
Pria itu hanya tersenyum meremehkan pada lusi Rafa dan hongli, tentu dengan mereka yang sudah menggunakan baju yang sangat aneh menurut mereka sangat aneh dan seperti gatal jika dilihat tapi nayaman jika di rasakan oleh yang memakainya
" Jadi.... Kalian adalah orang yang di utus itu hahahah menyerah lah seperti utusan sebelumnya, dari pada kau akan mati dengan kesakitan yang begitu teramat sakit " Ucap pria itu dengan angkuh nya
" Ya kami adalah orang yang diutus tapi kami tidak akan menyerah begitu saja " Ucap Rafa menjadi pemimpin di antara mereka bertiga
" Hahahaa pria ingusan seperti diri mu menjadi pemimpin hahaha " Ucap pria itu tertawa begitu puas
" Ingat kau jangan memiliki dendam dan emosi kita hadapi dia dengan rasa sabar yang kuat " Bisikan lusi sangat pelan
" Kau membisikan sesuatu untuk menenangkan suami mu huft manusia memang selalu dikalahkan oleh ego sangat menjijikan " Ucap pria itu dengan gampang nya
" Benarkah? Lalu kau apa jika kami manusia memiliki ego? " Timpal lusi dengan senyuman yang ramah sangat ramah
" Heeh tentu aku adalah seseorang yang sangat berkuasa di sini di tempat ini dan tentunya aku adalah pemenang pertarungan ini kau? Bukanlah apa apa hanya debu di hadapan ku " Ucap pria itu dengan sangat santai , seperti sangat senagaja memancing emosi kita bertiga
Hongli? Dia sangat tenang dengan tatapan tenang dia sangat ingat perkataan Daniel dan ingin melakukan tindakan bahaya seperti tadi...
" Kenapa dia sudah mulai tak nyaman dengan emosi kalian hahahaha " Pria itu semakin tertawa kencang
" Baiklah serang lah aku terlebih dulu " Ucap pria itu dengan senang hati mempersilahkan nya
1 detik
2 detik
Duarrrrrrr
Suara ledakan dari sisi lusi membuat lusi terjolak kaget dengan kejadian itu
" Hahaha baru saja beberapa detik kau sudha hampir mati hahh sangat lemah memalukan " Ucap pria itu meremahkan
Syutt syutt syutttt
Rafa lusi dan hongli kini bertindak menggunakan elmen angin untuk lusi api untuk Rafa dan kayu untuk hongli dengan kecepatan penuh tak lupa dilapisi racun dari tumbuhan yang hongli ciptakan
Druakk
Suara benturan mengenai hewan besar milik pria tua itu membuat ny mengerah geram karena merasa terusik
" Hahahaha kalian dalam bahaya karena sudah mengusik sahabatku " Ucap pria itu dengan smrik di bibirnya
GroAarrrrredd
Ruangan kemarahan monster besar itu sangat menggema hebat membuat gendang telinga ingin meledak dari tempat nya
" Kita harus berpikiran positif jernih dan singkirkan pikiran buruk kalian apalagi dendan yang kalian miliki " Ucap lusi mengingatkan kembali
Dirinya merasa dalam bahaya.... Bukan hanya dirinya tetapi Rafa dan hongli pun sama
Monster itu meniupkan angin yang begitu tenang tapi seperti di sertai jarum hitam yang begitu tak kasat mata jika dilihat oleh mata biasa
Syutt syutt syuttt duarrrr
Suara serangan trakhir yang hampiran mengenai mereka bertiga namun dengan cepat lusi menggunakn kekuatan Telekinesis nya dengan membalikan arah serangan itu
Suara jarum itu menusuk dalam kedalam tubuh monster itu, seketika monster itu mengerang kesakitan dengan tanpa sadar monster itu melepaskan kuku jarinya yang seperti pisau tajam menuju ke arah mereka bertiga
Dengan kurang hati hati lusi menghindari nya namun kuku terakhir berhasil melukai pundak kirinya mengakibatkan kulit yang robek meskipun sudah menggunakan baju yang tebal dengan besi yang kaut di dalam nya
Ahkkk
Erangan lusi saat merasakan perih luar biasa itu, dengan panik Rafa langsung menghampiri lusi segera memberikan sebuah obat atau ramuan yang setaunya untuk mengurangi rasa sakit.
Karena untuk saat ini bukan saat nya untuk mengobati secara total jika dilakukan makan mereka akan segera habis oleh monster itu yang manatap nya garang
Groaaaaarrrrredddd
Teriak nya dengan keras hingga tanah bergetar hebat, tapi.....
Brakkk
Monster itu tiba-tiba tumbang dengan tubuh yang berubah menjadi debu, tentu membuat mereka bertanya tanya kenapa bisa terjadi
" Ahkkk Kalian menghancurkan monster terhebat kalian b*b*h ahhhhhhh " Teriak pria itu muncul dari udara dengan begitu marah
" Akan ku habisi kalian untuk membalaskan kematian sahabat kuuu " Teriak pria itu dengan penuh dendam yang kuat
" Lihat dia memiliki dendam pada ku, itu tanda nya kita harus menyerang balik dengan hati yang senang penuh kasih sayang curahkan lah saat kau menyerangnya " Ucap lusi dengan lirih merasa itu jawaban dari kematian monster itu
Hiyaaaaa "teriak pria itu dengan marah memuncak mengeluarkan semua kekesalan dan kesedihan karena rasa kehilangan hewan sekaligus sahabat kesayangan nya
Trang trang tranggg
Trang trang trang
Pedang teradu dengan sangat indah bagi yang menyukai perang perpedangan, mereka tak ada yang terluka tapi entah kenapa pria itu mengerang kesakitan seperti terluka didalam bukan diluar
" Ahkkk HENTIKAANNNN AHHHKKKK " Teriak pria itu menjerit begitu kesakitan
Kulit wajah berubah menjadi bengkak semakin lama semakin membesar dengan gumpalan merahbterlihat berkumpul di satu titik
Sedangkan Rafa lusi dan hongli ternyum ramah memandang satu sama lain secara bersamaan dan berakhir dengan berpelukan karena mereka yakin dengan seperti ini akan membuatnya semakin kesakitan dan....
Crattttttttt
Suara m*ncratan dari tubuh pria itu yang entah siapa dia,hanya menyisakan cincangan dari tubuh pria itu, mereka memandangnya dengan rasa jijik
" Kalian bertiga tau apa yang aku maksud kan tadi? Selamat kalian berhasil mengalahkan musuh dunia ini yang begitu serakah, aku memilih kalian karena kalian mencintai satu sama lain dengan begitu tulus bahkan sangat tulus " Ucap seseorang orang saat lusi Rafa dan hongli kembali pada tempat seperti tadi tepat pada batu berlian bundar itu tapi kali ini kedatangan seseorang yang membuat mereka menjadi waspada
" Sekali lagi selamat yaa, maaf jika kejadian ini tidak di beritahukan dulu " Ucap singkat pria itu sedang senyum yang begitu bahagia
" Lalu setelah ini apa? " Tanya hongli dengan penasaran
" Selanjutnya?......
...****************...