
Ling dan rafa masuk ke dalam sebuah tempat makan yang dulu sempat mereka kunjungi untuk makan malam pada saat jaman pertunangan
" Selamat datang nona, ada yang saya buatkan " Ucap pelayan dengan sedikit ramah hanya saja di wajah nya ada nada mengejek
Mungkin mereka kira karena rafa dan ling memakai cadar begitu dengan anaknya yang ditutup mengira mereka keluarga buruk rupa
" Eum kami pesan ayam panggang dua porsi saja dan sari pati satu " Ucap rafa datar merasa kesal dengan pelayan itu
" Baiklah tuan nona " Ucap pelayan itu malas
" Raf gini ya rasanya jadi orang ga di hargain, pengen banget tuh muka aku ulet jadi sambel pasti pedes tuh " Ucap ling mengutarakan kekesalan nya
" Hush udah nanti aja ngeluarin unek uneknya ya " Ucap rafa gemas dengan wajah di balik cadar ling itu
Meskipun rafa pindah ke tubuh seorang penggembala tapi ketampanan nya tak kalah dari wajah rafa yang dulu bahkan lebih tampan saat ling berhasil merawat wajahnya
" By abis beli bahan dapur kita langsung ke desa ibunda sama yi ya " Ucap ling mengingatkan
" Iya cerewet banget yah kamu ini aku udah bosen sama kata kata itu " Ucap rafa udah mulai bosan mendengar ucapan itu
" Yeahhh aku kan ngingetin aja siapa tau kamu lupa gitu " Ucap ling membela diri nya
Makanan yang mereka pesan akhirnya datang juga tapi yang mengantarkan makanan mereka begitu tidak asing di mata ling dan rafa
" Lahh kamu kok ada disini sih? " Ucap ling dengan kaget
" Apa? Siapa kalian kok kenal aku? " Tanya seseorang itu lagi
" Ehh lu kok bisa ada sini biki " Ucap rafa dengan bahasa nya di jaman modern
" Eh kok kalian tau bahasa itu siapa kalian sebenarnya? " Tanya seseorang orang itu kaget
" Vira lu ngapain di jaman ini woiiii gimana bisa lu ada disini hah? " Ling kaget dan heran
" Lohh kok lu tau nama gwe siapa lu " Ucap vira kaget dan ga menyangka
" Gwe gwe lusiana dan dia rafa woi ngapain lu disini? " Ucap ling menjelaskan membuat vira menitikkan air mata
" Apa ? Lu ada disini hiks dan dan kalian disini ini ini anak kalian astaga jangan bilang kalian disini udah nikah? " Ucap vira menangis tapi tak percaya apa yang dia lihat itu
" Lu gatau pas lu pergi ceritanya panjang banget, nanti deh kalo gwe udah ga sibuk, lu sebutin aja kalian tinggal dimana nanti gwe berkunjung ke rumah kalian berdua " Ucap vira
" Rahasia nanti aja gwe kesini lagi, lu tinggal dimana di jaman ini? " Tanya ling sedikit iba melihat penampilan vira yang berubah
" Gwe ga ada tempat tinggal.... Gwe tidur di depan toko ini kalo malem " Ucap vira menunduk
" Astaga lu hahh by mendingan kita bawa dia aja suruh ga usah kerja lagi dia ikut kita sekali biar ada yang asuh hongli gimana? " Ucap rafa dengan ide bagus
" Bagus juga lu setuju ga vira...? " Ucap ling
" Gwe mau gwe mau disini gwe sengsara di godain om om gendut gwe ga mau hilihhh " Ucap vira dalam mode ilfeel nya
" Haha lu ga berubah, udah aku makan dulu dan lu mengundurkan diri gih " Ucap ling dengan enteng nya
Makan siang mereka telah selesai, sebelum makan juga ling tidak lupa menanyakan pada vira jika vira sudah makan apa belum tapi ternyata sudah
Saat ini mereka bertiga berempat dengan putra dari ling dan rafa
" Vira kita belanja bahan dapur dulu ya " Ucap ling melihat wajah kebingungan vira
Vira datang ke masa ini tidak membawa apapun bahkan pakaian nya saja sudah ada yang sobek dan kotor, dia bekerja di rumah makan ini tidak dibayar tapi di izin kan tidur di teras restoran
Selesai berbelanja ini itu mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju desa ibunda tianzhi dan yi untuk berkunjung setelah bebrapa minggu tak berkunjung, melupakan niat untuk Melihat kaka hua apa sudah melahirkan apa belum...
" Lusi kan tubuh lu sama rafa ada di masa depan terus kenapa kalian bisa ada di tubuh orang lain " Tanya vira di dalam perjalanan
" Kita masukin tubuh orang lain, nanti aja ceritanya, aku mau ketemu ibu rafa dulu abis itu kita pulang ke rumah ya vir " Ucap ling
Membutuhkan waktu satu jam menuju pedesaan itu dimana ibunda tianzi dan ibunda wei di besarkan dulu
" Ling kamu ingat dimana? " Tanya rafa sedikit lupa
" Haduh rumah ibu sendiri lupa dasar kamu itu " Ucap ling dengan kekeh membuat jiwa iri vira bangkit
" Disini aku jadi nyamuknya dong haduh nasib " Ucap vira kesal
...****************...