
" Ling pasti kita menemukan suami mu, aku yakin dia tidak kembali ke masa depan " Ucap youngi meyakinkan
" Lalu apa kita akan tetap menculik hongli mu? " Youngi memastikan
" Yaa tetap tapi dengan sepengetahuan mommy ku, tapi disini baik baik saja tidak terjadi masalah " Ucap ling harus bagaimana
" Kita temui saja ibunda mu beritahu dia yang sebenarnya, bukan kah ibundamu adalah ibumu dari masa depan? " Tanya youngi
" Ya benar, tapi bagaimana ? Lihat penampilan ku sekarang sangat jauh berbeda dengan diriku yang sebagai seorang putri " Keluh ling
" Lihatkan saja wajahmu ling mommy mu pasti tak akan lupa " Ucap youngi
" Hemmmhh baiklah aku akan temui mommy saat semua sudah terlelap nanti, tapi sekarang aku ingin melihat hongli dulu dari jauh " Ucap ling pasrah
" Tapi jika seperti ini rencana balas dendam kita terhambat bagaimana? " Tanya ling teringat niat nya balas dendam pada pria br*ngs*k itu
" Tidak akan sama sekali, lihat saja aku yang akan melakukan nya untuk mu, kau hanya perlu menikmati pemandangan penghancuran kerajaan ini saja " Ucap youngi dengan smrik di bibirnya
" Tapi kenapa aku ragu untuk membalas dendam itu, aku teringat dengan ucapan hitam dan merah aku datang kesini untuk mendamaikan dunia, tapi apa ada seorang pengacau yang entah datang darimana menghancurkan misi ku yang hampir 90% ini " Ucap panjang ling
" Lupakan saja prihal itu lebih baik kita lupakan itu, sekarang balas dendam yang kita tuju bukan mempersatukan, bagaimana? " Tanya youngi dengan yakin
" Eumm baiklah aku ikuti ucapan mu " Ucap ling menyetujui walau ada rasa ragu untuk membalas dendam itu
" Apa kita akan membalas dendam juga untuk ibunda tianzhi dia sudah menyesal dan ternyata ucapannya yang untuk menggertak ku tidak dia lakukan bahkan dia sangat menyesal ” Ucap ling memang ragu, ling belum pernah ingin dendam pada seseorang sebelumnya
Ling hanya akan membalas keburukan nya jika orang itu sudah tentu salah atau sama sekali tak minta maaf pada nya, bahkan dulu saat ling masih sebagai lusiana
Dulu di Jalan perkotaan yang begitu sepi di kotanya, ana pulang sendiri setelah menghadiri acara dengan teman teman nya
Begitu di penghujung jalan ada dua orang preman menunggu ana, ana hanya diam saja menerima apa yang mereka lakukan pada ana
Tapi saat gerakan tak terduga membuat ana marah langsung membabi buta mereka tanpa ampun hingga salah tangan temannya terputus dari tempatnya
Mereka meminta maaf dengan cepat juga ana memaafkan nya, jadi ana sangat mudah memaafkan sesuatu jika orang itu merasa bersalah
Next
" Bersembunyi ling ada dua penjaga yang menuju ke arah tempat ini " Ucap youngi lalu merapalkan mantra untuk berteleport ke tempat aman
" Huft huft untuk saja kamu gercep youngi jika tidak entah bagaimana nasib kita tadi " Ling menghela nafas dengan jantung yang dag dig dug tak karuan
" Lihat pria yang tadi berbicara dengan yi dan li dia menuju ke kediaman itu " Ucap youngi menunjuk
" Syut hentikan tunjukan jari itu dia bisa merasakan tunjukan mu dan kita tertangkap bacah nanti " Ucap ling menarik youngi agar bersembunyi
" Apa dia bisa merasakan nya waww dia pasti hebat " Ucap youngi kagum meskipun youngi yang juga kuat disini
Mereka berdua mengintai arah kaki hwang dengan cepat karena hwang berjalan dengan berlari kencang
" Ibunda ibunda ibunda " Panggil hwang dari jauh Sana seperti tak sabar untuk bertemu ibundanya
" Syut hwang jangan terlalu berisik uhuk hongli sedang tidur, jika dia terbangun sangat sulit untuk menidurkan nya lagi " Ucap selir wei mengomel
" Ibunda aku ada kabar baik untuk ibunda tentang... " Ucap hwang terpotong saat melihat raut wajah ibunda nya
" Ibunda kenapa? Ibunda sakit " Lanjut hwang memeriksa dahi ibundanya namun tidak terasa panas
" Tidak ibu tidak apa hanya karena sedih saja yang belum hilang " Ucap selir wei menutupi sesuatu
" Kabar ling, ya ling masih hidup dia ada diluaran sana tapi tidak tau dimana, ling pergi karena..... Karena diusir dari istana " Ucap hwang lalu menceritakan apa yang dirinya dengar dari yi dan li
" B-benarkah hiks kenapa dia tak mengunjungi ku apa dia marah padaku juga hiks, aku salah membiarkan ling menikah dengan pria itu, ibunda salah hwang seharusnya ibunda menolak keras saat itu, jika saja perjodohan itu tidak terjadi maka semua ini tidak akan terjadi " Ucap selir wei menangis dengan perasaan yang begitu menyesal diri
" Ibunda ling tidak marah pada ibunda, ling disini ibunda " Ling tanpa sadar turun dan menghampiri kedua orang itu
" Ling kau jangan b*d*h astaga bagaimana ini ling ling " Panik youngi merutuki kelakuan ling saat ini yang begitu terbawa suasana
" Diamlah jangan membuat orang orang datang kesini " Ucap ling dengan bergetar
" Mommy ini ling hiks ling tak marah pada ibunda, maaf kan ling meninggalkan ibunda membuat..... Astaga ibunda hiks hiks jangan kenapa penyakit mommy kambuh lagi..... Kaka jaga ibunda ling akan mengambil obat mommy " Ucap ling dengan panik dan takut
" Diam ditempat atau aku akan membunuh mu " Ucap hwang tak percaya tapi ibunda wei malah tersenyum membuat hwang heran
" Ling tidak apa ibunda sudah meminum obat ibunda tadi, kemari lahhh " Ucap ibunda wei membuat hwang benar benar kaget tak lupa heran
" Buka topeng mu sayang, mommy tau jika kamu sakit hati atau ingin menyamar selalu gagal oleh tingkah barperan mu, Ibunda sudah tau dari tadi kau diam di atas sana mematai kediaman mu sendiri dan bahkan ibunda mendengar ocehan mu dengan teman baru mu itu, kamu tau ibunda tadi hanya mendrama saja agar kamu turun, ibunda hafal jika kamu orang yang tek tega pada seseorang " Jelas ibunda wei dengan santai nya
" Ibunda tau kenapa tak memberi tahu ku aku kan bisa ikut berperan juga ibunda " Ucap hwang dengan kesal tapi tetap menatap tajam pada ling
" Hilangkan tatapan tak berpengaruh itu sangat membosan kan " Ucap ling lalu membuka topeng nya
" Ling kaka sangat rindu padamu, mulai sekarang kamu jangan pergi dari istana ini, ini rumahmu jangan kembali ke istana terkuruk itu, kau tau ibunda mu kewalahan mengasuh Putra mu yang sedikit aneh " Oceh hwang membuat ling kesal dengan ucapan nya yang trakhir sangat mengganggu pendengar nya
" Tunggu...... Youngi turun lah kita sudah ketahuan dengan mommy jenius ku ini " Panggil ling
Youngi langsung menggunakan teleportnya menuju tempat yang ia tuju dengan benar
Tapi siapa sangkan pijakannya malah tepat di kolam ikan milik ling
" Aaaaaaaa " Teriak youngi kaget saat langsung tercebur ke dalam kolam
" Hahahaha inilah karma orang pamer ilmu lihat lahh ibunda tau rasa tuhh " Ledek ling menertawakan tentu ibunda nya ikut tersenyum tapi tidak dengan hwang yang penasaran siapa pria itu
" Ling dia siapa? " Tanya hwang penasaran
" Nanti ku ceritakan " Ucap ling singkat
" Dimana semua orang? " Lanjut ling bertanya kerena saat kedatanganya istana terasa begitu sepi seperti sedang nyepi
" Mereka sedang pergi ke kerajaan shu untuk berduka cita karena kematian nya pangeran nanon shu yang entah apa penyebab nya " Jelas hwang
" Oo aku tak mengenalnya dan bahkan aku baru mendengar namanya... " Ucap ling acuh saja
" Ya kau tak ikut saat ke istana shu mengantarkan mempelai itu kau tau dia tampan sekali " Ucap hwang dengan menggodanya
" Aku tidak tertarik padanya, lagian dia sudah mati " Acuh ling tak peduli
" L-ling dingin sekali apa ada pakaian untuk ku? " Tanya youngi dengan tubuh yang bergetar
" Baiklah ayo ikut aku ada banyak pakaian untuk mu " Ucap ling membawa youngi masuk ke dalam mengabaikan hwang yang merasa tersaingi oleh pria itu ( Tersaingi perhatian nya)
Yi dan li masuk ke kediaman ling tak lupa juga istri dari putra mahkota yang sedang mengandung besar itu terlihat ngilu melihat dia berjalan
" Suami ku dimana ibunda wei " Ucap yi hua menghampiri suaminya
" Ibunda ada di dalam " Ucap hwang dengan wajah masih kesal
" Kenapa dengan raut wajah kesal mu hemm... Cup " Tanya yi hua langsung menciun pipi suaminya tentu saja mood nya langsung naik begitu saja
" Eunnm hemm hemm disini masih ada orang tolong di jaga kesian masih sendiri " Sindir yi yang merasa berlebihan
Mereka berempat masuk, pandangan nya jatuh pada pria tampan yang baru saja keluar kamar ling dengan dada dan perut yang terbuka memperlihatkan roti sobeknya
" AaaaaaaaaWaa " Teriak yi, li dan yi hua
" Hai kauu kau sudah mengotori mata mata suci mereka cepat tutupi " Ucap hwang dengan nada keras, selesai suara itu terdengar suara tangis bayi karena tidur nya yang terusik
" Kalian bisa tidak, tidak usah berisik lihat putra ku me ...... Nangisss " Ucap ling sembari menggendong putranya belum menyadari keberadaan yi, li , dan yi hus
" LINGG, KAKA " Teriak yi dan li saat melihat ling sudah ada di depan nya.....
...****************...