
Di Restoran
" Lis mau makan apa? " Tanya lusi menawari lisa yang hanya melihat lihat ke arah sana sini
" Ahh ya, kau yakin akan makan disini? Eum gimana ya disini harganya mahal, uang ku hanya sedikit hehe maaf ya kamu aja yang makan " Ucap lisa dengan malu malu
" Udah gapapa biar aku yang bayar kamu pesan saja " Ucap lusi tau jika lisa bukan orang yang segalanya tercukupi dan hanya anak kost biasa yang berasal dari desa
Ya dia bisa datang ke acara fansign karena mewakili teman nya yang berhalangan ....
" Benarkah ahh aku tidak enak di hari pertama kita bertemu aku sudah berhutang padamu " Tolak lisa berkata jujur
" Gapapa jangan seperti itu, masa aku makan kamu engga, pesan aja yang kamu mau " Ucap lusi meyakinkan agar lisa tidak menolak nya
" Eumm baiklah maaf ya " Ucap lisa merasa tak enak
Sedangkan di Tempat parkiran di sebuah restoran juga...
" Tuan muda kita makan di restoran ini saja " Ucap dirga
" Hemm " Ucap Rafa seperlunya
" Buset susah deh aku dekektin nih boss huft tapi aku ga boleh nyerah " Batin sekretarisnya yang bernama sujin
" Gwe harus pecat sekertaris ini berani sekali mau mendekati ku, istriku tau kau mati ditangan nya " Batin Rafa menyeringai saat tau niat sekertaris itu
" Tapi nanti saja biar istriku yang mengetahui nya " Batin Rafa lalu melihat ke arah jendela kaca mobilnya
" Dirga kita makan disini saja, saya duluan kalian menyusul saja " Ucap Rafa tiba tiba, karena melihat lusi yang terlihat sedang duduk bersama laki laki
" Istriku nakal sekali awas saja " Ucap rafa menggebu
Lusi tersenyum melihat suaminya, awalnya kaget tidak menyangka akan bertemu di saat jam makan siang
" Haii " UcapUcap lusi agar suaminya menyadari keberadaan nya tapi terlihat wajahnya cemburu
Lisa sadar lusi menyapa seseorang dengan segera lis melihat kearah belakangnya benar saja ada seseorang pria tampan yang lisa tau di suami lusi karena mirip dengan gambar suaminya yang di ponsel lusi
Rafa sadar jika yang duduk dengan lusi bukan pria tapi wanita, di otak nya hanya merutuki kebodohan nya jika tadi wanita itu tidak melihat kebelakang habis sudah tanya lusi dan mendapatkan amukan dari istri setelah melakukan itu
" Sayang kenapa? " Tanya lusi terkekeh dengan perubahan raut wajah suram menjadi kelegaan
" Dia suami mu waa pantas saja kamu berani bayarin uang makan ku " Ucap lisa kagum dengan pria di sebelah lusi
" Hemm saya suaminya " Ucap Rafa dalam mode datar cuek, lusi hanya mendelik dengan sikap suaminya itu
" Maaf ya dia emang gini aneh banget sikap nya kek kutub Selatan " Ucap lusi dengan melirih sinis suaminya
Back Mobil
Keduanya melongo melihat bosnya yang tadi nya terlihat malas untuk makan di tempat ini, namun seketika dengan cepat menjadi semangat
" Kamu jangan berani berani menggoda bos kamu, atau pekerjaan mu terancam " Ancam dirga yang tau dengan niat sekertaris bos nya ini
" Terserah aku dong ini hak hak aku ya jangan urusi kepribadian aku ya, kalo kamu cemburu bilang saja " Ucap sujin dengan percaya dirinya
" Lebih baik aku cemburu pada anjing ku dari pada sama kamu dihh " Ucap dirga bergidik ngeri
" Udahlah aku mau susul tuan Rafa " Ucap sujin dengan percaya diri tinggi nya
Sujin masuk dan melihat bos incaran nya sedang duduk dengan dua wanita cantik, tentu merasa tersaingi dan kepanasan
Tanpa malu dan sok nya sujin langsung menuju meja bos nya itu, yang terlihat sedang asik memandang wajah lusi yang berbicaralah dengan lisa
" Tuan, meja anda sudah asisten dirga pesan kan dan meja nya ada disana " Ucap sujin dengan sopan sesopan sopan nya
Lusi langsung melihat ke arah sujin dengan tak suka nya, nadanya ada keinginan untuk menarik perhatian seseorang yang di panggilnya siapa lagi buka Rafa
" Kalian tempati saja tempat ini saya akan makan dan duduk disini " Ucap Rafa dengan cuek dan datar
" Jika begitu saya juga bisa duduk di tempat ini karena disini ada dua wanita tak dikenal " Ucap sujin dengan sok tahunya langsung menggeser lalu menduduki kursi yang bersebelahan dengan lisa
" Nona anda beruntung sekali bisa berbicara dengan tuan muda " Ucap sujin dengan nada bangga nya
" Hemm biasa saja " Jawab lusi dengan malas karena tau, dia mencoba merebut suaminya
" Jika dilihat lihat usia mu tidak jauh dari adik saya, apa anda sepupu dari tuan Rafa, jika begitu salam kenal saya sujin sekertaris tuan Rafa " Ucap sujin sesekali melirik Rafa dengan genit
" Rafa pecat dia dan besok dia jangan ada di perusahaan mu lagi " Ucap lusi secara kontan
" Apa!! Siapa kamu berani menyuruh tuan Rafa bahkan anda tidak sopan memanggil namanya secara langsung, saya sudah bekerja lama dan sangat begitu di butuhkan di perusahaan ini " Ucap sujin tak Terima dan langsung naik pitam
Lisa hanya mengamati semua cek cok itu, tau jika lusi sedang marah pada wanita penggoda suaminya ini
" Apa anda tidak tahu siapa saya? " Tanya lusi dengan menatap tajam sujin
" Kau siapa? Hahhh paling juga wanita bayaran tuan Rafa segitu saja bangga, pasti tubuh mu sudah kotor ya kan dilihat dari cara mu berbicara juga " Ucap sujin yang jika di telaah lagi yang di ucapkan oleh nya adalah tentang dirinya sendiri
Plakkkk
Suara tamparan keras mendarat di pipi mulus sujin, membuat mengeluarkan darah segar disudut bibirnya
" Jaga ucapan mu, jiga kau masih ingin hidup jangan pernah macam macam dengan ku ingat itu, tamparan ini hanya pemanasan biasa saja, jangan sampai aku membunuh mu disini juga " Ucap lusi yang benar-benar geram dengan tinggah j**l*ng itu
" DAN INGAT SAYA LUSI ISTRI DARI MANTAN BOS MU ITU, CAMKAN ITU " Tegas lusi yang sebenarnya tangan sudah gatal ingin menonjok wajahnya
Lisa bergidik ngeri mendengar setiap penuturan ucapan lusi yang begitu sadis dan tabu di telinganya
" Pergi kau dari sini dan bereskan semua barang barang mu di meja kerja mu, jika tidak segera aku akan membakar nya termasuk uang korupsi mu " Ucap lusi membongkar kebusukan
" A-apa... S-siapa yang korupsi aku tidak pernah melakukan hal itu " Ucap sujin dengan tergagap
Rafa hanya menikmati drama pertengkaran ini, dia tau jika lusi pasti akan menang karena lusi tahu segalanya
" Cepat pergi sebelum saya laporkan pada pihak yang berwajib " Ucap lusi dengan dingin
Sujin pergi dengan wajah menahan malunya tak lupa rasa marah nya pada lusi yang berani melukai wajah dengan perawatan yang mahalnya ini menjadi rusak karena ulah tangan kasar milik lusi
Dirga datang terlambat karena harus mengangkat telpon dari Tuan besar ayah dari Rafa sendiri
" Maaf tuan muda saya terlambat, tuan besar menelpon saya, katanya ada dua orang remaja yang ingin bertemu dengan kalian berdua, dan mereka sekarang sedang menuju ke negara ini dengan ditemani sahabat dari nona muda sendiri " Ucap Dirga memberitahu kan
Tentu Rafa dan lusi bertanya tanya, siapa yang Dirga maksud... Dua remaja siapa?
Sedangkan lisa hanya dibuat pusing dan pusing...
...****************...