini, ling tidak bisa membuka mata saat mimpi itu terjadi lagi, dimana suara sahabat nya yang mendatangi mimpinya untuk kedua kali nya


" Kenapa? Kenapa? Kenapa aku harus seperti ini apa benar benar aku akan kembali secepatnya? Tapi kapan, aku tak ingin saat kembali dan anak ku tetap disini bagaimana dengan kebahagiaan nya nanti bagaimana jika dia bernasib sama seperti ku dulu aku tidak rela " Ucap ling dengan keringat dingin bercucuran


" Sayang mami tak akan meninggal kan mu sayang mami berjanji berdoalah didalam sana agar kita tetap bersama " Ucap ling sembari mengelus elus perutnya yang menggembung


Seperti ada jawaban dari bayi dalam perutnya ini dengan bergerak gerak, membuat ling semakin senang dan hilang sudah pikiran tentang mimpi itu


******


Pagi Hari nya


Ling hari ini berencana pergi ke suatu tempat yang sangat berharga untuknya terutama rasa di hatinya ini yang entah kenapa begitu merindukan nya sekali


Ling tau jika dirinya pergi dengan meminta izin maka ibundanya tak akan mengizinkan nya untuk pergi


Tapi dengan idea yang cemerlang nya ling meminta kepada seluruh pelayan dan penjaga untuk tidak membolehkan siapa pun masuk dengan alasan ' Aku ingin sendiri dulu di kediaman '


Tidak lupa meminta izin kepada Ibunda nya untuk mengurung diri di kediaman tanpa siapa pun yang mengunjungi nya


*****


Kembali dimana ling berada


Perempuan dengan perut besar menggunakan pakaian serba hitam yang besar perutnya tersamarkan oleh pakaian nya yang kebesaran


" Udah siap yoo kita berangkat tanpa menggunakan jejak apapun " Ling yang susah bersiap di depan cermun besar itu


Ling melompati pepohonan tanpa rasa kasihan pada janinnya itu yang terguncang guncang


Ling seperti sedang sendiri tanpa merasakan dirinya saat ini sedang berbadan dua


Tidak butuh waktu lama ling langsung sampai dengan nafas yang begitu teratur


" Seperti biasa tidak merasa lelah bahkan aku tak merasakan jika aku berbadan dua " Ucap ling tanpa dosanya


Matanya berkaca kaca saat melihat tempat fav nya di jaman ini , mengingat masa mereka berdua walaupun baru kemarin tapi rasa rindu nya sudah tak terbendung di hatinya


Cairan bening dari mata sudah terjatuh dengan wajah memanas menahan rasa rindu nya yang berat


" Gini ya rasanya rindu pads seseorang yang sedang berjuang " Ucap nya tanpa sadar


Ya ling merasakan rasa rindu dari kejauhan pada seseorang yang sedang berjuang saat ini, dulu dirinya sealalu meledek teman nya yang di tinggal ayahnya yang pergi berjuang saat ada konflik di perbatasan negara


" Maaf kan aku kawan dulu aku selalu menertawakan mu saat kau berpisah dengan ayahmu dan sekarang aku merasakan nya dan ini rasanya sangat berat " gumam ling tersenyum kecut


Menduduki ayunan khusus miliknya, ya tempat itu adalah dimana ling dan fang toa melakukan pertunangan ulang dan banyak lagi


" Ling kamu kuat kok seharusnya kamu do'a kan suamimu agar secepatnya pulang dari medan perang itu hikss " Ling yang sudah mulai menangis


" Ling kamu cengeng banget sih ayolah jangan menangis seperti ini " Ucap ling menghapus air matanya....


...****************...