Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
PENYERANGAN



" Buka rantai itu buang wanita itu di sana " Suara tegas pria yang memakai pakaian jendral setau lusi


" Baik tuan saya laksana kan " Ucap pria yang disuruh itu membuka rantai itu dengan kasar dengan menginjak legan dan kaki wanita itu


" Berani sekali mereka menindas wanita, bahkan aku pun yang berkuasa disini tidak pernah menindas wanita bahkan pria pun tidak akan selagi dia tidak bersalah " Suara ong dengan kebencian yang menyurak


*********


Lusi dan yang lainnya tidak menemukan keberadaan orang yang mereka cari di dalam hutan, karena tidak mungkin untuk langsung muncul ke pusat kota, maka akan membuat semua orang curiga.


Waktu terus berjalan hari semakin gelap, mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah pedesaan yang kosong tanpa ada setitik cahaya pun.


Tapi lusi kaget saat mendengar langkah kaki dari lawan arah....


Lusi langsung menyalakan senter yang sengaja dia bawa dari masa depan, tapi sebelum menyalakan nya mereka berempat tiba tiba di tarik entah kemana.


Tapi merasa tarikan itu ada tarikan seseorang yang seperti ingin menolong nya


Di tempat yang tak lain goa yang tertutup oleh batuan dan rumput tebal yang menggantung menutupi mulut goa...


" Stt kalian jangan bersuara terlalu kencang dan jangan sekali kali kalian membuat cahaya di luar sana atau kau akan di penjarakan oleh ayah ku " Ucap seorang pria dengan suara bariton sembari membelakangi nya, tentu dengan bahasa Mandarin nya


" Saudara kau dari mana aku mencari mu tadi " Suara yang baru saja masuk tetapi menggunakan bahasa Inggris nya


" Kalian " Ucap lusi dengan tatapan tajam begitu menusuk


" K-kau " Beo Rafa lin dan Ong


" Kalian, syukurlah kita bertemu " Senang pria itu yang tak lain Daniel


" Kalian, dasar b*jingan " Teriak lusi dengan marah nya


" Tenang ling kita tidak sama dengan mereka, bahkan kami sama seperti yang lain jika di ketemukan kita akan di penjara tapi aku langsung di bunuh " Ucap Daniel yang langsung menunduk


" Dan maaf karena kedatangan ayahku semua menjadi seperti ini " Ucap Daniel sangat begitu merasa bersalah


" Apa maksud mu hahh? Jelas jelas kalian yang bersalah " Kini Rafa yang tersulut emosi


" Saya mohon maafkan kami kami memang sangat bersalah atas kejadian ini, tolong maafkan kami " Ucap danial yang terduduk di lantai, Daniel rela merendahkan dirinya di depan orang orang untuk saat ini


Tentu saja lusi bisa berkata seperti itu karena kekuatan nya yang baru saja di gunakan untuk sekian lama ia tidak gunakan yaitu membaca pikiran lawan bicara nya, kebetulan Daniel tadi sembari menatap mata lusi dengan dalam, membuat begitu mudah lusi membaca pikiran dan isi hatinya.


Lusi menjadi tau ternyata Daniel menyimpan rasa untuk nya , dan sekarang sedang masa melupakan saat tau jika lusi sudah memiliki anak, dan tau diri saat ini jika lusi masih tetap muda bahkan wajahnya sangat terlihat muda.


" Sayang apa apaan kenapa kamu mempercayainya bagaimana jika dia berbohong " Ucap Rafa tak Terima


" Dialah dulu, kau tua bukan jika aku sebelum bertindak akan apa dulu.... " Ucap lusi dengan tenang membuat Rafa pasrah saja


" Ceritakan " Ucap lusi dengan dingin


" Maaf sekali lagi saya minta maaf, karena keserakahan ayahku pulau ini menjadi hancur, kita sudah membuat kesepakatan dengan ayah kita untuk membuat Kerajaan baru tapi tanpa campur tangan ayah ku dan Kerajaan baru kita berkembang dengan baik setelah bekerja sama dengan pulau ini, semua Kerajaan disini menerimanya dengan lapang dada sehingga mereka begitu terbuka pada kita menceritakan semua nya dari segi kelemahan dan kekuatan masing Kerajaan, tapi aku sama sekali tak ada niatan untuk menghancurkan atau menguasai wilayah ini aku hanya ingin hidup tentram dengan segala ketercukupan tanpa ada konflik, tapi lama kelamaan ayah ku tahu jika aku berhubungan baik dengan penduduk pulau ini,lalu ayah ku tiba tiba baik pada kami, bahkan dengan bodohnya kami menerima kebaikan nya membuat kami kembali berbaikan dengan ayah ku, dengan janji dirinya tidak akan mencampuri urusan kami, tapi di suatu hari saat kami pesta orang dewasa ayah ku merencanakan hal buruk pada kami, kami di paksa meminum arak begitu banyak, ternyata ayah ku tau jika aku tau semua kelemahan dan kekuatan dari pulau ini dia bertanya kepada ku, dengan bodohnya kami menceritakan nya akibat pengaruh arak itu kita tidak bisa mengontrol diri membuat kami berkata jujur semuanya, lalu di minggu berikutnya ayah ku tiba-tiba datang dan ingin mengunjungi kepulauan ini tapi dengan niat ingin berkunjung seperti ku tapi ternyata niat itu berbanding terbalik dia ingin menghancurkan pulau ini lalu menguasai wilayah ini " Jelas Daniel dengan nada bergetar menahan gejolak kebencian pada ayahnya


" Bahkan sebelum di hancurkan ayah ku memanfaatkan terlebih dahulu semua yang menguntungkan di pulau ini, seperti mengambil kekayaan Kerajaan bahkan yang lain nya, hingga semua wanita dia perkosa demi kenikmatan nya sendiri tanpa memikirkan nasib wanita itu, bahkan anak di bawah umur pun " Tambah Daniel semakin bergetar dengan tangan terkepal


Lusi mendengar cerita itu semakin tersulut emosi matanya semakin memerah, tanpa di sadari matanya berubah menjadi warna merah terang, rambutnya nya pun sama halnya tiba tiba cahaya merah dengan kilatan kecil muncul dari dalam kalung milik lusi


Lalu keluarlah sebuah pedang berwarna hitam yang memancarkan cahaya merah dari permata yang menempel di pegangannya...


Tentu sama hal nya dengan Rafa tapi yang keluar dari kalungnya berwarna biru lautan yang dalam, matanya yang berubah biru, rambutnya berubah berwarna abu biru langit dengan pedang berwarna silver mengkilap....


Sama dengan Ong mata nya berubah berwarna hijau dengan rambut berwarna hitam pekat berkilau, lalu keluar pedang ke sayangnya berwarna hitam dan silver dengan permata berwarna hijau pekat.


Lin? Dia tidak ada perubahan apapun, dia menatap kaget pada satu keluarga itu yang tiba tiba berubah dalam hitungan menit.


Sedangkan Daniel dan Carlos menatap ketakutan pada keluarga itu, yang mereka sadari jika mereka bukan orang biasa tetapi seseorang yang begitu istrimewa dan begitu kuat.


" Aku harus meluruskan semua nya,membantai habis semua yang ayahmu bawa dan termasuk membunuhnya " Suara datar dan dingin yang begitu menusuk tak lupa tekanan yang kuat pun ikut bermunculan


" Ya aku setuju lakukan saja " Ucap Daniel menyetujui itu


" Tapi kalian harus berhati hati ayah ku memiliki seekor monster yang begitu besar dan mengerikan, tapi kelemahan monster itu ada dalam batu cincin yang ayahku gunakan untuk memerintah nya, salah satu cara melenyapkan nya adalah hancurkan batu itu lalu bakar serpihan nya " Ucap Daniel memberi cara


" Baiklah, tapi aku titipkan lin pada kalian, jangan sampai dia terluka atau.... Ya kalian tau itu " Ucap lusi langsung menghilang dengan teleportasi nya disusul oleh Rafa dan Ong yang tak bersuara sejak tadi


bersambung.....


...****************...