
" Tuan, apa kita juga perlu ikut bersama melawan penjaga yang akan menghalangi perjalanan mereka? " Ucap lin dengan nada tegas
" Tentu kita harus membantu mereka tanpa sepengetahuan mereka bertiga, gunakan lah ini di dekat telinga mu kita bisa saling terhubung " Ucap Carlos menyodorkan suatu benda seperti dari masa depan
" Sebenarnya siapa kalian? " Tanya lin dengan penuh selidik pada mereka berdua
" Jangan memandang ku seperti itu, kau akan tau setelah peperangan ini brakhir " Ucap Daniel mengerti dari tatapan lin
" Kau mendengar ucapan ku? " Batin carlos pada kedua nya
" Ya aku mendengar nya " Ucap lin setelah mendengar nya dengan jelas, padahal tanpa harus menggunakan alat dirinya sudah bisa membaca nya
_______________
" Kita pergi ke arah sana, feeling ku berkata kesana " Ucap Rafa dengan tegas
Syutt syutt
Ketiga orang itu melesat dengan kecepatan penuh, bahkan hanya terlihat oleh mata yang benar benar jeli melihat sesuatu hal.
" Kenapa mereka sudah mati saja? Bahkan kita saja belum menyentuh nya " Ucap hongli terkaget saat melihat banyak sekali jasad yang berbentuk tak karuan
" Seperti nya ada seseorang yang membantu kita, aku yakin tapi siapa? Bahkan aku tak merasakan auranya " Ucap lusi membenarkan
" Yaa, syukur lah jika begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan, apa perlu kita langsung ke istana? " Ucap Rafa
" Itu tergantung pada kalian, aku siap-siap saja jika harus ke sana sekarang, atau kita bagi tugas? " Ucap lusi dengan yakin
" Tapi.... Baiklah " Ucap Rafa yang awalnya tak menyetujui itu ada rasa khawatir pada istrinya, mengingat sesuatu ketakutan pada lusi
" Yaa kau dengan anak kita... Biar aku sendiri melawan dan masuk ke dalam penjara untuk menyelamatkan jing Ming dan ibunda " Ucap lusi kekeh
" Tapi... Biar kau dengan hongli saja aku sendiri saja " Ucap Rafa tidak setuju
" Jangan membantah, percaya padaku aku bisa, kalian cari saja raja si*l*n itu " Ucap lusi dengan wajah garang nya
Mereka berdua hanya pasrah, sejak tadi hongli hanya meratapi dan mendoakan ibunda nya agar baik baik saja saat berpisah tugas nanti.
" Baiklah kita berpisah di sini jaga diri kalian, jangan pikirkan aku, pikirkan diri kalian masing masing saja " Ucap lusi lalu berlalu pergi meninggalkan kedua pria itu
" Dadd " Lirih hongli yang entah kenapa hatinya tidak tenang
" Percayalah padanya daddy tau sifat dan tindakan
Yang mami lakukan " Ucap Rafa mencoba menenangkan anaknya yang sebenarnya dirnya pun sama khawatinya
*KEMBALI PADA LUSI
Prov Lusi
Aku begitu yakin dengan keputusan ku tadi, yang memilih untuk berpisah dengan mereka, agar mereka tak merasa terbebani oleh ku...
Entah kenapa pikiran ku saat ini untuk langsung menuju persembunyian istana, menurut ku tempat itu belum tersentuh oleh pria br*ng**k itu
Untuk mempersingkat waktu aku menggunakan teleportasi ku agar segara sampai di tempat itu, tanpa harus memakan waktu lama...
Bahkan pedangku seperti memberi petunjuk penting pada ku dengan memberi dorongan untuk segera pergi ke tempat itu ...
Sampai di tempat, aku hanya melihat suara rintihan seseorang menahan rasa sakit yang menyakitkan menurut dirinya
" Siapa disana " Ucap ku menuju arah suara itu
Menghampiri dengan perlahan saat melihat seseorang itu, Tiba-tiba air mataku keluar tanpa seijin ku bahkan aku belum mau menangis untuk saat ini...
" KAKAK hiks hiks kenapa bisa seperti ini apa yang terjadi pada kaka hiks hikss jawab kak dan dimana ibunda tianzhi kak hiks jika " Ucap ku dengan menangis tersedu
Begitu sakit hati ini saat melihat kaka dengan kondisi mengenaskan ini, rasa benci ku pada pria itu begitu bertambah besar...
" K-kau s-siapa? Kenapa memanggilku kaka? " Lirih kaka ku tak mengenaliku
" Hiks hiks ini aku ling, aku kembali dari jaman ku hiks hiks, jawab pertanyaan ku tadi kak " Ucap ku mengingatkan nya
" L-ling hiks ling b-bantu l-li dia terjebak dengan ibunda tianzhi s-sedangkan b-bai dan d-dai hiks hiks maaf karena kaka mereka hiks t-tiada hiks hiks" Jawab kakaku membuat ku seketika diam
Aku kembali menangis, merasa bersalah telah meninggalkan mereka selama ini harusnya aku secepatnya kembali mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini
* Prov lusi End
" Kamu l-lupakan kaka, aku sudah tidak tahan t-tolong selamat ibunda dan li d-dia baik baik saja hanya saja k-kau harus segera kesana jangan sampai te-terlambat " Ucap putri Mahkota jing Ming hingga kesadaran nya benar-benar hilanga
Tapi lusi tidak menyadari itu karena pikiran nya menuju ke arah lain, lusi memikirkan cara agar semua wanita lepas dari mereka semua
" Ka...... Kaka bangun kaka bangunnnnn " Teriak lusi saat sudah sadar jika kakanya tak sadarkan diri
Tanpa jeda waktu, lusi memasukan ke dalam kalung dimensi nya dengan membaringkan nya di dalam sandaran batu yang di kelilingi tumbuhan obat...
Setau nya tumbuhan obat itu, untuk memulihkan stamina orang yang di dudukan disana, itu adalah tempat favourite lusi saat Sedang kelelahan atau mengalami luka serius, jika sedang tidak ingin berendam di dalam danau...
" Kaka beristirahat lah disini jika sudah sadar, sesuaikan lah diri kaka disini sampai aku kembali kedalam dimensi ku " Ucap ucap lusi pada perekam suara yang otomatis akan menyala jika seseorang itu tersadar dari pingsan nya
Keluar dari Ruang dimensi
" Aku harus cepat ke istana dan mencari keberadaan pria br*ng**k itu " Ucap lusi dengan geram
Secepat kilat dirinya menghilang hanya menyisakan kibasan angin saja
Sampai di dalam istana tanpa kesulitan
Meskipun dirinya merasakan tekanan kuat, tapi bukan dari dalam diri seseorang melainkan seperti dari sebuah batu yang sangat lusi kenal aura itu...
Bukan hanya itu saja, lusi melihat kilatan sihir di atas atap istana yang berlalu lalang kemana dirinya mau...
Tapi kilatan itu seperti penghantar kabar untuk sang taun
Lusi yang begitu penasaran mengikuti arah kilatan itu pergi, tapi karena kurang berhati hati salah satu penjaga merasa kan pergerakan lusi, tapi dengan cepat lusi menghindar dengan berteleport ke tempat lain
Tapi sialnya lusi malah memasuki tempat yang begitu gelap sangat gelap, banyak kilatan hijau berterbangan di atasnya
Semakin dalam berjalan semakin terdengar suara rintihan wanita yang mengerang kesakitan, tapi bukan itu saja mendengar juga suara gelat tawa jahat seorang pria
" Aku yakin ini tempat nya, tempat pem*rkosaan itu dilakukan, sedikit pengap, tapi aku baru tahu di istana ku ada tempat seperti ini, huuh " Ucap lusi dengan pelan sembari menyusuri lorong itu
Tapi membuat lusi kaget suara itu ada tapi tidak terlihat lagi lorong bahkan diraba hanya tembok yang tertutup rapat...
" Mana lagi jalan nya astaga, aku lupa pasti ada tombol rahasia seperti di gua ku dulu " Ucap lusi yang langsung mencari titik tujuan itu
...****************...
# Mohon maafkan author mamathir ini, baru bisa up lagi, sibuk ngapalin buat PATππ