Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
KAUUUU



" Ahkkkkk tolong hentikann, hiks hiks sakit sekali tuan hiks hiks " Jeritan seorang wanita dari dalam sana


Grek cklekk drttttttt


Suara batu tergeser menandakan pintu terbuka , namun bukan batu yang sejajarnya yang terbuka, melainkan batu bagian atas dan menampilkan rantai panjang yang karatan.


"Apa ini? Jalan rahasia, semoga saja ini bisa membantu ku untuk teraman kan dari bahaya si penjaga yang menyia nyiakan energi ku saja " Gumam lusi memikirkan harus menyerang kutu kutu itu


Menaiki rantai tanpa kesulitan karena satu lonjong rantai itu mampu memasukan satu telapak kaki lusi jadi berasa memanjat tangga kecil


" Huuu suara sangat lucknut untuk di dengar, ternyata menjijikan sekali jika di dengar kan hihi iuhhh, aku baru sadar itu, hahah aku sering bersuara seperti itu jika sedang begitu hushh ngomong apa kamu lusi xixixixi " Gumam lusi yang masih mampunya membicarakan hal seperti itu


Di ujung rantai, akhirnya lusi bisa mencapai puncak dengan santuy bahkan masih bisa tersenyum damai,


" Ada lorong tikus lagi bahkan aku harus tiarap huft menyulitkan saja " Gumam lusi melanjutkan perjalanan mengarah ke arah suara laknat itu


" Ughh sakit sekali lutut ku tergores " Lenguh lusi saat terkena batu kecil


Sampai di ujung lubang tikus itu, pemandangan yang pertama lusi lihat adalah ke ke jaman tiga orang pria dengan wajah bertopeng nya, namun satu dari salah satunya tak menggunakan topeng yang tak lain adalah raja yang br*ng**k itu...


Seketika itu juga, amarah lusi kembali naik, tangan nya mengeluarkan api yang begitu panas dengan warna ungu yang terpancar dengan titik hitam di tengah nya


Apalagi salah satu wanita yang akan di jaman nya adalah wanita yang sangat lusi kenal bahkan sayang...


Air matanya turun dari matanya membasahi pipi nya " Apa aku terlambat? Tidak aku tidak t-terlambat....... Brukkk " Ucap lusi dengan menatap tajam pria yang sedang menciumi seseorang itu yang tak lain li


Dengan sekali tinjauan yang kuat lusi membuat rahang pria itu tidak dalam tempat nya


Namun anehnya pria itu hanya tersenyum sinis, seperti tak merasakan sakit sama sekali


" Kau.... Siapa kau kenapa kau bisa ada disini hahh " Geram pria itu saat kenikmatan nya terganggu


" Berani sekali kauu rasakan ini " Geram pria itu yang tadi menjadi korban tinjuan lusi


Pria itu mengeluarkan pedang nya yang begitu mengkilat, tentu terlihat jelas di mata lusi jika pedang itu telah di lumuri racun yang sangat lusi kenal


Dengan sekali ayunan pria itu menyerang lusi tapi nihil, lusi lebih cepat menghindar dengan menggunakan kekuatan melesat nya


Tapi kali ini lusi sedikit kurang fokus membuatnya tergelincir, penyebab kurang fokus itu adalah ketiga pria itu tak menggunakan apapun, apalagi benda pusaka mereka terpampang jelas di mata lusi


Dihati lusi dia mengumpat dan mengucapkan berbagai sumpah serapah untuk tiga pria tak tahu malu itu


Syutttt


Satu kibasan pedang hampir mengenai lusi kembali dengan cepat lagi lusi menghindar, tak lupa mengamankan ketiga wanita yang sedang menangis histeris itu dengan membawanya ke sudut ruangan...


" Kauu " Geram raja saat melihat lusi mengamankan tiga santapan nya


" Tuan kita serang dia bersama, tubuh mungilnya sangat mudah untuk kita habisi, mungkin kemampuan nya hanya menghindar saja " Remeh salah satu pria bertopeng memandang rendah lusi


" Yahh hahahaahah serang sekarang " Teriak pria satunya lagi


Syutt trang trang


Trang


Trang


Brukk, brukk, crassssss, crasss


AHKKKKKKKKK


Suara pedang beradu dengan sangat bising di dalam ruangan bawah tanah itu


Dan satu pria lagi lusi hanya bisa memotong topeng nya saja dan mengakibatkan satu luka gores di pipi kirinya


" KAUUUUUUU S**L*N B*D**H AN****G KAUUUUUUU AHKKKKK TANGAN KUUUU " Geram raja dengan berteriak sekencang nya demi menyalurkan rasa sakit itu


Tapi saat lusi beralih belihat wajah seorang pria bertopeng tadi, Tiba-tiba memucat seketika pedangnya terjatuh dari genggaman nya , kaki nya begitu lemas bahkan terasa sulit untuk bangkit kembali


" K-ka-kamuuuu...... " Ucap lusi saat melihat pria itu


Begitu pun dia sama kaget nya saat melihat lusi seketika air matanya lolos tanpa seijinya, seperti menurunkan harga dirinya saat ini


" L-lu-lusiana, i-ini kamu? " Gagap pria itu


Pria itu dapat mengenali lusi saat lusi sengaja membuka cadarnya yang sejak tadi terpasang lekat di wajah nya


" Cihhh menjijikan " Lusi melupakan semua yang dia lakukan sekarang hanya ada rasa jiji pada pria di depan nya


" Lusi ini kamu Maaf kak aku, aku tak bermaksud tapi kenapa kamu bisa ada disini? " Ucap pria itu begitu merasa bersalah


" Kau bertanya padaku heh aku tak sudi lagi melihat mu RAFAEL " Ucap lusi dengan dingin dan penuh penekanan


" Hebat sekali ya... Hahaha aku baru sadar dulu bodohnya aku mau berguru dengan mu saat Remaja dulu, dan hampir saja kamu memperkosa ku dulu meski hanya hanya mau mencium ku dan sekarang aku mengerti kenapa Rafa melarang ku untuk berguru lagi padamu ohh pasti karna kau seorang Casanova kan ahhh rasanya ini bagus jadi tranding topik di tempat latihan nanti " Ucap lusi dengan santai mengingat masalalu nya saat dekat dengan pria bernama Rafael itu


Mereka berpaut umur cukup jauh sekitar berbeda 7 tahun saat itu lusi masih berumur kelas 8 SMP dan dia sudah lulus dan berkuliah, lusi dulu pernah begitu kagum pada Rafael hingga hampri tak dekat lagi dengan Rafa tapi untung saja Rafa segera bertindak dan tidak lahh jadi lusi jatuh cinta pada pria itu


Bahkan sekarang lusi sadar dulu Rafael sering mendekatkan wajahnya pada lusi dulu dia hampir mengambil ciuman pertama nya tapi karena guru senior datang akhirnya terbatalkan, tapi karena lusi dulu masih polos maka dia menganggap itu bukan apa apa....


" I-ini tidak seperti yang kamu pikirkan kumohon kamu jangan salah sangka lusi, aku pun tidak tahu kenapa aku bisa seperti ini dan kenapa aku bisa berada di masa ini " Ucap Rafael dengan wajah memelas nya namun sangat menjijikan di mata lusi


" Cihhhhh, Rafael apa yang kau lakukan kau mengemis pengampunan pada wanita lemah itu hahaha bodoh kau bodoh sekali " Ucap raja begitu jengah dengan kelakuan Rafael sekalu anak angkat nya raja


Brukkk


Suara benturan hebat dari arah belakang lusi, memperlihatkan seseorang yang tadi terkulai lemas karena alat vitalnya yang tersakiti kini terlihat lebih mengenaskan dengan tubuh trapung dan terpasang di dinding tembok bebatuan


" Ahkk lepaskan aku pedang s**l*n " Teriak pria itu merasa kesakitan saat tanganya di dorong keras oleh pedang milik lusi


Ya, pria itu mengambil pedang lusi yang berdekatan dengan dirinya, pria itu tak tahu jika pedang itu memiliki kontrak dengan lusi yang bagaimana pun akan selalu melindungi tuannya dan itulah termasuk salah satu perlawanan dari pedang milik lusi


" Hahah kau mau melukai ku ? Jangan b*d*h sebelum mau menyerah ku alangkah baiknya kau berpikir jernih dulu " Ucap lusi dengan dingin dengan tekanan yang sangat kuat


Lusi lupa akan keadaan ketiga wanita itu yang sudah tak sadarkan diri akibat tekanan yang sejak tadi lusi keluarkan, begitu dengan li lebih awal tak sadarkan diri karena energi sudah terkuras habis saat menyelamatkan jing mungi dan ibunda tianzhi


" Kaka kau sudah sadar, jika kau mendengarku makan lah tumbuhan yang ada buahnya, kau makan itu akan menyembuhkan luka mu " Batin lusi saat merasakan gerakan di ruang dimensinya


Dengan segara lusi meraih tangan ketiga wanita itu dan memasukan nya kedalam ruang dimensi


" Kaka tolong rawat ketiga wanita itu yaaa " Batin lusi saat sudah mendapatkan jawaban dari kakanya jing ming


Brukkkk


Suara benturan hebat mengenai punggung lusi hingga menabrak dinding batu ruangan itu


Yaa sang raja bangkin dengan menendang punggung lusi sekuat tenaga nya


Uhuk uhukk


Lusi terbatuk dengan mengeluarkan darah segar dari mulutnya


" Sial, aku lengah.....


...****************...