
Sangat menegangkan, ling sekarang marah saat melihat suaminya terluka meskipun itu tidak sangatlah parah tapi itu membuat hatinya sakit
Rafa pun begitu, sekarang keduanya di kabuti dengan kemarahan yang memuncak setelah melihat istrinya terluka
Moster itu semakin senang saat mereka menatap nya dengan kemarahan, seperti jika monster itu memang menunggu atau memancing emosi mereka
" S*alan kau monster menjijikan kau sudah melukai istriku/suami ku " Teriak ling dan Rafa bersamaan semakin membuat monster itu senang
" Kenapa monster itu terlihat semakin senang bukan kah tadi dia datang dengan raut marah, ada yang tidak berese dengan stategi penyerangan nya " Gumam ling sangat pelan
" Suami ku seperti nya ada yang tidak beres dengan penyerangan ini " Batin ling
" Ya benar sayang tapi apa? Aku belum bisa menekan titik lemahnya juga syang " Batin Rafa
" Kita menyerangnya secara bersama sama dan kita cari juga titik lemahnya " Batin ling
Kedua nya mulai menyerang dengan sekuat tenaga, tetapi tetap saja tak ada titik lemah dari monster itu membuat semakin geram ling dan Rafa
Tapi tiba-tiba kegeraman ling terhenti saat menyadari sesuatu dilihat nya dari ekpresi dimana ling semakin emosi dan semakin senang monster itu....
" Yahh aku tau titik lemah mu monster jelek " Ucap ling lirih yang semang sudah terkuras juga
" Sayang kita jangan emosi kita harus menghadapi nya dengan kesenangan tersenyum jangan lupa namun harus dengan ikhlas dan tertawalah saat kita kesakitan " Batin ling membuat Rafa menaikan alis tak mengerti
" Ayolah sayang gunakan kecerdasan mu dalam berperang jangan bloon seperti ini " Batin ling dengan tersenyum
" Iya sayang aku mengerti baiklah ayo " Ucap Rafa dengan tersenyum
Benar saja Monster itu berubah menjadi geram pada dua pasang manusia itu yang tersenyum ikhlas pada kedua nya
" Sayang benar ayo buat monster itu semakin geram pada kita " Batin ling
" Iya sayang " Batin Rafa
Dengan teleportasi Rafa menghampiri ling yang langsung memeluk nya
" Tidak apa sayang " Ucap ling dengan tersenyum
Benar saja monster itu terlihat begitu kesal dan geram , monster jelek itu mengeluarkan kekuatan yang berwarna hitam begitu pekat
Syuttttt
Gumpalan hitam melesat mendekati ling dan Rafa, mereka menerima nya dengan senang hati bukan nya menghindar mereka malah bermesraan dengan berciuman hangat
Sangat tidak bisa dipungkiri gumpalan hitam itu hilang sebelum mengenai mereka
Monster jelek itu meraung lebih kuat dan keras seperti akan terbakar, semakin lama mereka berciuman monster itu mengeluarkan asap asap hitam yang menjadi gumpalan
Srakkkk, asap hitam yang menggumpal itu tiba tiba menghilang seperti tertiup angin dengan hilang nya asap itu monster itu melebur menjadi gumpalan abu
Hening mereka menghentikan aktivitas itu, sangat tidak menyangka jika saja sejak tadi mereka tau apa kelemahan monster itu maka mereka tak perlu membuang energi dan tenaga
" Hah hah hahh ha-hayang itu saja jika tau sejak awal kita tidak akan terluka seperti ini " Ucap Rafa terengah engah
" Yah benar sangat menyenangkan " Ucap ling sangat tak habis pikir
Ketidak sesepuh itu muncul dengan senyum yang merekah dengan bangga
" Cucuku memang hebat sayang, aku sangat yakin kalian bisa menyelesaikan nya dengan sangat baik, memang terlihat sangat mudah tapi itu Sangat menguras emosi bukan, kami tidak bisa mengalahkan nya sejak dulu, dan kami baru tau kelemahan monster itu yaitu dengan seromantis kalian berdua " Ucap Ibu suri peiyui dengan senyum merekah
" Terima kasih nenek "
Jleb jleb
Tiba-tiba dua panah melesat dan mengarah pada kedua ibu suri itu, ling dan Rafa yang melihat itu dengan refleks menggantikan posisi mereka
Membuat ling dan Rafa tertusuk panah itu secara bersamaan tepat pada jantung mereka, tentu kalian tau apa yang terjadi ....
...****************...