
Keadaan sudah kembali semula, semu kembali ke kediaman yang sudah di siapkan...
Tidak untuk yi mao yang sedang menahan amarah, semakin dekat ling dengan tao semakin tumbuh rasa benci di dalam diri yi mao
" Awas saja kau ling, putri sialan kau sudah merebut pria ku yang ku idamkan sejak kecil " Geram yi mao di atas pohon besar
" Hichu haichu " Bersin ling yang sedang makan di suapi tao
" Kenapa sayang? Kamu dingin? Ini pakai selimutnya aku gamau kamu sama calon anak ku ini kedinginan biar aku saja yang kedinginan " Ucap fang tao yang terlalu berlebihan
" By ga gitu juga dong kesehatan kamu juga harus dijaga hemm " Ucap ling tak habis pikir dengan sikap tao yang begitu menjaga nya
" Udah by aku udah kenyang lihat aku udah males ngunyah makanan nya " Lanjut ling menolak suapan beritunya dari tao
" Baiklah sekarang kamu minum dulu abis itu duduk dengan baik dan luruskan kakinya ya " Ucap tao langsung berlalu pergi menyimapan mangkok bekas makan ling
Kembali dengan membawa obat urut untuk memijat kaki ling agar tetap fit
( author : Duhh tao kamu ini perhatian banget padahal beban ling masih belum kerasa kalo udah 4 sama 9 baru tao )
( fang tao : acuhkan dia saja anggap ranting terbang )
" Sayang aku urut dulu ya kaki nya takutnya pegal pegal " Ucap tao akan menyibakan hanfu ling ke atas lutut
" Eh tidak usah by aku gapapa kok udah mendingan kamu istirahat dari tadi kamu jagaian aku " Tolak ling
Benar kata ling sebenarnya tao ingin istirahat sejak datang ke istana dirinya tidak sedikit pun istirahat
" Sini kamu tidur di sini " Ucap ling menepuk pahanya sebagai bantalan nya
Tentu saja tao tak menolak tawaran itu dengan suka hati menerima itu
" By kita harus jaga baik baik anak kita yang masih didalam sini ini biar jadi anak yang sehat kuat dan berbakti " Ucap fang tao mengusap perut ling yang masih datar
" Tentu saja aku akan menjaga nya dengan baik jika tidak aku akan sangat bersalah " Jawab ling
Cukup lama fang tao berbicara manis pada perut datar ling, ling sendiri menanggapi dengan senyum bahagia
Impiannya saat dulu telah terkabul meskipun ada rintangan yang menyakitkan terlebih dulu
Fang tao sudah tertidur dengan posisi yang tak lagi di paha ling tepatnya kepalanya sudah di bantali bantal empuk dari jaman nya berikut guling nya
Ling melamun kan dengan tersenyum senyum, namun tiba tiba tirai seperti tertiup angin sekilas jendela terlihat terbuka
" Bulan Purnama..... Oh ya ibunda permaisuri " Ucap ling dengan antusias
Sebenarnya ling menunggu hari ini dirinya ingin bercerita menganai pernikahan anak pertama nya dan kabar tentang kandungan ling ini
" Ibunda ling datang " Ucap ling dengan senang namun tak terlihat tanda tanda akan munculnya permaisuri
Namun suara bisikan tak kasat mata terdengar ling
" Ada seseorang yang datang ke tempat ini juga jadi aku tak bisa datang dengan wujud, walupun orang itu tak bisa melihat ku tapi pusaran air itu akan membuat nya kaget, dan sebaiknya kamu cari dulu siapa orang itu aku tak bisa mengintip " Bisikan halus di teling ling
Ling sedikit bergidik merinding dengar suara halus itu
Mengedarkan pandangan melihat ke seluruh sudut matanya menangkap seseorang sedang menangis sembari memegang bunga teratai yang ada di danau itu
Ling terpaku ternyata yang menangis itu adalah orang yang paling ling sayangi ya walaupun dulu pernah menyakiti hatinya
" Ayahanda " Ucap ling menghampiri
Yahh orang itu kaisar minggyu yang sedang menangis pilu
Kaisar tersentak dengan suara yang memanggilnya dengan cekattan dirinya mengusap air matanya menyamarkan kesedihan nya
" Ayahanda kenapa bisa ada disini malam malam, angin malam tak baik ayahanda " Ucap ling dengan tak percaya ternyata orang yang paling kuat bisa serapuh ini
" L-ling putriku, ahh ayahanda tak apa, hanya mencari ketenangan " Jawab kaisar minggyu
" Ayah jangan bohong pada ling, coba Ayahanda ceritakan pada ling apa yang sedang ayah sedihkan? " Ucap ling mencoba melepaskan kesedihan ayahnya itu
" Ayahanda sedang merindukan permaisuri mayleen, disaat anak pertamanya menikah tapi dirinya tak bisa menyaksikan, aku marasa bersalah " Jelas kaisar minggyu menumpahkan kesedihan nya
" Apa ayah benar-benar merindukan ibunda permaisuri? " Tanya ling memastikan kaisar mengangguk dengan lesu karena harapan nya tak mungkin terjadi
" Ling bisa bantu ayahanda bertemu dengan ibunda permaisuri, tapi janji ayahanda jangan takut " Ucap ling
" Tidak mungkin bisa ling kamu jangan berandai-andai " Ucap kaisar tak percaya
" Percayalah pada ling ayahanda, ayo ikuti ling " Ucap ling dan membawa Ayahanda nya ke tempat duduk tepat depan danau
...****************...