
...----------------...
" Tapi ling kita harus izin dulu sama yang mulia raja " Ucap li
" Tenang saja ada ibunda yang akan meminta izin untuk keluar ling kau tinggal ikuti saja ibunda di belakang, bagaimana? " Ucap ibunda li wei
" Baiklah ling setuju ayoo " Ucap ling menarik ibunda dan li keluar karena sudah tidak sabar lagi
Mereka bertiga menuju ruang kerja kaisar atau suami dari li wei
Penjaga yang melihat kedatangan mereka memberhentikan mereka
" Apa kalian datang kesini raja sedang sibuk " Ucap penjaga di sana
" Kami hanya akan meminta izinnya agar kami bisa pergi ke pusat kota " jelas ibunda li wei
" Tunggu kami akan meminta persetujuan kasim Han " Ucap penjaga segera pergi
" Hemm ya " Balas ibunda li wei
itu Membuat penjaga di sana sedikit kaget dengan keketusan yang mulia selir ketiga nya
" Apa benar ini yang mulia selir ketiga kenapa setiap kata katanya yang disorot kan matanya adalah ancaman aku menjadi takut bahkan badanya saja tidak seperti dulu yang kecil lurus lagi haishh aku tak boleh menyinggung nya bahaya ini " Batin penjaga yang masih jaga di sana
Datang penjaga yang tadi
" Yang mulia selir anda bisa menuju ruangan kerja kaisar " Ucap penjaga dengan nada biasa saja
" Tumben sekali raja itu membiarkan ku masuk saat itu saja aku dilarang memasukinya lagi " Heran ibunda li wei
Tepa di depan pintu besar
" Yang mulia selir ketiga dan putri nya ingin menghadap yang mulia kaisar " Teriak penjaga
" Li apa pita suaranya masih aman di tempat mereka berada? " Ucap ling yang risih dengan teriakan tak indah itu
" Iya putri, sebaiknya putri segera masuk bersama ibunda, li akan menunggu disini " Ucap li
Kedua ibu dan anak itu masuk di dalam terdapat sang kaisar dan permaisuri yang memang sedang bermanja-manja dengan suaminya itu
Ibunda li wei yang melihat itu ada sedikit sesak di dadanya karena kemesraan kedua nya , ya namun rasa itu sudah hilang dulu memang selalu sakit jika suaminya bermesraan dengan selir lain tapi ia menyadari wanita nya bukan hanya dia, tapi membuat li wei kecewa karena suaminya tak pernah mengunjunginya saat wajah li wei mengalami kerusakan atau berubah menjadi buruk rupa...
" Hormat hamba yang mulia kaisar saya selir ketiga dan anak saya jialing ingin meminta izin untuk keluar istana " Hormat ibunda li wei , ling hanya mengikuti ibundanya itu
" Hormat mu saya terima, hemm selir ketiga apa ini anak mu dia sudah dewasa " Ucap kaisar minggyu dengan santay dengan permaisuri mey ying duduk di pangkuan nya
" Benar yang mulia ini anak saya " Ucap li wei yang tak ingin berlama lama disini
" Baiklah saya izin kau pergi " Ucap kaisar
Tanpa berlama lama Ibunda li wei keluar bersama ling yang memasang wajah datar namun ekspresi nya tak terlihat karna tertutupi cadar
" Hiilihh sudah jelas dia menganggap ku anak tapi anak buangan bahkan baru saja aku kembali dia hanya ini anak mu? hhiiilihhh kalo gwe jadi ibunda bakalan gwe bakar tu s*ng*t hehhh nyebelin " Dumel ling tanpa ada yang mendengar tapi gerakan mata nya saja yang terlihat
DI LUAR RUANGAN KERJA KAISAR
Li hanya menunggu untuk kedua saudara nya keluar yaitu bibinya dan keponakan nya, saat menunggu keluarnya mereka li memilih jalan kecil terlebih dulu kearah luar gerbang
Mata li tak sengaja melihat wajah tampan sang putra mahkota yang baru saja keluar dari kereta kuda dan mengulurkan tangan nya keluar lah wanita cantik yaitu tunangan nya ʏɪ ʜᴜᴀ
" A-apa i-itu putra tunangan putra mahkota cantik sekali tapi lebih cantik ling dong huhhh " Ucap li dan kembali menunggu ling keluar
Tak berapa lama kembali ke depan pintu ibunda li dan ling keluar dari ruangan itu
" Apa kau bosan menunggu kami li? " Tanya ibunda li we
" Tidak yang mulia aku hanya sedikit pegal " jawab li
" Ahhh lebih baik sekarang kita segera pergi sebelum hari semakin siang " Ucap ling tak sabar ingin keluar dari istana ini untuk beberapa saat
Mereka berjalan menuju keluar gerbang dengan berjalan kaki , tanpa sengaja mereka bertiga bersimpangan dengan putra mahkota dan tunangan nya itu
" Hormat hamba yang mulia selir ketiga " Hormat yi hua dengan sopan tapi putra mahkota hanya memasang wajah cuek dingin bebek
" Putri mahkota yi hua terima kasih atas hormat anda putri " Balas ibunda li wei
" Saya pergi yang Mulia " Ucap yi hua karena putra mahkota sudah pergi terlebih dulu
Ling yang melihat itu hanya senang karena putri mahkota yi hua masih menghormati ibunda nya sebagai seorang selir terhormat, tapi pandangan pada sang putra mahkota ingin sekali membogem wajahnya itu dan mengikat kakinya agar tidak pergi seenak nya saja tanpa menyapa
" Si gunung berapi plus es itu sekate kate banget sama ibunda nya sendiri jika saja aku jadi ibunda pasti jadi pecel dehh hishhhh " Dumel ling tapi tak terdengar siapa pun
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...