
" Kenapa aku jiji ya pada mantan suamiku, ahh sudahlahh.... " Ucap ling di dalam batin tentu di sambut dengan tawa geli youngi
" Apa kau tertawa seperti itu, mau ke semprot sambal cabai hahh " Ucap ling menaikan nada suaranya
" Ehh pelan kan suara mu " Ucap youngi melihat kedua wanita itu menoleh ke meja mereka
Li dan fang yi menoleh karena merasa familiar dengan suara itu, ya mirip dengan ling saudara dan kaka nya
" Li apa aku mendengar suara ling benarkah? Apa wanita itu ling ? " Tanya fang yi pada li
" Bukan kah ling sudah tiada, kamu harus terima kenyataan itu yi, jangan berlarut larut dalam kesedihan " Ucap li lirih memang dirinya belum menerima atas kematian ling
" Tidak kaka tidak tahu apa yang terjadi di Istana ku setelah kaka ling tidak ada di istana " Ucap fang yi menunduk
" Apa yang terjadi, bukan kah keluarga mu sangat damai yi cepat ceritakan padaku " Ucap li merasa iba kepada yi
" Apa benar kaka li tidak tahu jika kaka ling masih hidup dan bukan nya tiada tapi di usir dari istana? Aku kira kaka ling datang ke tempat ini untuk bersembunyi " Ucap yi dengan lirih
Tentu li kaget dengan penuturan fang yi, diusir? Itu bukan kata yang baik untuk nya...
Dan yi menceritakan semua yang terjadi di istana selama ini setelah kepergian ling
" Apa maksud mu yi diusir, ling tak pernah datang ke tempat ini lagi setelah kejadian kepulangan kaka mu " Ucap li menjelaskan
" Dan kenapa ling bisa di usir tapi kenapa ling tak datang kepada ku " Ucap li menunduk dan mengeluarkan cairan jernih dari matanya
" Kaka li jangan menangis, mungkin kaka ling ingin menenang kan diri terlebih dulu kaka li " Ucap yi mencoba menenangkan
" Aku yakin yang membuat ini semua terjadi adalah kaka mu yi, kau tau dia datang dengan banyak wanita ke tempat ini, tapi apa kau sadar jika kaka mu sangat berbeda setelah pulang dari medan perang " Ucap li dengan tatapan marah
" Kaka li aku benyadari nya, aku tau pasti jika kaka mencitai sekali kaka ling tapi setelah pulang itu seperti bukan dirinya, bahkan pada diriku saja dia biasa saja " Ucap yi baru menyadari itu semua
" Apa jangan jangan hahhhh " Ucapan li tak dilanjutkan li yakin jika....
" Yi kita harus temui Putra Mahkota hwangg kita harus tanyakan sesuatu padanya, ayo kita secepatnya kr kerajaan ming, tunggu dimana hongli sekarang? " Tanya li dengan selidik
" Hongli sekarang di kerajaan ming " Jawaban dari yi
Di Tempat ling sekarang
Wajah kelegaan muncul dengan sangat damai, ketakutannya tak terjadi selama ini
Namun mendengar cerita dari fang yi, ling yakin ibunda nya tianzhi sekarang benar-benar menyesal dengan semua ini
" Kenapa aku menjadi sedih saat mendengar penuturan dari yi, aku tidak akan membunuh ibunda tianzhi tapi aku akan benar benar menghancurkan kerajaan fang saat sudah membawa kabur fang yi dan ibunda tianzhi, tapi nenek bilang ... Ahhhh aku pusing harus apa " Ucap ling dalam hati tapi erangan itu terdengar kencang ke seluruh penjuru
" Rose kamu tak apa, bersabarlahh, sebaiknya kita mencari tempat untuk beristirahat " Ucap youngi merasa jika ling mengalami gangguan batin yang cukup berat
Ling memang sering kali merasa resah sendiri, kebingunangan sendiri padahal tak terjadi apa pun bahkan membuat kesalahan pun tidak
" Tidak youngi aku ingin tetap duduk disini " Tolak ling yang masih ingin mendengarkan kedua orang itu bercerita
" Maaf nona anda kenapa, apa butuh teh hangat " Tanya li menghampiri ling
Tapi bukan karena itu li menghampiri nya karena penasaran dengan wajah kedua pengunjung nya ini, suaranya dan tinggi badanya mirip sekali dengan ling
" Tidak perlu nona saya hanya kurang tidur saat menuju perjalanan ke kerajaan ini " Ucap ling dengan sopan
" Baiklah nona, tapi suara anda begitu mirip dengan saudara saya putri jiali " Ucap li dengan senyuman
" Uhukk uhukk ahh maksudmu putri ling? Ya aku sudah sering di sebut mirip oleh orang orang termasuk anda nona mereka bilang wibawa ku, suara ku dan tinggi badanku hampir sama " Ucap ling menghilang kan kegugupan nya
" Apa anda yakin tidak apa baru saja anda terbatuk " Tanya li seperti ada yang di sembunyikan dari wanita di depan nya
" Ahh tidak perlu nona, istri saya sedang kurang enak badan tadi, saya permisi nona, terima kasih makanan anda begitu lezat " Ucap youngi berperan demi menghindari pertanyaan pertanyaan dari wanita yang ling sebut li
Mereka berdua pergi, ling hanya terpaku dengan kelakuan youngi yang membuat ling malu karena youngi menggendongnya di punggung
" Ling maaf heheh tadi aku begitu takut kau membocorkan penyamaran mu " Ucap youngi tak sengaja menyebut nama ling
" Sttt jangan sebut nama itu kau lupa? Haishh rose rose lahhh " Ucap ling dengan seball
...****************...