Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
KEDATANGAN DUA REMAJA



Rafa dan lusi mengantarkan lisa terlebih dahulu sebelum kembali ke kantor, niatnya lisa di ajak untuk ikut dan lisa mau tapi tiba-tiba headphone nya berdering yang mengharuskan lisa pulang...


" Terima kasih lusi dan tuan rafa telah mengantarkan saya " Ucap lisa dengan sopan lalu pergi ke rumahnya yang memasuki gang gang


" Jangan seperti itu lis santai saja lahh, kapan kapan kita main lagi lis " Ucap lusi menjawab ucapan lisa


" Emm ya baiklah selamat jalan " Ucap lisa benar-benar pergi


Dirga kembali menjalankan mobilnya ke perusahaan rafa, jadi mereka akan pulang bersama saat vira menelpon mereka berdua


" By siapa kira kira dua remaja itu huft padahal kita tidak kenal dengan remaja manapun " Ucap lusi ambil pusing


" Sudah lah sayang ga usah di pikirkan kamu berfikir positif aja " Ucap rafa mengusap puncuk kepala lusi


" Baiklah, aku ngantuk mau tidur nanti kalo udah sampe bangunin ya " Ucap lusi lalu menutup matanya dengan bersandar di pundak rafa


Dirga hanya menghela nafas pasrah, satu pasangan manusia itu sangat mengerti satu sama lain bahkan sangat mesra astaga


" Kapan gwe bisa gitu huftt mana ada yang mau sama gwe " Batin Dirga berteriak sambil melihat kebelakang melalui kaca


" Dirga bersabar lah pasti kamu bisa seperti ku juga... " Ucap rafa tiba-tiba membuat Dirga kaget kenapa bos nya bisa tau apa yang sedang di ucapkan dalam pikiran nya


" Jangan kaget kau itu bergumam dengan sangat jelas di telinga ku " Ucap rafa membuat Dirga gelagapan malu


Perjalanan menuju perusahaan tidak membutuhkan waktu lama...


Rafa tidak tega harus membangunkan istrinya, jadi Rafa menggendong nya membuat semua mata tertuju pada sang ceo yang menggendong wanita yang wajahnya sengaja di tutupi oleh topi


Karena Rafa tidak ingin wajah istrinya diketahui oleh karyawan karyawan nya sebelum waktunya


Semua kepo pada wanita yang digendong oleh bosnya ada yang menduga jika itu adiknya atau sekretaris nya tapi semua menyangkal jika itu sekertaris nya


Mereka baru sadar jika sekertaris bos nya sudah keluar dari kantor ini dengan tampang yang mengenaskan dengan sudut bibir yang lebam tadi.


Di lift Dirga gelagapan karena bosnya yang tidak tau tempat itu sedang mengecupi pipi istrinya membuat jiwa ingin Dirga meronta ronta


" Dirga kamu berbalik lah " Ucap Rafa saat menyadari jika ada Dirga juga di dalam lift


" Baik bos" Ucap Dirga langsung berbalik dengan pipi memerah malu


Keluar dari lift Rafa dengan cepat masuk ke dalam ruangan nya sebelum itu juga Rafa menyuruh Dirga untuk meng-handle semua kerjaan Rafa untuk hari ini


****************


Lusi di baringkan di kasur yang sedang yang ada di kamar yang ada di dalam ruangan Rafa, tidak terlalu luas tapi menonjolkan ke eleganan ruangan itu yang di hiasi ornamen menyejukan mata.


Rafa tidak tau harus melakukan apa saat istrinya tidur karna tidak ada lagi yang harus di kerjakan sebab sudah ada Dirga yang Meng-handle semua.


Akhirnya Rafa memutuskan untuk ikut berbaring juga dan tidur bersama dengan lelap yang indah, melupakan sejenak pemikiran tentang siapa dua remaja yang akan mengunjungi mereka berdua.


Sementara di Ruangan Dirga


" Kalo gwe tiap hari melihat mereka seperti itu terus bisa bisa aku kena mental huft mesti cari calon ini biar ga nyaksiin doang bisa praktek juga kalo ada " Ucap Dirga meratapi


*************


Di bandara


" Ayo ikut bibi, disana udah ada mobil yang menjemput kita " Ucap vira tidak sabar bertemu sahabatnya begitu juga kedua remaja itu


" Aku sangat tidak sabar malah " Ucap salah satu remaja itu dengan tidak sabarnya


" Yah apa lagi aku udah sangat sangat sangat malah " Ucap salah satu remaja itu juga


" Baiklah ayo makannya cepat " Ucap vira menarik tangan mereka berdua tanpa seizin mereka


Disana terdapat mobil dengan orang suruhan Rafa yang bersetelan formal sekali, tentu itu menjadi perhatian publik sekitar apalagi kedua orang formal itu menunduk hormat pada vira dan kedua remaja itu


Orang sekitar mengira kedua remaja itu adalah salah satu trainee dari salah satu entertainment di negara ini, jadi mereka tak mau kehilangan moment itu langsung memotret nya yang entah seberapa banyak itu


Alasan kuat nya mereka mengira kedua remaja adalah trainee karena perawakan dan wajah ny yang sangat mendukung, wajahnya yang terlihat begitu sempurna, bahkan pakaiannya pun memakai barang branded ternama di dunia


*********


Dalam perjalanan kedua remaja itu begitu kagum dengan keindahan negara ini


" Wahh cantik sekali " Ucap mereka bersamaan melihat rapinya kota ini


Membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah besar Rafa dan lusi


Begitu juga vira yang kesal saat menelpon pasangan suami istri ini yang tidak mengangkatnya


" Kemana pasangan ini huft menyebalkan sekali " Omel vira kesal


Di Kamar kantor


Kringg kring kring


" Eughh hoamm, ehh sayang kenapa aku ada disini bukanya aku di mobil tadi " Ucap lusi saat nyawanya sudah terkumpul


" Eummhh ya tadi aku menggendong mu, ehh ada telpon siapa sayang " Ucap Rafa


" Wait.... Oh tidak vira yang nelpon duh mana 60 kali telpon lagi ada apa ini jadi panik gini kan " Ucap lusi bangkit dari tempat tidur


Di telpon


" Akhirnya lu angkat juga telpon gwe, ini gwe udah mau sampe nih buruan kerumah ada orang penting nihh " Ucap vira dengan berteriak membuat lusi menutup kupingnya


" Aduhhh viraa g*l* ya lo asal teriak aja, siapa sii yang mau ketemu gwe ze istimewa apa juga, okeylah gwe otw kesana gwe baru bangun tidur " Ucap lusi kesal juga....


...****************...