
...◦•●◉✿✿◉●•◦...
Ling dan li sudah di suatu tempat yang sepi tak jauh dari lapangan, ya memang sepi karna semua orang sibuk dengan pesta ling dan tao
" Apa li kenapa sangat tertutup seperti ini? " Tanya ling yang sudah sangat kepo
" Gini ling aku berencana membuat hidup baru dan toko yang ada di kerjaan ming akan di kelola oleh orang mu dan aku akan tinggal di kerajaan fang tidak lupa juga membuka cabang disini agar kita masih bisa bertemu " Jelas li dengan berbisik
" eumm seperti itu baiklah aku setuju, wait kamu ga usah buka saja yang di kerajaan ming kau buka disini saja jadi toko di sana kamu ga usah buka jual lagi aja atau kasih label " GA JADI DI BUKA MALES " " Ucap ling yang tidak rela jika membuka cabang jika bukan li yang memasakanya,, dan ling tak rela jika resep nya di beri tahu pada orang lain selain ling dan para ibunda nya
Li di buat melongo dengan ucapa ling yang begitu ceplak
" Apa kamu serius haishh ayolahh kita bisa banyak koin jika makanan buatan mu di pasarkan ling " Ucap li
" Tidak, tetap TIDAK kamu pikir dehh resep itu hanya di ketahui para ibunda ku dan kau aku tidak mau jika orang lain mengatahui resep itu, bukan aku tidak ingin berbagi tapi resep itu turun temurun dari nenek moyang ku li, cobalah mengerti " Ucap li sedikit nge gass
Ling menunduk karena merasa bersalah " Benar apa katamu maaf kan aku ling, tapi apa aku masih bisa buka toko yang sudah ku beli di kerajaan fang ini? " Tanya li
" Tentu saja, tapi dengan menu makanan yang pasaran di masa ku, dan jangan masakan masakan yang sering ku makan, tapi setelah aku pikir pikir boleh sih buka cabang tapi resepnya sesuai aku beri tahu di awal yang pasaran " Ucap ling yang merasa kasihan melihat li jadi sedikit sedih
" Itulohh makanan saat aku memasakan untuk prajurit itu saja dan ayam panggang goreng dan rendang sedikit hambar okey? " Bisik ling
" Okey good baiklah, terima kasih ling sudah mengerti " Ucap li langsung memeluk ling
" euhh pengap li kau terlalu kuat memelukku, and sekolah kan sasa dan mimi dari hasil jualan itu okey, baiklah aku harus pergi papayyy " Ucap ling dan berlalu pergi ke arah yang salah
Li tak menyadari itu dirinya langsung pergi ke kediaman nya yang baru untuk memberi info ini dengan peringan tubuh nya
Grepp
Ahkkkkk
Suara teriakan ling saat tubuhnya di peluk dari belakang
" Dan kamu pergi gitu aja tanpa memberi tahu ku, bagaimana jika nanti ada apa apa dengan mu, dan apa kamu sadar kamu berjalan ke arah mana, ini tuh jalan menuju keluar pusat kota " Ucap fang tao panjang lebar dengan manja nya
Ling hanya diam, pria yang ia kenal dingin dan bodo amat sekarang begitu posesif sekali dan pertama kali nya seorang fang tao berbicara panjang lebar
" A-anu suami ku yang tampan heheh itu... " Ucap ling terpotong saat akan menjawab nya
" Baiklah ayo kita kembali jika tidak semua akan heboh karna kita berdua tidak kembali " Ucap fang tao memotong ucapan ling yang sedang mencari alasan membuat Fang tao benar-benar kesal
Fang tao menggendong ling seperti karung beras karna sejak tadi diam seperti patung hanya nafas dan bibirnya saja yang bergerak
" Ahkkk byy jangan bawa aku gini dong, emang aku semen apa pake di gotong gini byy turunin aku hihihi " Berontak ling yang tak terima dan memukuk mukul P**t*t fang tao
" Diam sakit tau jika dipukul terus ga tau apa tenaga kamu itu kaya laki hufftt " Ucap Fang tao yang mulai kesakitan dan menurun kan ling
" Makan nya jangan dibawa kaya gitu " Ucap ling Memonyong kan bibirnya
Cup
Entah energi apa yang membuat fang tao menjadi candu untuk mencium bibir pink manis itu....
" Ehhh " ling yang bengong dengan tindakan fang tao yang berani menciumnya di depan umum
Fang tao menggandeng tangan li tapi ling sama sekali tak bergerak lagi
" Gendong aku, kaki aku lemes gara gara kamu " Ucap ling dengan merentang kan tangan nya
Tanpa basa basi fang tao mengangkat ling seperti anak kola tapi ling menolak dan meminta untuk di gendong di punggung nya
...◦•●◉✿✿◉●•◦◦•●◉✿✿◉●•◦...
sᴇɢɪɴɪ ᴅᴜʟᴜ ᴅᴇʜ ᴍᴀᴋᴀsɪʜ sᴇᴍᴜᴀɴʏᴀ ʏᴀɴɢ ᴜᴅᴀʜ ʙᴀᴄᴀ ɴᴏᴠᴇʟ ᴀᴋᴜ ɪɴɪ 😚👌😄🤣