
...◦•●◉✿✿◉●•◦...
😐😐😐😐😐😐😐
Pagi Hari yang begitu nyenyak sekali, dengan pelukan hangat mereka berdua
Fang tao terbangun dari tidurnya dengan disuguhi wajah cantik wanita yang sekarang menjadu istrinya ini
" Pemandangan yang ku impikan dulu " Dalam hati fang tao dengan tersenyum lebar
Cup cup cup
Fang tao mendaratkan ciuman di pagi hari di kening pipi dan bibir ling
Membuat sang empu terganggu dan terbangun dengan imutnya
" Eummhhh, li nanti saja bangun nya aku masih ingin tidur pergi saja sana " Gumam ling yang belum tersadar 100% dan kembali memeluk fang tao yang ia anggap guling
Setelah sadar dari sekian menit saat memeluk guling agak sedikit aneh dan guling nya ini kenapa begitu besar
Ling membelalakan matanya setelah sadar siapa dirinya sekarang, ling di buat malu dengan ini semua dirinya menyembunyikan wajahnya di dada bidang fang tao
" Kenapa kau malu haishh sudahlah ayo bangun kita olahraga bersama seperti dulu kalo kita sedang menginap " Ajak fang tao membuat ling mendongkrak kan wajahnya
" Sekarang? Tidak tidak aku masih ingin tidur ngantuk sekali " Tolak ling dan kembali menutup matanya tapi tetap memeluk fang tao
" Kau ini tak pernah berubah ya, apa aku harus membopong dan menceburkan nya ke kolam? " Ucap fang tao
" Hishhh ga ada romantis romantis nya masa tega sih nyrburin istri ke kolam " Kesal ling
" hahhaha kamu ini tentu saja akan aku lakukan biar kamu bangun, ayo sini " Ucap fang tao akan menggendong ling
" Tidak tidak mau tidak, iya aku bangun ini sudah kan hufttt " Ucap ling menarik nafas
Cup
Sekali lagi fang tao mencium bibir ling semenjak kejadian semalam fang tao begitu candu dengan benda kenyal itu
Ling, dia hanya membeku dan malu, yahh di masih begitu tabu dengan ciuman itu ? Membuat pipinya semerah tomad
Fang tao melihat ling diam dengan pipi yang merah merasa gemas sekali dan sekali lagi fang tao menciumnya namun tidak dalam sekejap
Fang tao sengaja menempelkan itu begitu lama, tapi fang tao merasa kurang hingga dirinya mel***at bibir ling
Ling saat ini menikmatinya dan mengalungkan tangan nya untuk memperdalam ciuman mereka
Fang tao merasa kurang nyaman dan menggendong ling degang kaki ling di silang di belakang tubuh fang tao
Cukup lama mereka berciuman rasanya mereka tak ingin ini selesai, begitu bergairah....
Mereka tersadar karna suara ketukan mengganggu mereka, kedua manusia itu merapikan pakaian karna sedikit acakan
" Iya siapa? " Tanya ling membuka sedikit pintu
" Baiklah sini " Ucap ling membuka lebar pintu kamar nya membuat pelayan itu menutup mata mengira semalam telah terjadi sesuatu membuat pelayan itu malu untuk melihat isi kamar itu membuat ling heran
" Untuk apa kau menutup mata? Apa aku menyakiti mata mu? " Ucap ling dengan polosnya
Pelayan itu membuka matanya perlahan tidak ingin melihat sesuatu yang tak di inginkan nya
" B-baiklah saya pamit undur diri permaisuri " Ucap pelayan itu dan pergi dengan kepala menunduk dan setelah sedikit menjauh dirinya berlari
" Aneh sekali sikap dia, dan kenapa mereka memanggilku Permaisuri? " Heran ling yang belum menyadari status nya saat ini
Ling masuk ke dalam kamar dan tidak melihat fang tao disana kosong semua kosong
" Tao suamiku dimana kamu, oii kamu ninggalin aku huftt dasar menyebalkan sekali " Gerutu ling saat tidak menemukan fang tao
" Eumm kenapa cemberut seperti ini hemmm, apa kamu bilang suamiku ummm aku aku " Ucap fang tao yang dengan aneh nya bersikap manis sekali
" Hishh dari mana kamu? Aku nyari tau dan ini pakaian mu, eh tunggu kenapa pelayan tadi menyebutku permaisuri? " Tanya ling polos membuat Fang tao ingin menggigitnya
" Kamu belum mengerti ini hahh kamu itu istri ku dan aku suami mu maka dari itu statusmu itu bukan hanya putri tapi seorang permaisuri Putra Mahkota fang tao mengerti? " Jelas fang tao dengan menunjukan dirinya dan ling dengan jarinya
" oooo jadi aku punya dua pangkat wahh hebat sekali " senang ling
" Etss jangan senang dulu, ada banyak tanggung jawab yang besar sebagai seorang permaisuri " Ucap fang tao membuat kecerian ling berubah menjadi muka lesu
" Apa? " Lesu ling
" Di bagian suami kamu harus melayani ku dengan sepenuh hati dan tugas diluar mu harus akrab dengan rakyat yang nanti akan di bawah naungan mu saat aku diangkat menjadi kaisar " Jelas fang tao
Tanggapan ling sulit diartikan oleh fang tao apa yang ling tanggapi?
Ling merubah kelesuan nya dengan ekspresi senang se senang nya karna ling memang sudah dekat dengan rakyat, tapi...
" Yaaa ling dekat dengan rakyat yang ada di kerajaan ming, sedangkan di kerajaan fang belum mengenal satu pun " Ucap ling kembali lesu
" Usstt jangan cemberut dong, nanti aku akan kenalkan kamu kepada semua rakyat ya " Ucap fang tao membuat senyuman ling kembali
" Makasih byyy ( Cup) " Ucap ling senang dan langsung mencium pipi fang tao
" Apa yang tidak untuk istri ku ini hemmm " Ucap fang tao mengacak acak rambut atas ling
" iiiii jangan rambutku juga nanti kusut gaada catoka atau conditioner disini aku harus bawa di dimensi ku males lah buat masuknya " Cemberut
Ling terlihat menggemaskan
" Manja sekali sih istri ku ini hemm sejak kapan ya perasaan yang aku kenal selama ini keras kepala dehh kayak cowo lagi ga finim " Cibir fang tao
Ling hanya menggidikan bahunya acuhh
...◦•●◉✿✿◉●•◦...
Segini dulu ya manteman