
Badai Petir brakhir dengan menumbangkan beberapa pohon yang terkena serangan petir, seperti mengerti perasaan ling saat itu juga
" Alam pun ikut marah saat aku sedang sedih, aku yakin alam akan mendukung semua keputusan ku suatu saat nanti " Ucap ling dengan tersenyum kecut saat melihat keadaan kerajaan fang sedikit berantakan
" Sebaiknya aku diam saja disini melihat mereka " Ucap ling bersandar di pohon besar tinggi membuat ling dapat melihat istana Fangio yang acak acakan oleh dedaunan dan ranting ranting
MALAM HARI
Karena badai tadi sore, semua memilih makan di kediaman masing masing...
Ibunda tianzhi membawa hongli untuk menginap dengan kakek nya, karena ibunda mengerti mereka pasti sedang saling meluapkan rasa rindunya
( fakta nya itu sebaliknya permaisuri)
Ling memantau dan melihat ibunda nya membawa hongli terlihat sangat menyayangi nya, seketika rasa sedihnya sedikit menghilang
" Aku ragu untuk meninggalkan kerajaan ini, jika ada seseorang yang menyukai putra ku, tapi entahlah aku akan berusaha untuk pergi dari sini tanpa orang lain peduli padaku hehh tapi sedikit sulit jika mengenai itu " Gumam ling berfikir
Kembali ke kediaman saat semua sudah sepi, terlihat semua sudah tertidur memasuki alam mimpi mereka
" Saat nya aku kembali daripada disini banyak nyamuk hishhh pak pak pak " Ringis ling langsung terbang menuju kediaman nya
Di tengah perjalanan tak sengaja ling berpapasan dengan fang tao dan wanita itu yi mao
Yi mao mematung saat melihat sosok ling, tapi saat melihat ekspresi wajah Fang tao yang biasa saja membuat mao semakin berani
" Ouhh kau baru kembali darimana saja bukan kahh kau seharusnya menjaga Putra mu " Ucap fang tao angkat bicara dengan nada dingin
" Hehhh j*l*ng seperti dia pasti sudah bersenang-senang di luar sana bahkan tak ingat dengan putra nya " Ucap yi mao mengompori
" J*l*ng?aku? Hehh seharusnya aku yang harus memanggil mu j*l*ng , yang sudah tidur dengan suamiku sendiri hahahaha hebat sekali, lo lebih cocok disebut Kucing liar yang elgan dalam melancarkan rencana mu sangat mulus sekali baksu baksu baksu " Ucap ling panjang lebar
Emosi nya sudah mulai naik membuat mengucapkan kata-kata yang memang sudah jarang ling ucapakan
Fang tao ? Tentu kaget dari mana wanita itu istilah kata lo bukan kah itu hanya ada di masa depan... Tapi demi menetralisir kan keterkejutan nya dirinya hanya menampakkan wajah biasa saja
" Hemm rupanya kau sudah tau apa yang sudah kami lakukan tadi, jadi kau sekarang setuju aku akan mengangkat yi mao sebagai selirku? Baiklah kau pasti setuju, tidak ada kata penolakan " Ucap fang tao dengan tak tahu malunya di depan istri nya
" Apa dia mau mengangkat ku menjadi seorang selir hahah baguslahh setelah selir aku akan menyingkirkan putra nya dan lalu j*l*ng itu agar aku bisa menjadi permaisuri nya " Batin yi mao dengan angkuhnya
Mereka berdua pergi berlalu meninggal kan ling yang mencerna semua ucapan dua orang yang hilang akal itu
" Dia akan mengangkat selir hehhh kita lihat apa permaisuri akan menyetujui nya? Bukan kah di kerajaan fang mengangkat selir sama dengan menurunkan derajat keluarga, tapi... Aku juga yang akan terbawa..... Hahhh sudahlah jalani saja yang penting aku dan Putra ku tetap damai " Ucap ling kemudian melanjutkan jalan nya untuk pulang
Putra mahkota dan putra yi mao bertujuan untuk berjalan jalan ke taman namun entah kenapa mereka berdua pergi ke taman dimana tempat yang sangat jauh dari kata indah sebuah kandang ku
" Putra mahkota kenapa kita ke tempat ini? " Tanya yi mao
" Aku hanya bosan dan memilih untuk kita berjalan jalan ke luar istana... Apa kau mau? " Usul fang tao
" E-eumm boleh baiklah ayo " Ucap yi mao setuju
Namun seketika terhenti saat memegang kuda itu, tapi sang kuda malah mengamuk seperti tak sudi untuk dirinya sentuh
Padahal itu adalah kuda miliknya sendiri yang dirinya urus sejak usia masih kecil
" Putra mahkota kenapa kuda mu malah mengamuk? " Tanya yi mao penasaran
" Tidak tahu mungkin dia sedang kelelahan, sudahlah sebaiknya kita kembali kekediaman " Ajak fang tao pergi dari kandang kuda
" Tapi... Bagaimana jika orang kerajaan melihat kita satu kediaman dan tanpa ada ling disisi mu " Ucap yi mao drama ketakutan
" Tak perlu cemas aku punya tempat persembunyian untuk mu " Ucap fang tao dengan yakin
*********
Pagi Hari
Ibunda tianzhi datang ke kediaman Putra nya, melihat keadaan mereka, setelah mereka tinggal satu malam penuh
Tapi di luar dugaan bahwa sejak kemarin mereka tak bertemu lagi, setelah dari kediaman putranya
Dengan fitnahan dari fang tao yang membuat Ibunda tianzhi naik pitam ketika cerita dimana ling pulang tengah malam tanpa memikirkan keadaan putranya dan suaminya
Tentu Ibunda tianzhi marah, dirinya diberi kesempatan untuk bersama dengan fang tao tapi dirinya malah keluyuran keluar istana tanpa meminta izin dan mengabaikan suaminya
" Wanita itu, sudah ku baik baikan sikap ku padanya tapi apa dia mencoba mengkhianati kepercayaan ku dasar tidak tau di untung aku harus temui dia " Ucap permaisuri tianzhi dengan marah
Menitipkan cucunya pada ayah nya sendiri, tentu fang tao sedikit kesulitan karena ini pertama kalinya dirinya menggendong seorang bayi
Tanpa rasa ragu Fang tao memfitnah ling kembali dengan menceritakan semua kejadia saat Fang tao datang ke kediaman putra nya, yang membuat permaisuri semakin murka.....
...****************...