Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
TAK SADARKAN DIRI



Ling akhirnya makan dengan santai tanpa ada yang mengamganggu nya lagi, fang yi sekarang lebih banyak diam


Dirinya merasa bersalah juga karena ikut ikut dalam Adu mulut itu sama sama membuat ling kesal


Selesai makan mereka berdua tidak memilih langsung pulang melain kan memantau tokonya dari ruangan pribadi dari lantai 3


Ada sesuatu yang membuat ling menyunggingkan senyumnya


Menyaksikan perdebatan seorang wanita yang kekeh ingin menduduki bangku khusus ling dan suaminya itu, yang tadi ling dan fang yi duduki baru saja


" Hei kau karyawan tak berguna, kenapa saya tak bisa duduk disini lihat lah aku seorang putri juga, apa kau ingin aki lenyapkan dari dunia ini hahh " Bentak putri itu tak terima saat li melarang wanita itu duduk


" Maaf putri tapi ini kursi khusus pemilik dari toko ini, siapa pun tak ada yang duduk disini putri, saya mohon agar anda tidak duduk di kursi ini jika tidak tuan saya akan marah besar putri " Ucap li mencoba agar tak naik pitam


" Tetap biar kan saja saya duduk disini lagi pula lihat lah tak ada yang bisa ku duduki lagi selain disini " Ucap putri itu dan grep


Wanita itu duduk manis dengan mendorong li hingga terjatuh tersungkur ke lantai kayu jati itu


" Nona saya sudah ucapkan pada anda untuk tidak duduk disitu tapi kenapa anda mendorong ku, lihat saja saat pulang dari sini akan terjadi sesuatu padamu " Ancam li tak terima


Ling tentu saja tersenyum melihat pertengkaran itu


" Kaka apa kau tak marah ada yang menduduki kursi khusus mu? " Tanya fang yi dengan heran


" Tentu aku marah tapi lihat saja dulu aku akan memarahinya dengan cara ini " Ucap ling dengan santai dan mengayun ayunkan tangan nya


Menggunakan kekuatan angin untuk menerbangkan sebuah pisau yang mengkilap


" Kaka hati hati bagaimana jika pisau mu hilang kendali " Ragu fang yi


" Santuy dulu dong yi aku akan membuatnya ketakutan saja " Ucap ling tanpa menoleh yang sedang fokus dengan tangan nya


Pisua meluncur dan membawa papan kayu tua, sedikit demi sedikit pisau itu menyayat kayu dan meninggalkan jejak berupa Tulisan


" TINGGALKAN BANGKU INI ATAU KAN AKAN TERKENA PENYAKIR B*R*K "


Itulah sekiranya tulisan nya tapi wanita itu tetap tidak menggubris nya


" Kaka dia tak peka dengan peringatan mu, jatuhkan saja pisau dan kayu nya " Ucap fang yi yang asik menyaksikan itu


BRAKK


Suara keras kayu tua berat jatuh tepat di tengah meja bundar itu memecahkan vas bunga itu


Sontak membuat wanita kaget terjolak hingga terjungkal , tapi bukan nya takut dirinya justru marah marah tak jelas


Suara itu terdengar hingga tempat wanita crazy itu membuat dirinya yakin ada yang mengerjai nya


" KELUARR KAU JANGAN HANYA MENGERJAIKU BERANI SEKALI KAUUU " bentak nya dengan suara tinggi dan begitu mengganggu yang sedang makan disana


" Kaka dia memanggilmu tuh " Ucap fang yi menetralkan kelucuan nya


" Aduhh bentar masih bengek " Ucap ling tak henti tertawa


" Hem henn ayo yi haha hmfftt " Ucap ling mencoba menetralisir kan hingga menahan tawanya


Turun dari lantai 3 dengan santai tanpa dosa sedikit pun di wajah nya, tentu saja di buat kesal oleh nya


" Ohh kau rupanya j*l**g si*l*n, berapa kau dibayar pemilik toko ini hingga dibuatkan bangku khusus ini hemm " Ucap putri itu yang ternyata adalah putri Yi Mao


Plakkk


" Kau tak tahu malu sekali yi mao dia pemilik toko ini jangan kau menghina kaka mu " Marah yi yang sudah tak bisa ditahan dan menampar yi mao dengan keras


Dan menyisakan darah timbul di sisi bibir yi mao


" Kau " Ucap yi mao dan mendorong yi dengan kuat tapi bukan nya yi yang terdorong tapi malah ling yang terkena itu


Li yang saat akan mendatangi keributan itu dibuat kaget saat saudaranya didorong jatuh hingga tak sadarkan diri


Kekuarlah empat orang berpakaian serba hitam menolong ling segera mengangkatnya dan membawa pergi untuk segera di periksa takut jika terjadi sesuatu pada kandunganbnya dan mereka akan mendapatkan hukuman


Fang yi juga takut melihat kaka nya tak sadarkan diri dan di bawa pergi oleh seseorang tak dikenal nya


Tapi li yang melihat raut wajah fang yi pun menenangkan nya, kembali menatap yi mao dengan garang dan tajam


" Kau sudah melukai saudara ku apa perlu aku melakukan nya juga pada mu hemm " Li dengan tatapan amarah dan tekanan yang dikeluarkan


" Li jangan terlalu seperti ini " Ucap fang yi merasakan aura kuat penuh amarah keluar disekitar nya


Tentu saja yi mao merasakan nya dan itu semua tertuju padanya, demi menutup ketegangan nya


Yi mao pergi tanpa meminta maaf atau apapun yang menyangkut kejadian baru saja


Namun tangan nya di tahan seseorang melainkan bukan li atau pun yi


" Kau harus membalas perbuatan mu " Sosok misterius itu membawa yi mao pergi entah kemana....


...****************...