
Ling dan Rafa sudah tenang tidak khawatir lagi tentang kondisi kedua orang tua Rafa.
Ayah Rafa sudah ditangani dengan segera, mereka tau siapa pria paruh baya itu, ayah Rafa sudah terbiasa berobat di rumah sakit ini jadi hampir semua perawat tau siapa pria paruh baya itu
Sedangkan ibu Rafa sudah siuman hanya saja kepala nya masih terasa pusing, dirinya belum di beritahu mengenai suaminya yang penyakit jantung nya kambuh untung saja segera di tangani jadi tidak terlambat
Sedangkan kabar baik mengenai anaknya langsung Suster beritahukan, dengan wajah harunya ibu Rafa bangkit untuk segera ke ruangan anaknya dengan di antar suster di rumah sakit itu
" Rafa " Ucapan pertama yang lolos dari bibir sang ibu yang sudah sangat merindukan putranya itu
" Ibu " Ucap Rafa segera bangkit untuk berhamburan memeluk ibu nya yang sangat sudah lama Rafa rindukan selama ini
" Sayang syukurlah kamu sadar ibu minta maaf hiks hiks jika saja ibu tidak memaksa maka semua ini tidak akan terjadi, ibu salah " Ucap Ibu Rafa dengan menangis tanpa ada rasa untuk melepaskan pelukan nya
" Dimana dia sekarang bu? " Tanya Rafa yang memang bertanya tanya tentang itu
" Dia tadi ada disini sebelum kamu tiada dan sadarkan diri, setelah melihat mu di dalam kalian tiba tiba begitu kritis " Ucap Ibu Rafa masih tak habis fikir
" Sudah lah ibu Rafa kalian jangan memikirkan wanita itu lagi... Dia tidak pantas untuk kita ingat lagi lupakan saja, lagian kita tidak memiliki urusan dengan keluarga wanita itu lagi " Ucap vira mengerti
" Benar apa yang kamu ucap kan vira ibu setuju dengan ucapan mu " Ucap ibu Rafa
" Eum Rafa dan lusi maafkan ibu yaa sudah memisahkan kalian berdua ibu sangat menyesal sekali... Dan untuk selanjutnya kalian yang putuskan ingin langsung menikah atau berpacaran lagi, tinggal bilang saja pada ibu nanti asisten ayahmu yang akan mengurus nya " Ucap ibu Rafa dengan santainya
" I-ibu b-benarkah? " Ucap lusiana akhirnya angkat bicara
( kita ganti nama Ling untuk sementara waktu menjadi lusi dulu ya guys🤪)
" Ibu Terima kasih " Ucap lusi bangkit langsung memeluk ibunda nya
" Sayang " Ucap lusi dengan senang nya hingga lupa, lusi langsung memeluk Rafa dan mengecup bibirnya
Jika di negara lusi saat ini mencium bibir adalah hal tabu bagi orang yang melihat nya, maka dari itu ibu dari Rafa langsung membelalakan matanya kaget
" Hai kalian harus secepatnya menikah ibu takut ada kabar tidak mengenakan dengan kelakuan nyosor kalian " Ucap ibu Rafa menggelengkan matanya
Brakkkk
Suara pintu terbuka dengan keras dan memperlihatkan pria yang berkeringat dengan wajah cemasnya
" Tuan muda " Beo ibu Rafa terpesona
" Sayang astaga kau sangat membuatku hampir mati berdiri dengan kau mengabaikan telpon dari ku " Ucap pria itu langsung memeluk vira dan mengecup kening vira
Vira sendiri malu dan gelagapan dan salah tingkat tapi sangat terlihat menggemaskan sekali
Hening kedua sejoli itu saling pandang, apalagi lusi dan Rafa menatap vira dan pria itu bergantian seakan tak percaya itu terjadi
" Vira a-apa I-ini ny-nyata? " Gagar lusi tak percaya
" Yah benar aku sependapat sama kamu by " Ucap Rafa tak kalah kaget
" Hishh kalian apaan sih udah dong pasang muka gitunya, iya deh iyaa dia tuan muda Williams yang itu loh mantan br*ngs*k itu " Ucap vira dengan melirik suaminya
" Sayang udah dong jangan ingat ingat masa lalu aku ga mau yaa " Rajuk Williams dengan manja
" Widihh brapo sekali seorang vira yang tak kalah barbar ini bisa melunakkan dan merubah seorang tuan muda yang anuu waww impresif " Ucap lusi bertepuk tangan
" Suamiku kau ingat wanita di depan mu ini siapa? " Ucap vira bertanya
" Iya dia wanita yang pernah ku kejar dulu tapi sekarang aku engga kok aku cintanya cuma sama kamu by " Jawab Williams dengan sangat manja
" Bukan ishh pas kamu di masa kerajaan kamu masuk ke tubuh putra mahkota Fang tao dan istrinya kau tau siapa dia lihat lah di depan mu dia wanitanya yang kau campakan hahahaha dan laki laki itu suami asli nya sebelum kau masuk ke tubuh Fang tao dialah yang menempati nya " Ucap vira dengan sangat lancar
Sedangkan Williams sendiri menjadi diam tatapan nya sulit diartikan seakan memikirkan sesuatu yang membuatnya harus berdiam diri
" Astaga jadi kauu ohh maafin gwe yaa gwe ga tauu sorry lu ga ambil hatinya dan lu siapa oh ya Rafa sorry reputasi lu di masa lalu jadi jelek banget gara gara gwe yang B*d*h dan br*ng**k sekali itu " Ucap Williams meminta maaf sangat membuat lusi dah Rafa kerkesiap dengan ucapan nya
" Oh ehh ya ya santai saja aman kokk reputasi gwe udah balik baik lagi " Ucap Rafa sedikit canggung
" Tapi kan gwe mati sama asap aneh dan gwe denger ada suara menyeramkan, jika pria itu sangat menyukai putri ke tiga dari Kerajaan Ming maka dari itu ada kaitan yang dengan asap itu membunuh Fang tao tapi ga tau juga sih " Ucap Williams membuat lusi menenggang
" Apa!!! Ga ga mungkin monster jelek itu suka sama kamu by, ahh udahlah dia kan udah die hahaha " Ucap Rafa kaget terlebih dulu santuy di akhir
" Kalian menikah lah lagi disini gwe tau yang sudah tau status kalian berdua hanya istri gwe dan sabahat nya yang lain dan gwe " Ucap Williams
" Yaa dan aku harap kalian bisa jaga rahasia itu " Ucap lusi
" Tentu saja " Ucap vira
" Mana yang lain kenapa ga jenguk aku, apa mereka lupa sama aku? " Ucap lusi dengan lirih
" Tentu saja tidak, lihat lah ini jam berapa ga mungkin gwe kasih tau mereka, kesian mereka abis kerja lembur gara gara dia " Ucap vira dan melirik suaminya
" Serah lah by aku bos mereka " Ucap Williams tanpa dosa
...****************...